You Are Only Mine

You Are Only Mine
Calon mertuamu lebih berbahaya


__ADS_3

bab 170


.


.


.


Mama Zenna menjelaskan semuanya dengan penuh kesabaran. seolah tak percaya dengan yang didengar, Qiara mempertajam pendengarannya dan terus berusaha menyadarkan rdirinya jika semuanya adalah nyata.


namun saat teringat seberapa berbahayanya Torik, Qiara semakin kawatir, jika banyak yang akan dalam bahaya.


mama Zenna bisa melihat kesedihan dimata qiara.


" kenapa kau masih bersedih ?? apa penjelasan mama belum jelas ??" tanya mama Zenna.


" bukan ma..maksudku..aku mengenal siapa Torik, dan aku takut Torik melukai tuan Revandra dan juga seluruh keluarga, termasuk kalian yang disini.." Qiara akhirnya mengungkapkan kegundahannya.


Bukannya takut, mama Zenna malah tertawa kecil dan menggenggam jemari Qiara. "Qiara..kau harus tau, calon mertuamu itu orang yang jauh lebih berbahaya dari suamimu,"


Qiara semakin tidak tau, tapi ia berusaha menerimanya.


" em..ma.." panggil Qiara lirih dengan ragu.


" ada apa sayang ??" balas mama Zenna.


" berarti aku tidak bekerja hari ini ??" tanya Qiara.


" sampai semua selesai kau tidak boleh bekerja atau kemanapun, Jika Dirya tau kau disini, pasti dia akan mengajakmu kembali keapartemennya, dan tuan Revandra tidak menginginkan hal itu." tutur Mama Zenna.

__ADS_1


Qiara mendesah lirih seraya membuang nafas perlahan. kini ia seolah terkurung dalam sebuah keadaan yang ia sendiri tak percaya dengan apa yang dijalani.


" bersabarlah, Oh ya.. supaya kau tidak jenuh, bagaimana jika kau membantu mama merangkai bunga ditoko bunga mama ??" ajak mama Zenna.


" toko bunga ??"


" iya. ayo.." Mama Zenna menarik tangan Qiara menuju ruangan belakang,


Qiara berfikir jika toko berada diluar atau bahkan harus menempuh dengan mobil, namun ternyata prediksinya salah, Mama Zenna membuka sebuah pagar besi dihalaman belakang yang terhubung dengan taman, dan mata Qiara langsung disuguhkan susunan bunga yang tertata rapi disetiap sudut, bahkan ada pintu besi lagi diujungnya.


Nampak mama Zenna melangkah menuju pintu besi itu. diikuti beberapa penjaga yang sejak tadi mengikuti mama Zenna dan qiara.


penjaga langsung membukakan pintu besi itu dan nampak jalanan yang dilalui banyak mobil.


" Itu jalan raya ma ??" tanya Qiara.


Qiara dibuat kagum sekali lagi, seakan otaknya tak bisa berfikir berapa luas rumah seorang asisten tuan Revandra itu.


" kemarilah.. mama ajarkan.." lambai mama Zenna menyiapkan bahan-bahan merangkai.


Qiara duduk tepat didepan mama Zenna. dengan penuh ketelatenan mama Zenna mengajari Qiara.


.


.


.


Dikantor, Dirya menegur dengan tegas Andika. sang sekretaris yang sudah lama ikut dengannya dan juga Draka.

__ADS_1


" aku sudah katakan harus diperiksa kembali !!! kau tuli atau bagaimana !!!??!!" bentak Dirya dengan keras.


"maaf tuan.." Andika tertunduk, meski kesalahannya tidak nampak fatal namun, Dirya nampak sangat kecewa.


" jika proyek ini gagal gajimu akan aku potong !!" ancam Dirya.


" Draka yang bisa mendengar teriakan Dirya segera masuk ruangan Kembarannya itu.


" kau kenapa Dirya ??" tanya Draka saat melihat Dirya nampak emosi seraya menatap Andika.


" klien menunda menandatangani berkas kita, jika saja Andika memeriksanya terlebih dulu tidak akan seperti ini jadinya !!!?" terang Dirya masih dengan kekesalannya.


" Kak, kau keluarlah dulu.." pinta Draka pada Andika.


Andika menunduk lalu segera keluar.


saat Sudah tak ada Andika Draka mendekati Dirya.


" kau ada masalah apa ?? sejak kita mulai bekerja disini dengan Kak andika kau tidak pernah membentaknya sampai seperti ini..??!! ingatlah, kak Andika lebih tua dari kita Dirya !!!? apa sopan santunmu sudah hilang ??!!" tegur Draka yang merasa kembarannya begitu berlebihan.


padahal sejak bekerja bersama mereka, Andika tak pernah melakukan kesalahan apapun.


Dirya mengusap kasar wajahnya dengan mengacak rambutnya. hanya karna tak menemukan keberadaan Qiara, ia sampai berlebihan seperti itu, tanpa memikirkan keadaan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2