You Are Only Mine

You Are Only Mine
Perdebatan


__ADS_3

bab 48


.


.


.


Narendra dan Herra berjalan berdampingan, Senyum senantiasa menghiasi wajah pengantin baru itu.


" pagi ma.. pa.." sapa Narendra yang langsung membukakan kursi untuk Herra duduk. Herra yang masih sedikit canggung segera duduk dengan tersenyum.


" kau pasti capek ya Herra ?? sebenarnya mama tidak apa-apa kalian dikamar saja. tapi papa mertuamu itu yang ingin sekali makan bersama denganmu." ucap Nada dengan penuh kelembutan.


" tidak apa ma, Herra sudah tidak lelah. semalam sudah istirahat kok."balas Herra.


"istirahat ??semalam ??" Revandra memperjelas pendengarannya.


Herra langsung menatap papa mertuanya, Apa ada yang salah ?? fikir Herra.


" tentu saja pa.. mereka pasti sangat lelah." timpal Nada.


Revandra menatap Narendra yang menikmati sarapannya dengan tenang. alis Revandra bertaut, merasa ada yang aneh pada putranya yang begitu semangat.


" sudahlah. ayo kita makan saja. Herra, ayo habiskan sarapanmu.." pinta Mama Nada.


herra mengangguk pasti dan mulai meminum jus dihadapannya.


Revandra menggeser sedikit tempat duduknya dan mendekati putranya. entah kenapa orangtua itu begitu amat penasaran dengan apa yang terjadi semalam pada putra dan menantunya. " hey anak muda, kau gagal ya. semalam ??" bisik Revandra.


" papa.lihat saja lehernya Herra. jika sudah ada tanda itu kira- kira berhasil tidak.??" Balas Narendra yang malah mengerjai sang papa.


Benar adanya. Revandra meneliti leher menantunya, dan kelihatan sekali tanda merah yang cukup besar disana.


" bagaimana ?? papa masih mau mengejekku lagi ?? bukannya papa akan memberiku selamat jika..-"


" hey Herra, apa Naren kasar terhadapmu ??!" Revandra malah.beralih bertanya pada menantunya.


" maksudnya apa pa ??" Herra balik bertanya, sebab ia tidak begitu faham maksud sang papa.


" adegan semalam, apa dia langsung saja tanpa pemanasan ??!!" Ucapan frontal Revandra spontan membuat Narendra tersedak.


uhuuk!!


uhuuk !!

__ADS_1


Nada yang tau kemana arah pembicaraan suaminya langsung reflek Melempar buah ditangannya


" awww !! sayang.. kenapa dilempar ??!" protes Revandra.


" apa mulutnya tidak punya rem ??!! memalukan." balas Nada dengan kesal.


Revandra hanya memanyunkan bibir tanpa berani menjawab.


Narendra yang selesai minum begitu tak mengerti kenapa sang papa begitu ingin tau tentang semua itu.


" Herra, jangan dengarkan mertuamu, habiskan sarapanmu ya." ujar Nada pada Herra.


" iya ma.." Herra hanya bisa mengiyakan dan kembali menikmati salad dihadapannya.


" ma, draka dan dirya mana ?? kok tidak disini ??" Herra bertanya saat menyadari kedua adik suaminya tidak bergabung.


" Draka pulang sejak semalam. dia mengantar Hasna dan langsung pulang. kalau dirya dia harus segera kekantor, maklumlah mereka berdua kan harus mengurus kantor papanya."terang Nada.


Herra mengangguk pertanda mengerti.


" ma, besok aku dan Herra juga harus kembali keBali. aku sudah cukup lama disini." tambah Narendra.


" baiklah. tapi hati-hati ya.. kalian juga harus sering kesini."balas Nada.dengan santai.


" tumben tidak sedih Ma.." ujar Revandra.


Revandra mengangguk setuju, sementara Herra menunduk malu, wajahnya merah merona kembali saat mendengar nama.cucu disebutkan mertuanya.


" mama juga harus menjaga kesehatan. jika mau menggendong cucu dariku." balas Narendra.


" pasti sayang.. Herra, kau harus minum susu biar subur."Nada menyerahkan susu pada Herra, Herra tersenyum penuh paksaan seraya menatap Narendra yang hanya tersenyum tipis.


.


.


Mobil Draka berhenti dibutik sang mama yang kini dikelola oleh Hasna, Kedua nya saling tatap dengan senyum menghias.


" sampai kapan kita sembunyi-sembunyi begini ?? memangnya kau dilarang pacaran ??" tanya.Hasna.


" bukan masalah itu, Dirya belum punya pacar, kasihan dia.."balas Draka.


" memang harus ya, jika kau punya pacar dan dia harus punya juga ??!!" ujar Hasna bernada kesal.


Draka.meraih jemari Hasna dan menggenggamnya dengan erat. "jangan marah, nanti jika aku sudah bicara dengan dirya kita akan umumkan hubungan ini.."terang Draka.

__ADS_1


Hasna membuang nafasnya dengan kasar. " baiklah. aku turun dulu.." Hasna langsung melepas tangan.Draka yang menggenggam jemarinya.


" tunggu dulu.." Draka menarik kembali jemari hasna.


"apa lagi !!" protes Hasna.


Draka menarik lengan Hansa lebih kuat hingga mereka begitu dekat. dan sambil berseringai, Draka mencium bibir Hasna begitu saja.


Hasna memejamkan mata saat kedua bibir itu saling bertemu, seolah menikmati dan mencurahkan kerinduan, Draka malah memperdalam ciuman itu saat Hasna membuka mulutnya memberi ruang.


suasana didalam mobil bertambah panas, saat pertukaran slavina semakin dalam. Draka membuka matanya saat ia sangat yakin hasna sudah begitu bersemangat.


seketika pula Draka menyudahi ciumannya. Hasna membuka mata dengan nafas terengah-engah, jujur ia baru sadar mereka tidak boleh meneruskan, namun tubuhnya seakan menginginkan lebih.


" kenapa ?? mau lagi ??" goda Draka.


hasna tersenyum malu.


Draka memeluk Hasna dengan erat. "maaf, aku tidak bisa lebih dari ini. kau berharga untukku, dan berlian itu akan aku buka jika sudah waktunya."


Hasna begitu bahagia. ia memang tidak salah memilih laki-laki. "aku juga tau batasan draka.."


Draka tersenyum lalu membuka pelukannya. "masuklah. dirya pasti sudah menungguku."


" iya. terima kasih. nanti siang kita makan siang bersama. bagaimana ??" tawar hasna.


" kita lihat nanti. aku tidak mau berjanji, sebab mittingku belum tau akan selesai pukul berapa."balas Draka.


Hasna mengangguk lalu segera keluar dari mobil draka.


lambaian tangan hasna mengiringi kepergian mobil draka yang melesat sudah cukup jauh.


.


.


.


Sabar..sabar.. belum waktunya ya 🤭🤭


buka puasa looh ya 😂😂


yuh ah ramaikan kolom komentarnya kakak..🙏🙏🙏


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2