You Are Only Mine

You Are Only Mine
Bawa putraku keluar !!!


__ADS_3

bab 127


.


.


.


tiga pria kekar yang menyerang Narendra dan Joy terkapar bersimbah darah setelah alat vital mereka diterjang sebuah timah panas yang mematikan.


Betrand membulatkan mata dengan terkejut, emosinya memuncak dan menendang kuat Narendra yang sudah dipenuhi luka disekujur tubuhnya, setelah itu ia pun mencari sumber timah panas yang melumpuhkan para robot manusianya.


" sialan !!! siapa yang berani mengganggu pestaku !!?" teriak Betrand. menatap sekeliling, tak terlihat siapapun.


dorr !!


pyarr !!!


dorr !!


pyarr !!


Botol koleksi minuman langka milik betrand pecah seketika saat kembali Timah panas dilayangkan.


" keluar keparat !!! jangan bisanya bersembunyi.!!" teriak Betrand.


Narendra hendak bangkit dan menyerang kembali. namun tendangan kuat dari pria kekar yang berdiri disisinya kembali ia terima. kembali lagi Narendra tersungkur dengan mulut yang memuntahkan darah.


suara deru hentakan sepatu terdengar ditelinga betrand. berarah dari pintu belakang.mata betrand memicing saat menajamkan penglihatannya.


Dengan kondisi setengah sadar. Joy dan Narendra bisa melihat samar-samar siapa yang telah datang menolongnya.

__ADS_1


" siapa kalian !!!" tanya Betrand dengan berapi-api.


para pria kekar bawahan betrand pun langsung berdiri disisi bos besar mereka dengan waspada.


Bisa terlihat 3 pria paruh baya melangkah dengan santai memasuki ruangan itu. dua pria memegang senjata api, sedangkan yang berada ditengah siap dengan tangan kosong seraya memasukkan kedua tangannya disaku celana.


" ya ampun.. ini yang namanya markas ?? jelek sekali !!?" Omel Yohan.


"tidak ada yang lebih bagus dari markas kita Yohan.." balas Romi.


meski awalnya betrand akan marah karna ejekan dari para pria tua dihadapannya, namun kemudian Betrand tersenyum penuh ejekan saat ia bisa melihat dengan sempurna siapa yang berani memasuki markasnya.


" kalian mau apa pak tua !!!? mau mati cepat ??!! berlagak menjadi malaikat disini ??!!" ejek Betrand dengan tawa lepasnya.


Narendra yang memang setengah sadar menajamkan matanya yang sudah buram, dari suara Narendra sangat mengenali suara itu.


"pa..pa.."


Ya. benar, papa Revandra beserta Kedua asistennya berdiri dihadapan betrand. ketua mafia yang terkenal dikota Bali yang tengah dilawan narendra.


" dia sombong sekali.." ucap Yohan sembari membenarkan kaca matanya.


" semua karna kau Rom !! bahkan aku masih memakai piyama !!!" protes Yohan. memang ia masih menggunakan piyama tidur, saat Romi mengabari keadaan darurat itu dan mengharuskan mereka berangkat malam itu juga.


" diamlah yo !! makin tua kau malah semakin cerewet !!" balas Romi dengan cepat.


papa Revandra belum bersuara. ia terus menatap putranya yang sudah tersungkur tak berdaya dengan banyak sekali luka diwajah dan tubuhnya.


tangan Revandra terkepal kuat dengan sorot mata dilayangkan pada Betrand seakan akan melahap siapa saja yang terkena tatapannya.


"bawa putraku keluar dari sini Rom.? perintah Revandra dengan tegas.

__ADS_1


Yohan menatap Revandra sedangkan Romi pun segera mengangguk mengerti.


" oh.. jadi kau orangtua pengusaha ini ya ?!! baguslah. kalian !!! habisi para pria tua itu !!!" perintah Betrand pada anak buahnya yang berbadan kekar.


Papa Revandra pun menyeringai dengan sangat mengerikan bagi yang melihatnya. ia meraih sesuatu dari balik badannya. "kau yang tidak tau sedang berhadapan dengan siapa orang jelek !!!" gumam Narendra.


hingga tangannya tiba-tiba memegang sebuah kapak kecil yang entah sejak kapan sudah terselip indah dipinggang papa Revandra.


Romi dan Yohan seketika langsung minggir dan berlari menolong Narendra dan asisten Joy.


beberapa anak buah Betrand yang menghalangi langsung ditembak hingga mati disana seketika.


Papa Revandra melayangkan kapak yang ada ditangannya untuk menghabisi para pria kekar yang bagi papa Revandra sudah membuat putranya terluka.


prakkk !!!


prakk !!


prakk !!!


kapak Papa Revandra mengenai beberapa properti dirumah markas Betrand.


seakan tiada ampun dan bagai orang yang kesetanan, papa Revandra terus menebas hingga banyak sekali darah berserakan dilantai akibat kapak yang bertabrakan dengan tubuh-tubuh bernyawa milik anak buah betrand.


Betrand yang melihatnya sungguh tak menyangka, meski terlihat cukup tua, Namun sorot mata tajam dan kekejaman saat menghajar membuat Betrand mulai menerka siapa sebenarnya lawannya kini.


"siapa pria itu ??" batin Betrand


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2