You Are Only Mine

You Are Only Mine
Aku menyukaimu


__ADS_3

bab 146


.


.


.


Bahagia. hanya itu yang kini dirasakan Herra dan Narendra. apalagi saat sang papa menceritakan semuanya. Narendra sama sekali tak menyangka jika sang papa terus mengawasinya, entah sejak kapan, Bahkan Narendra sendiri seolah tak bisa membayangkannya. padahal anak buah Narendra juga beterbaran dimana-mana, namun tidak ada yang tau pengintaian papanya.


Narendra sangat dan sangat mengagumi kehebatan anggota mafia sang papa hingga ia hanya bisa terus berucap syukur karna memiliki orangtua yang begitu amat menyayanginya bahkan selalu melindunginya.


Semua nampak sepakat dan mulai mengatur waktu penerbangan kepulangan Herra dan Narendra.


atas keputusan Papa Revandra, semua menyetujui menaiki pesawat pribadi EangleBlood.


Semua nampak bahagia, tapi entah mengapa Candrika tidak. Perasaannya terus saja memikirkan Joy yang juga masih perlu perawatan.


Degan langkah gontai Candrika berjalan kearah ruangan rawat Joy. entah mengapa kakinya terus saja mengajak tubuhnya kesana.


Ketukan pintu pelan dilayangkan Candrika. hingga suara menyuruh masuk terdengar, segera Candrika masuk.


" selamat malam dokter.." sapa perawat yang tengah memeriksa Joy.


Candrika tersenyum ramah. "malam sus... apa saya mengganggu ??" tanya Candrika. seraya mendekat.

__ADS_1


" tentu saja tidak dok. saya hanya memeriksa Infus tuan saja. Untuk perawatannya kan sudah dokter tangani.." terang perawat itu.


Candrika tertawa kecil. benar juga, atas kuasa paman Revandranya, Candrika lah yang dikebebasan merawat Joy, Herra dan Narendra.


" saya permisi dokter.." pamit perawat yang sudah menyelesaikan tugasnya.


Candrika mengangguk mengiyakan.


Joy masih setia diam. namun matanya menatap lekat Candrika yang masih tersenyum ramah pada Suster yang baru saja menutup pintu.


" apa benar tuan Revandra menyuruhmu merawat saya..??" tanya joy.


Candrika memutar tubuhnya dan menatap Joy yang masih terbaring.


" bukannya kau dokternya ?? yang seharusnya bertanya kan aku.."balas Joy cepat.


" hmm.. baiklah.." Candrika memasang stetoskop dan mulai memeriksa Joy. Candrika nampak berkonsentrasi. "apa ini masih sakit ??" tanya Candrika seraya memegangi lengan Joy yang tersayat belati.


Joy terus menatap Candrika dengan lekat. hingga Candrika yang tak mendapat jawaban mengarahkan netranya dan kedua netra mereka saling bertemu.


Dan tanpa disangka dan diduga oleh Candrika. tiba-tiba saja Joy menarik tangan Candrika kearahnya, hingga Tubuh Candrika terjerambah jatuh tepat pada Joy.


" aakhhh !!" Pekik candrika saat terkejut.


" apa yang..-"

__ADS_1


"kau ingin protes ?? bahkan saat dokter ganjen itu memelukmu kau diam saja kan ??!" ralat Joy.


" tapi kan..-"


" shutt !! aku ingin memelukmu.." Joy mengalungkan tangan pada punggung Candrika hingga wajah candrika menempel sempurna pada dada Joy. ingin sekali Candrika menolak, namun entah mengapa dirinya tak bisa melakukannya.


sumpah demi apapun hal itu membuat jantung Candrika berdetak dengan kencangnya. bahkan kedipam mata Candrika seolah tak bisa dikondisikan. ia berusaha menyadarkan diri yang terjadi nyata atau tidak.


" ini nyata Dokter Candrika..aku memelukmu.." bisik Joy yang seolah tau isi kepala Candrika.


Candrika membulatkan matanya. ia hendak bangkit namun tangan Joy semakin erat melingkar diperutnya.


" kau tau..aku terbelenggu penjelasan untukmu sejak waktu itu, bahkan hidupku tidak tenang setelah kejadian malam itu. aku memang menjamah tubuhmu .. tapi aku tidak melecehkanmu.. sungguh..aku mengagumi kecantikanmu, tapi aku terlalu gengsi mengakuinya.. rasa itu menyiksa hidupku disini.." tutur Joy.


Mendengar hal itu jantung Candrika semakin berpacu dengan cepatnya. bahkan ia terus berusaha membuat dirinya sendiri sadar.


" aku menyukaimu dokter Candrika.."ucap Joy terdengar sangat jelas, karna Joy mengatakannya tepat ditelinga Candrika.


saking terkejutnya entah mengapa Candrika malah pingsan dalam dekapan Joy. hal itu malah membuat joy tersenyum bahagia. ia pun segera bangkit dari tempat tidur dan memposisikan Candrika agar bersandar padanya dengan nyaman.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2