
bab 37
.
.
.
Setelah acara ijab kabul berjalan lancar. acara dilanjutkan pada malam hari yakni perayaan pesta. dimana para tamu undangan yang akan hadir lebih banyak bahkan dari luar kota juga ada yang menyempatkan datang.
Nuansa malam masih dengan warna putih, sesuai keinginan Herra. sederhana namun tetap tidak meninggalkan kesan mewah didalamnya.
kira kira kayak gini ya😊😊
bahkan Revandra membebaskan semua tamu yang menginap dihotel agar ikut kepesta pernikahan putranya itu.
Narendra tengah berdiri dipintu besar dimana ia akan keluar, malam itu Narendra memakai setelan jas hitam favoritenya.
sambil menunggu panggilan dirinya untuk keluar, Narendra bersandar guna menormalkan dirinya.
sejak selesai Ijqb kabul, Narendra belum melihat Herra. ada rasa kawatir dalam diri Narendra saat ini. takut jika Herra kelelahan atau bagaimana. namun Narendra juga harus menemui kolega bisnisnya yang jauh-jauh datang dari Bali guna menghadiri acara resepsi dan ijab kabul mereka.
Netra Narendra menangkap sang kakak yang mondar mandir disekitarnya.
__ADS_1
" kak !!" panggil Narendra
Zakia menoleh lalu menghampiri adiknya itu. "kau sendiri ?? mana kembar ??" tanya Zakia.
" kami disini kak.." suara kembar terdengar dari lorong dan betapa Narendra terpaku, saat melihat kembar menggandeng Herra yang sudah lengkap dengan gaun menjuntai berwarna putih. bahkan Bagi Narendra Herra nampak sangat cantik.
" apa-apaan kalian ini.. kenapa kalian yang membawa Herra ??" tanya Zakia.
" dia kan kakak ipar kami.. kami juga mau membantu asisten Joy kak.."balad Dirya.
" bukan itu.. ini kan bukan konsep acara malam ini.. yang keluar terlebih dulu itu Naren.."ujar Zakia.
" kita ubah saja kak, semua acara pernikahan semua seperti itu, mempelai pria keluar terlebih dulu, terus mempelai wanita. kita buat yang lain dari pada yang lain.."terang Draka.
Sedangkan Narendra hanya menyunggingkan senyum. ia cukup setuju dengan ide Adik kembarnya.
Sementara Herra menundukkan wajahnya, entah mengapa selalu saja rasa malu yang menghinggapi dirinya.
" kakak ipar, ayo mendekatlah dengan kak Naren.." ajak dirya yang segera menyerahkan lengan Herra pada Narendra.
Sesaat Herra menatap Narendra yang sangat sempurna ketampanananya, apalagi setelan jas yang digunakan Narendra begitu pas melekat ditubuh Narendra. Tak mau berlama-lama menatap, Herra kembali menundukkan wajahnya. saat Narendra mengalungkan lengan Herra pada lengan Narendra sendiri.
keduanya berbalik menatap pintu yang masih tertutup dengan terus diam.
Dirya dan draka bertos ria karna memang ini rencana mereka, agar sang kakak bertambah dekat dengan wanita yang sudah sah menjadi istri Narendra.
__ADS_1
" apa kau lelah ??" tanya Narendra.
" tidak tu..emm..maksudku..kak.."jawab Herra
" apa aku kakakmu ??" Narendra bertanya kembali.
" tapi aku tidak tau harus memanggilmu apa ??!" balas Herra dengan wajah polos yang begitu cantik menatap Narendra.
" kita bicarakan nanti. sudah waktunya kita keluar."ujar Narendra.
benar juga, Seketika pintu besar terbuka dengan nampaknya karpet merah panjang untuk mereka berdua lewati.
Herra mengatur nafasnya, tangannya begitu dingin hingga Narendra bisa merasakannya.
" rileks lah.. tarik nafasmu dan keluarkan perlahan.. kita akan keluar bersama.. tenang saja.."Narendra berusaha membuat Herra tenang.
Herra hanya mengangguk seraya menatap Narendra yang tersenyum.manis kearahnya. tanpa sadar Herra pun membalas senyuman Narendra hingga tepukan riuh para tamu undangan membuyarkan semuanya. mereka bisa melihat adegan saling tatap dengan saling melempar senyum menandakan mereka berdua cukup bahagia.
Dengan perlahan Narendra dan Herra melangkah berjalan melewati karpet merah menuju pelaminan mereka.
semua tamu begitu menganggumi kecantikan dan ketampanan Narendra dan Herra hingga tepukan tangan mereka tak berhenti dengan rasa bahagia.
.
.
.
__ADS_1