
bab 194
.
.
.
Herra terus duduk disisi Narendra yang begitu serius membicarakan semua pekerjaan dengan rekan bisnisnya itu.
Meski cukup bosan namun Herra tetap bertahan, ia tidak akan memberi celah sedikitpun untuk wanita lain menggoda suaminya.
Hingga akhirnya tanda tangan dan persetujuan dengan berjabat tangan telah dilakukan pertanda mitting telah usai.
" terima kasih Naren..semoga kerja sama kita boomm..menggemparkan kembali."ucap wanita bernama Terre itu.
" iya. semoga saja.,"balas Narendra singkat.
" kalau begitu aku kembali kekantor dulu ya.." Terre beralih pada zherra.
" nona. maaf sudah membuat anda menunggu..saya permisi dulu."
Herra pun terseyum terpaksa."iya. tidak masalah nona Terre.."
Terre pun segera keluar dengan diantar Joy.
Narendra pun segera mendekati Herra yang membuang tatapannya saat Dipandang Narendra.
" kenapa ?? kau sedang kesal ??" tanya Narendra
"tidak. kakak kenapa kliennya banyak yang wanita sih !!" tutur Herra.
Narendra ingin tertawa namun berusaha ia tahan. Herra tak bisa menyembunyikan wajah cemburunya.
Dan Narendra selalu senang menggoda istrinya jika sedang seperti itu.
" ya mau bagaimana lagi..mungkin karna aku tampan makanya pengusaha wanita banyak yang ingin bekerja sama denganku.." terang Narendra.
Herra langsung menatap.tajam Narendra.
__ADS_1
" jadi kakak suka sekali ya duduk berduaan dengan wanita seksi seperti itu ??!!"
Tawa Narendra pecah seketika memenuhi seluruh ruangan luas itu.
herra bertambah kesal saat Suaminya selalu suka menggoda dirinya.
Narendra pun merangkul pundak Herra dan mencium pipi Herra beberapa kali. meski Herra berusaha menghindar, namun Narendra terus memaksa.
" kenapa denganmu sayang..kau cemburu ??" tanya narendra masih dengan sisa tawanya.
" tidak tau !!" balas Herra singkat.
Narendra membawa aherra dalam pelukannya. "sebanyak apapun wanita yang mendekat denganku, tidak akan ada yang bisa sedekat dan menggantikanmu.."
"kakak bohong !! jika wanita itu lebih cantik dan seksi dariku ??!!" balas Herra yang mengungkapkan rasa kawatirnya.
Narendra terkekeh kembali. lalu ia membuka pelukannya dan memegangi kedua pundak Herra. "wanita cantik memang banyak. tapi percaya atau tidak kau yang paling cantik bagiku, dan tak ada yang bisa menggantikan posisimu disini,"Narendra menuntun tangan Herra memegangi dada Narendra.
Herra pun berhambur memeluk Narendra kembali. usapan lembut terus diberikan oleh Narendra agar Herra kembali tenang.
" apa kau lapar ??" tanya Narendra.
"baiklah. tapi setelah ini pulang ya ?? aku harus membantu kakakmu bekerja, kasihan dia selama kita tinggal dijakarta dia bekerja sendiri." tutur Narendra.
Herra pun nampak patuh dengan mengangguk.
.
.
Dirya bersama Qiara menuju butik Hasna yang memang mereka sudah janjian akan fitting baju pengantin. dan sesuai keinginan dirya dan Draka mereka akan menikah bersamaan bulan depan. semua persiapan sudah mulai diatur.
Dirya nampak sumringah memasuki butik dengan Qiara disisinya.
" akhirnya kalian datang.." Hasna yang melihat Qiara segera menyambut.
" draka mana ??" tanya Dirya.
" ada apa ??" tanya Draka yang baru keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
" aku fikir kau kemana. eh, baju kita sama tidak ??" tanya Dirya.
" aku tidak mau sama denganmu !!" balas Draka.
" draka kau bicara apa, aku merancang sama kok.." timpal Hasna.
" benarkah ?? kakak tidak keberatan ??" tanya Qiara.
"tentu saja tidak. aku malah tidak sabar kita samaan gaunnya." Hasna nampak sangat sumringah dan antusias dan menarik Qiara menuju ruang ganti. " ayo coba gaunmu.." ajak Hasna.
" lihatlah, Hasna saja setuju ideku. kau ini !!" gerutu Dirya
" kak Naren akan mengejek kita jika samaan." balas Draka.
" kak Naren sudah tidak seperti itu." timpal Dirya.
" kira-kira hadiah apa yang akan aku dapatkan nanti dari kak Naren ya ??" Dirya menyandarkan tubuhnya.
" aku akan memintanya nanti."balas Draka sekenanya.
" Dirya aku harus kesingapure besok." ucap Draka mulai serius.
" besok ?? ada apa ??" tanya Dirya terkejut.
" Kerja sama kita yang waktu itu. disetujui sekarang. aku harus kesana." terang Draka.
" hasna sudah tau belum ??" tanya Dirya.
Draka menggeleng pelan. "aku bingung bagaimana bicaranya."
" aku akan bantu bicara nanti.." Dirya menepuk pundak Draka dengan senyum berusaha membuat kembarannya tenang.
.
.
.
.
__ADS_1