You Are Only Mine

You Are Only Mine
Hampir saja


__ADS_3

bab 44


.


.


Rasa didalam tubuh tidak bisa dikondisikan lagi. Candrika semakin memperdalam ciumannya. begitupun dengan joy yang sudah melempar jasnya kesembarang arah, bahkan gaun Candrika sudah berserakan dilantai begitu saja.


Suara-suara indah dari mulut Candrika begitu menampak kegilaan joy yang sudah kehilangan kesadarannya. seolah mendapat candu, joy terus mengikuti suara desa han Candrika yang begitu menggoda.


"kau pria payah asisten joy !! aahhh..."racau Candrika yang menggelincang saat Joy menyusuri leher jenjang miliknya.


Mendengar namanya diucapkan Candrika, joy seketika sadar dan menyudahi cumbuannya.


" sial !! aku pasti sudah gila !!" umpat joy yang hendak turun dari atas Candrika, apa lagi ia bisa melihat bekas kissmark dileher Candrika yang sangat pasti adalah ulahnya.


" kau mau kemana ??" Candrika mencekal lengan Joy.


joy segera menepis dan mendorong tubuh candrika, kemudian menutup tubuh Candrika yang hanya menggunakan dalaman dengan selimut yang sudah teronggok dilantai.


Candrika yang memang mabuk hanya meracau saja tanpa melakukan apapun. "pria payah.. huh..aku akan mencairkan es dihatimu itu.."


Joy menatap Candrika yang memeluk bantal guling dengan terus meracau.


" bagaimana aku bisa hilang kesadaran.??" rutuk Joy pada dirinya sendiri.


" wanita ini sangat menyusahkan.. aku harus bagaimana ini.." omel joy sendiri saat menyadari senjata andalannya sudah dalam posisi on.


tak mau berlama-lama, Joy memilih menuju kamar mandi dan mengeluarkan ribuan benih-benihnya seorang diri disana.


.

__ADS_1


.


Sementara Narendra, mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Umpatan terus dilayangkan Narendra saat tidak bisa menghubungi Joy.


" kemana joy ?? kenapa dia tidak mengangkat panggilanku !!"


" apa dia fikir sudah menjadi kakak iparku dia bisa seenaknya begini !!"


sangat tumben, joy tidak mengangkat panggilannya.


Narendra kembali mencari nomer anak buahnya yang berada dijakarta.


" kau dimana ??" tanya Narendea saat sudah tersambung.


" dimarkas tuan. ada apa malam-malam menghubungi saya ?? biasanya asisten joy yang..-"


" jangan tanyakan dia ??!!! aku ada pekerjaan untuk mu. tunggu !!" narendra langsung mematikan panggilannya dan memutar arah mobilnya menuju markas rahasia miliknya. bahkan Keluarganya tidak tau jika Narendra memiliki markas sendiri. meski bukan seorang mafia seperti sang papa, Narendra juga memiliki banyak anak buah.


.


.


Karna terlalu lama menangis, Herra tertidur dengan sesekali masih terdengar sesenggukan. lampu temaram, hiasan ranjang dan dekorasi kamar menjadi saksi kesedihan seorang Syaherra.


.


.


Narendra memasuki rumah yang tidak terlalu besar. ia sudah disambut oleh beberapa ank buahnya. semua nampak.begitu ketakutan, sebab selama ini Narendra sangat jarang mendatangi markas, selalu joylah yang menangani semuanya.


" selamat datang tuan.. silahkan duduk.." Pria bernama Yus yang termasuk tangan kanan joy begitu antusias mempersilahkan Narendra.

__ADS_1


Narendra langsung duduk.


" ada hal penting apa tuan kesini ?? biasanya kan hanya aisten joy yang kemari."tanya Yus dengan penuh sopan.


Narendra melempar sebuah foto diatas meja.


" bawa wanita ini kesini. besok saya mau dia sudah disini." pinta Narendra


Yus mengambil gambar foto lalu meneliti. " apa wanita ini berulah tuan ??"


" dia menganggu istriku, aku hanya ingin memperjelas, jika aku sudah muak dan membencinya !!" jelas Narendra dengan tatapan serius.


yus mengangguk pasti. "baik tuan. besok saya akan membawanya"


Narendra langsung bangkit. " satu lagi. suruh dua anak buahmu mengawal istriku"


yus sedikit kebingungan, Istri ?? bahkan Yus tidak tau yang mana istri bos besarnya itu. "maaf tuan. istri tuan siapa ?? kami kan tadi tidak datang diacara pernikahan tuan."


" salah kalian sendiri kenapa tidak datang !!" balas Narendra dengan suara tinggi.


" maaf tuan. kami hanya..-"


" adiknya joy adalah istriku. wanita yang selama ini kalian jaga." Setelag mengatakan itu, Narendra langsung pergi begitu saja.


yus terkejut dengan apa yang ia dengar. mau bertanya lagi namun sang bos besar sudah masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan markas.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2