You Are Only Mine

You Are Only Mine
akhirnya aku menemukanmu bajingan


__ADS_3

bab 174


.


.


Dirya kembali menuju apartemennya. ia pun segera mencari laptop miliknya yang selalu ia tinggal disana.


buru-buru ia membukanya dan memulai melakukan sesuatu untuk mencari keberadaan Torik.


meretas adalah keahlian Dirya sejak masih duduk dibangku SMP. namun karna larangan sang papa, Dirya tak pernah menunjukkan keahliannya pada siapapun, kecuali Draka.


dengan lihainya, jemari Dirya menari diatas papan keyboard laptop miliknya, tatapannya penuh keseriusan.


" akhirnya aku menemukanmu bajingan !!!" senyum Sinis Dirya terlihat saat ia berhasil menemukan tempat keberadaan Torik.


baru saja Dirya hendak menghubungi Andika, ponselnya sudah berdering.


"halo.." jawab Dirya saat panggilan terhubung.


" Rumah besar diserang tuan. nona Herra dan nyonya Nada dibawa" lapor penjaga.


" apa ??!!!! bagaimana bisa ??!!" Dirya terkejut bukan main. baru satu jam ia berkutat dengan laptopnya, Namun Torik kembali berulah dan kini rumah orangtuanya yang menjadi sasaran.


" segera hubungi papa dan kak Naren !!!" perintah Dirya sebelum memantikan panggilannya.


ia pun berlari keluar dari apartemen.


" jika kau masih disana, aku pasti akan membunuhmu Torik !!!" gumam Dirya seraya meraih pistol dan belati miliknya yang juga ia simpan dikamar apartemen itu.


.


.


" Tuan yakin akan membiarkan tuan muda beraksi sendiri ??" tanya Romi pada papa Revandra.


" tentu saja tidak Rom !! aku hanya ingin melihat dia masih bisa meretas seperti dulu atau tidak.." jawab Papa Revandra.


" tapi rumah anda ..-"

__ADS_1


" siapkan semuanya jika rumahku mengalami kerusakan karna anaknya itu, Aku juga ingin tau Apa Baron masih hidup atau memang sudah mati seperti kabarnya dulu." perintah Papa Revandra.


.


.


" ha..ha..ha.. seperti inikah mafia ??!! penjaganya lemah semua !!???" Torik kegirangan saat ia berhasil menerobos masuk gerbang besar rumah papa Revandra.


" bunuh siapa saja yang ada didalam !!!? jangan sisakan siapapun !!!" perintah Torik.


dorr..


dorr..


dorr..


dorr.


suara tembakan ada dimana-mana.


Dirya yang baru tiba disana sungguh ikut keheranan. biasanya sang papa akan bergerak cepat jika rumah diserang seperti ini, tapi kali ini bahkan penjagaan juga tidak diperketat.


Tanpa takut, Dirya datang sendiri dan kembali menyalakan mesin mobilnya memasuki halaman rumah.


Tembakan ia arahakan pada anak buah Torik yang berkeliaran disana.


dorr..


dorr..


dorr..


dorr..


Torik menghentikan langkahnya saat hendak memasuki rumah itu.


ia menoleh kesumber tembakan.


keluarlah Dirya dengan tatapan penuh kebencian

__ADS_1


" dasar pengecut !!! lawan aku jika kau memang seorang laki-laki !!! jangan malah melibatkan orang lain !!!" teriak Dirya.


" ha..ha..ha..akhirnya kau datang juga..bagaimana ?? kau terkejut kan dengan serangan dariku ??!!" ejek Torik.


"kemarin kau bisa memukuliku, tapi kali ini.." Semua anak buah Torik mengepung Dirya.


Dirya pun segera bersiap dengan waspada.


"kau akan mati dengan segera.. ha.ha..ha.." kembali tawa Torik pecah.


" jika kau sampai melukai keluargaku lagi, aku akan memotong kepalamu Torik !!!??" Ancam Dirya dengan penuh kebencian.


" katakan itu setelah melawan mereka...bye..bye..pengusaha.nikmati pestaku kali ini.." Balas Torik dengan santainya.


Para anak buah Torik menyerang dirya.


" sialan..Pengecut itu benar-benar gila !!" umpat Dirya


meski tak tau akan selamat atau tidak, Dirya tak gentar sedikitpun. ia menyiapkan belati miliknya dan siap melawan. "mama..bantu doa untukku..aku akan membuktikan pada papa jika aku tidak salah memiliki perasaan.." kata Dirya lirih.


ia mengusap kepalanya sembari memejamkan mata, tak ada bantuan yang datang, Dirya sangat yakin sang papa benar-benar-benar marah padanya. dan ....


" serang !!!!" perintah Torik seraya masuk kedalam mobil.


bukk..


bukk.


bukkk.


dagg..


dag..


dag..


dorr..


dorr .

__ADS_1


dorr..


__ADS_2