
bab 90
.
.
.
Draka baru tiba dari berkencan dengan Hasna. suasana rumah yang sepi membuat Draka cukup keheranan. biasanya sang mama akan menyambut kedatangannya, namun kali ini bahkan wajahnya saja Draka tak bisa melihat.
Pilihan draka jatuh pada kepala pelayan yang sudah lama mengasuh dirinya yang tengah berada didapur.
" mbok Yum..kok tidak menyambutku sih !!?" protes Draka seraya merangkul pundak pelayan lawas dirumah itu.
" oh..tuan muda sudah datang ya ?? maaf ya, mbok sedang beberes jadi tidak dengar.."balas Mbok Yumna yang sekarang sudah menua.
" mama mana mbok ?? kok sepi ??" tanya Draka
" loh nyonya tidak mengabari tuan muda to ?? nyonya kan keBali bersama tuan besar ??!" terang mbok Yumna.
Alis Draka bertaut seketika. " mama keBali ?? mendadak ?? apa terjadi sesuatu dengan kak Naren ??" Draka bertanya-tanya sendiri.
" tuan muda..." panggil mbok Yumna saat tau sang tuan sedang Melamun.
" mama tidak mengatakan apapun ?? misalnya kak naren sakit atau apa ??!" Draka kembali bertanya.
" tidak.. hanya tuan besar berpesan jangan kawatir, besok sudah pulang. gitu tuan muda.." balas mbok Yumna.
" ya sudah..oh ya, Dirya sudah pulang ??" Draka bertanya kembali saat hendak meninggalkan dapur.
__ADS_1
" Tuan dirya ada dikamar. katanya lagi nggak enak badan gitu.. tadi saja tidak mau makan.." terang Mbok Yumna lagi..
Draka menganggu mengerti. "terima kasih mbok.. segeralah istirahat.. mama tidak ada, mbok bisa istirahat ekstra..aku naik dulu mbok.." Pamit Draka seraya menapaki anak tangga.
Mbok Yumna hanya membalas dengan anggukan serta senyuman. itulah anak-anak bosnya, selalu menyayangi dirinya melebihi apapun, hal itu sangat disyukuri mbok yumna. dalam kerentaan diri, ia masih dilindungi dan disayangi penuh kehangatan dalam keluarga besar Bos besarnya.
.
.
tokk..
tokk..
tokk..
" masuk.!!"
" kau sakit ??" tanya Draka seraya menutup pintu kamar kembali.
" kau sudah pulang ?? aku hanya tidak enak badan saja.."balas Dirya yang setia berbaring ditempat tidur.
Draka duduk ditepi ranjang dengan menatap kembarannya yang memang cukup pucat wajahnya. pantas saja sejak tadi Draka merasa tidak enak dalam dirinya, ternyata kembarannya tengah tidak enak badan.
" maaf ya, aku tudak mengabarimu jika tidak berangkat.."ujar Dirya.
" kau bicara apa..aku hanya kawatir padamu, semalam bahkan kau tidak pulang dan tidak memberi kabar. selama ini kan kau tidak pernah begini.." terang Draka.
Dirya terkekeh dengan ucapan kembarannya. "aku merasa jadi anak kecil lagi.."
__ADS_1
Draka pun ikut tertawa kecil.
" mama dan papa sampai marah padaku.." ujar dirya lagi.
" mereka hanya kawatir. sama sepertiku.. aku rasa jika kak Naren disini dia yang akan menghakimimu.." balas Draka.
Dirya kembali terkekeh dengan candaan kembarannya.
" maaf.." ucap Draka saat tawa Dirya berhenti.
Dirya menatap Draka dengan dalam.
" apa ??" Dirya menajamkan pendengarannya
" maafkan aku.."ujar Draka lagi.
" kau tidak pernah salah Draka..bahkan kau selalu memikirkan aku..kita kembar kan ?? jadi jangan seperti ini !!? aku rasa kita jadi canggung sekarang.." Dirya membuang tatapannya dengan senyum kecutnya.
Draka menatap Dirya dengan penuh arti. Dirya yang membalas tatapan itu pun sangat mengerti maksud saudara kembarnya.
tanpa berkata, Draka memeluk Dirya dengan erat. tak ada kata tak ada suara tak ada tangisan. keduanya saling berpelukan erat seolah sudah tau apa yang akan disampaikan masing-masing.
"*Maafkan aku Draka..aku sudah menghalangi kebahagiaanmu.." batin Dirya.
"bagaimana aku bisa melupakanmu Dirya.. aku berjanji akan menunggumu mendapatkan pasangan sesuai janji kita."batin draka*.
.
.
__ADS_1
.