
bab 30
.
.
.
Dengan gerak cepat Narendra menarik lengan Herra yang terkejar.
" tunggu dulu !!" cegah Narendra.
Herra nampak enggan menoleh, ia hanya menghentikan langkahnya.
sadar Tidak ada respon Narendra melepas kan tangannya yang memegangi lengan Herra.
perlahan Narendra memutari tubuh Herra hingga berhenti dihadapan Herra, Seakan tak sanggup menatap mata Narendra, Herra langsung membuang tatapannya kearah lain.
" ada apa denganmu ?? kenapa kau pergi.begitu saja ??" tanya Narendra.
Herra mengatur degup jantungnya yang begitu memburu. " maaf tuan. saya tidak mau mengganggu anda dengan kekasih anda." jawab Herra sekenanya masih dengan menunduk tanpa berani memgangkat wajahnya.
" dia bukan kekasihku !! dia memang mantanku, tapi kami sudah putus.." terang Narendra. entah mengapa Narendra sangat tidak terima jika Herra salah faham.
Herra masih diam. entahlah, Herra sendiri tidak tau dengan apa yang ia rasakan.
Narendra meraih kedua tangan Herra. dan memegangnya dengan erat. Herra bisa merasakan hangatnya genggaman tangan itu,
"kita memang akan menikah bukan atas dasar cinta. tapi percayalah, aku tidak akan mempermainkanmu, aku akan menjaga perasaanmu.." ucap Narendra dengan tulus.
perlahan Herra mengangkat wajahnya, Mata merah karna menahan air mata bisa dilihat oleh Narendra. Perlahan Narendra mengusap ujung mata yang sudah tergenang itu.
" aku mohon jangan menangis. aku tidak membohongimu, bahkan kakakmu tau aku dan wanita tadi sudah berpisah.." ucap Narendra kembali.
" maafkan aku.." herra tertunduk kembali tak kuasa ditatap seintens itu.
__ADS_1
Tak ingin membuat Herra takut atau bersedih, Narendra menarik Tubuh Herra dalam dekapannya. Bahkan Narendra memeluk Herra dengan begitu erat.
Dari arah yang cukup jauh netra Granda bisa melihat adegan pelukan antara Narendra dan Seorang gadis muda.
" Setauku Naren tidak punya adik perempuan. lalu siapa gadis itu ??" gumam Granda.
.
.
Fitting baju kembali dilanjutkan setelah Herra cukup tenang. Untung saja Narendra bisa sabar menghadapi Herra yang memang masih cukup labil dalam segi perasaan. usia yang masih muda menjadi faktor utama semua itu.
Narendra sendiri juga bingung, kenapa ia bisa sabar dan begitu tidak tau jika Herra bersedih ataupun salah paham terhadapnya. jika memikirkan itu, Narendra akan pusing sendiri.
Kini mereka tengah dalam perjalanan dengan kesunyian didalam.mobil.
" kau lelah ??" tanya Naren
Herra menatap Naren dengan senyum tipis. " tidak tuan."
" maaf, aku belum.terbiasa.." balas Herra.
" harus dibiasakan. masa iya kau memanggil suamimu seperti itu..malu dong aku !!" protes Narendra
" akan Herra coba. tapi... diganti apa ya ??" tanya Herra dengan wajah yang begitu polos.
" terserah kau saja. asal jangan tuan. sayang juga boleh." goda Narendra.
Wajah Herra langsung bersemu merah saat digoda Narendra, sementara Narendra tertawa kecil saat melihat ekpresi Herra yang malu-malu. entah mengapa, itu sangat membuat Narendra terhibur dan bahagia.
" kita makan siang sambil bertemu kedua adikku ya, mereka tadi bertemu WO dan bagaimana keputusannya nanti kau juga harus berkomentar, ini kan juga pernikahanmu.." terang Narendra.
Herra hanya membalas dengan anggukan dan senyum manis terhias diwajahnya.
Mobil Narendra terus membelah keramaian jalan menuju tempat pertemuannya dengan sang adik kembar.
__ADS_1
.
.
Dijalanan sepi terlihat sebuah mobil berhenti dan menepi dipinggir jalan yang memang jarang dilewati banyak orang.
mobil itu bergoyang seiring dengan suara-suara setan yang berasal dari dalam. decitan suara slavina yang saling bertukar dari ciuman panas begitu mengganggu telinga.
Dengan percaya diri Granda membuka bajunya hingga dua gundukan didadanya menyembul dengan sempurna.
" oh..baby, kau tidak memakainya ??" ucap pria yang berada dihadapan Granda. yang langsung melahap gundukan besar milik Granda dengan begitu rakus.
" akan susah jika memakainya.. come on boy..aaasshhh !!!"
Granda mendesah saat senjata pria itu telah masuk sempurna dalam lembah kenikmatan miliknya. Granda memggelincang dengan menggerakkan tubuhnya naik turun. hingga gerakan itu semakin lama semakin cepat, suara sensual dari kedua mulut itu bersahutan apa lagi saat keduanya hendak mencapai puncak nirwana. seakan tak peduli jika ada orang yang melihat.
.
.
.
Ini iklan loo gaes !! jadi adegan panas ya cuma gitu doang π€π€
soalnya masih puasa juga kan ππ
Stay terus ya disiniππ Ritual like jangan lupa dong. kakak !!πππ
.
.
.
.
__ADS_1