You Are Only Mine

You Are Only Mine
mereka sudah dewasa


__ADS_3

bab 155


.


.


.


Didalam pesawat papa Revandra terus menatap potret keluarga besarnya. dimana semua anak-anaknya sudah dewasa, sesekali senyum tipis terlayang kala mengingat satu persatu memori kenangan bersama keempat anak-anaknya.


" mereka sudah dewasa sekarang. dan berarti kau sudah tua !!" sebuah suara mengganggu papa Revandra.


" kenapa kau kekamarku ??!! apa kamar yang kau pakai jelek ??!!" tegur Papa Revandra pada Kennan sang kakak ipar.


bukannya marah Kennan malah terkekeh dengan jawaban pria yang seumuran dengannya itu.


" kau sangat menyayangi keluargamu ya ??"


" tentu saja !! makanya menikahlah, kau akan tau rasanya punya anak."balas Papa Revandra. ia cukup miris melihat kehidupan kakak iparnya itu, Cinta sejati yang kennan miliki, diam-diam membuat Papa Revandra kagum. hingga bertahun-tahun, Kennan tetap bertahan sendiri tanpa mencari pendamping setelah kematian Alika, kakak pertama Dari Mama Nada.


" aku sudah terlalu tua untuk itu Vandra !!" timpal kennan. "tapi aku juga punya enam anak kok.." tambah Kennan.


alis papa Revandra bertaut. "enam ?? kau menghamili berapa wanita??"


"sembarangan !! tentu saja anak-anak Nada dan Darren, mereka semua juga anakku !!"balas Kennan.


" cih !! fikirkan lagi untuk menetap diIndonesia. jika kau ingin dekat dengan anak-anak kami.." ujar papa Revandra dengan menekan kata Kami.

__ADS_1


Kennan hanya tersenyum tipis tanpa menjawab apapun.


" Nada juga seperti Alika. susah sekali jika disuruh minum obat. aku sangat takut kehilangan dia.." Ucap Papa Revandra.


" tapi dia sudah mau menjalani kemo kan ?? dan bagaimana hasilnya ?? jantungnya ??" tanya Kennan yang memang sangat kawatir dengan kesehatan adik perempuannya.


Narendra hanya menunduk dengan mendesis.


Hanya melihat saja Kennan bisa tau bagaimana kondisi adiknya.


" sabarlah.." Kennan memberi kekuatan pada adik iparnya.


Pramugari yang memang juga anggota EangleBlood mengetuk pintu guna memberitau bos besarnya.


"masuk.." balas Kennan.


" benarkah ?? cepat sekali ??!" tanya kennan.


" tuan besar menginginkan kecepatan maksimal tuan. kalau begitu kami permisi.." pamit pramugari itu.


" ini pesawat EangleBloodmu Vandra ??!!" Sejak tadi Kennan tak sadar jika tengah menaiki pesawat anggota mafia.


"kau baru sadar ??!! ya ampun.. pak tua.." umpat Papa Revandra.


" jika Alika masih hidup pasti dia akan tertawa lebar saat melihatku turun dari pesawatmu ini, pesawat yang gagal aku ledakkan dulu.. ha..ha..ha..ha.." tawa Kennan pecah seketika. Lawan yang baginya dsangatlah berat adalah pria yang sekarang menjadi adik iparnya itu.


" kau baru tau aku ini kuat sekali.." Papa Revandra berbangga diri.

__ADS_1


" kita akan berduel nanti saat menantuku sudah ditangani." balas Kennan seraya beranjak dari duduknya.


Meski tak menjawab papa Revandra hanya tertawa kecil saat kakak iparnya itu nampak kesal.


papa Revandrapun segera mengekor dibelakang Kennan guna mempersiapkan semuanya karna mereka sebentar lagi tiba.


" kami datang anakku..semoga kau bisa membaik.." gumam papa Revandra saat bisa melihat dari jendela kecil jika mereka sudah akan tiba.


.


.


.


Dirumah mama Nada juga tak bisa tidue meski waktu sudah menunjukkan tengah malam bahkan hampir dini hari.


Ingin rasanya ia berada dirumah sakit menemani menantunya, tapi semua putranya tak memberinya ijin. alasan utama adalah kesehatan Mama Nada yang sangat dijaga.


Duduk dibalkon kamar adalah tempat favorite mama Nada selama ini, tak ada papa Revandra membuat mama Nada merasa tak tenang. seharusnya mereka sudah kembali, namun hingga tengah malam belum juga tiba, bahkan papa Revandra tak mengabari ataupun menghubungi mama Nada.


"semoga kau datang membawa kabar baik pa.." gumam Mama Nada seorang diri seraya menyandarkan tubuhnya dikursi panjang masih dibalkon kamarnya


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2