
bab 152
.
.
.
Senyum lebar nampak diwajah papa Revandra saat dokter ahli kenalan Kennan mengatakan solusi untuk kondisi kandungan lemah yang dialami Herra.
Mereka kini tengah menikmati makan malam bersama guna merayakan kebahagiaan Papa Revandra.
.
.
.
Candrika memegangi kertas berisi alamat Apartemen Dimana Joy tinggal.
Candrika cukup kawatir dengan keadaan Joy yang hanya terlihat kuat padahal masih butuh perawatan.
meski ragu, namun Candrika memberanikan diri memasuki apartemen itu. apartemen yang sangat mewah layaknya penthouse milik para sultan.
langkah Candrika terhenti saat menemukan nomer Kamar Joy.
__ADS_1
Setelah disana Candrika malah ragu saat hendak mengetuk.
" kenapa aku malu sekali "
Tangan Candrika sudah terangkat hendak mengetuk pintu namun ia urungkan lagi. "aku alasan apa ?? terus nanti kalau dia tanya aku dapat alamat dari mana aku jawab apa ??"
Tanpa disadari candrika, Joy sudah dibelakangnya. saking berkutat dengan fikirannya, Candrika tak sadar jika sejak tadi Ada orang dibelakangnya.
" ah.. aku pulang saja.." Candrika yang tidak mampu mengontrol rasa malunya segera berbalik hendak pergi dan seketika kepalanya yang tertunduk terbentur dada bidang yang membuat dia amat terkejut.
"aahhh !!" pekik Candrika "maaf..maaf.." Ucap candrika seraya mengangkat wajahnya. netranya membulat sempurna saat mendapati wajah orang yang sejak tadi membuatnya uring-uringan.
kedua mata mereka bertemu dengan seketika, Sesaat jantung Candrika sudah berhenti berdetak dengan sendirinya.
" apa aku tampan ?? kau memandangiku terus sejak tadi.." goda Joy.
Candrika tak sengaja melihat tanga Joy yang menenteng kantong plastik dan nampak seperti berisi makanan.
"kau baru beli makanan ??" tanya Candika.
Joy mengikuti tatapan Candrika. dan kemudian mengangguk pelan.
"oh..em...aku..aku..pulang dulu, kau sudah sehat ternyata.." Candrika pun segera beranjak dan kembali lengannya ditahan Joy.
tanpa.berkata apapun Joy langsung menarik Candrika masuk kedalam kamar apartemennya, hal itu spontan membuat Candrika terkejut bukan kepalang.
__ADS_1
"eh..eh..eh.. !!! aku mau dibawa kemana ??!!!" teriak Candrika.
Didalam Joy menempatkan Candrika untuk duduk disisi meja makan. lalu ia membuka bungkusan makanan yang barusan ia beli, Candrika yang belum mengerti maksud Joy hanya menatap pria dihadapannya itu dengan intens
" jangan menatapku ssperti itu, aku tidak akan melakukan apapun."ucap Joy seraya menyiapkan makanannya diatas meja.
Sadar ucapan itu untuknya, Candrika berdehem kecil seraya mengerdipkan matanya beberapa kali lalu segera menunduk.
" aku hanya ingin makan denganmu" ucap Joy yang sembari menyodorkan piring berisi Nasi kepada Candrika.
" a..aku ?? maaf, aku tidak bermaksud mengganggu acara..-"
" kau tidak mengganggu. tapi aku yang butuh teman makan. kau keberatan menemaniku ??" ralat Joy.
" oh..ee...tentu saja tidak. maksudku, aku kebetulan juga lapar.."balas Candrika seraya tersenyum tipis. Joy hanya menyunggingkan senyum dan kemudian duduk dihadapan Candrika.
Ia pun segera menikmati makanan dengan lahap. Candrika yang masih senantiasa menatap Joy terlarut dalam pandangannya.
" kau tidak akan kenyang jika menatapku" ucap Joy tanpa menatap Candrika.
Tersadar kembali, Candrika pun langsung menyendokkan nasi kemulutnya.
Semua nampak lucu bagi Joy, Namun Joy bukanlah pria humoris seperti pria-pria diluar sana. tertawa lepas tidaklah mungkin ia berikan kesembarang orang, bahkan berSama Herra ataupun dengan bosnya Narendra, ia juga sangat irit bicara.
.
__ADS_1
.
.