You Are Only Mine

You Are Only Mine
Dikamar


__ADS_3

bab 56


.


.


Nada begitu bersemangat didapur bersama Herra, tanpa disangka Herra memang sangat pandai dalam urusan dapur. meski usianya memang masih muda, Nada begitu mengakui keahlian menantunya itu. Semua menu juga sudah selesai dimasak, mereka berdua dibantu Bik Yumna menata dimeja makan. satu persatu makanan disajikan hingga meja makan yang begitu besar itu sudah penuh dengan banyaknya aneka macam menu.


" wah.. kita pesta ya malam ini ??" tanya Zakia yang baru tiba bersama Rans dan Alvi.


" awalnya ingin membuat beberapa saja. tapi ternyata Herra bisa memasak banyak menu. sekalian saja. mumpung mereka belum keBali."terang Nada seraya memeluk Zakia.


" wah.. masakan pengantin baru nih.." goda Zakia seraya tersenyum pada Herra.


hal itu membuat Herra tersipu malu dengan menunduk.


" biasa saja.. aku ini wanita yang tidak.bisa memasak, banggalah mama akan terus memujimu sepanjang hari.." Zakia menepuk pundak Herra dengan mengedipkan salah satu mata.


Rans dan Alvi hanya menggelengkan kepala, mana ada orang tidak bisa memasak malah bangga.


" papa mana ma ??" tanya Rans.


"diatas Rans.. tolong panggilkan ya ?? sepertinya sedang bersama Naren."jawab Nada yang mengusap kepala cucu laki-lakinya.


Rans segera bangkit dan hendak menaiki tangga,namun ternyata sang papa dan ketiga adiknya beriringan turun.


" ya ampun.. bagaimana mungkin hanya kita yang perempuan disini.." gerutu Zakia sembari berbisik pada Herra.


" tapi malah ramai kak, banyak saudara." balas Herra.


" ramai bagaimana ?? jika sudah besar-besar sudah tidak mungkin kan bercanda" timpal Zakia dengan santainya.

__ADS_1


" kau sudah datang.." sapa Revandra.


"baru aku mau naik memanggil kalian."balas Rans yang akhirnya memutar tubuhnya menuju meja makan kembali.


semua nampak duduk ditempat masing-masing.


"wah.. ini banyak sekali.." ujar Revandra.


" bersiaplah pa, kau akan kekeyangan nanti."kata Draka.


" iya pa.. menantumu ini ternyata pandai membuat menu apapun." balas Nada.


"mama.terlalu berlebihan.." timpal Herra yang cukup malu diperhatikan semua anggota.


Narendra yang tau segera menggenggam.jemari Herra. sontak Herra langsung menoleh kesisi dimana Narendra berada. senyum manis dilayangkan Narendra agar Herra sedikit rileks.


" eehhemm !!! apa kita hanya akan melihat pengantin baru itu ??" Kata Zakia.


semua hanya tertawa kecil, dan memilih memulai makan malam.


satu persatu menu mulai dicoba semua anggota, bahkan Zakia mengacungkan jempol pertanda betapa enaknya masakan Herra dan Nada.


.


.


makan malam sudah usai, Zakia dan Rans juga sudah kembali kerumah mereka. malam juga sudah bertambah larut. Nada sudah digiring Revandra untuk istirahat. dirya dan Draka juga sudah dikamar masing-masing.


Herra pun segera masuk kekamar Narendra. malam ini Narendra memang berniat mengajak Herra agar menginap disana.


wajah letih nampak pada Herra hingga ia tidak sadar saat masuk kedalam ternyata Narendra baru saja mandi dan masih menggunakan handuk yang terlilit dipinggangnya.

__ADS_1


" aaakkhhh !!!" Herra memekik dengan menutup kedua matanya.


Narendra cukup terkejut dan langsung menoleh, ia pun langsung terkekeh saat melihat Herra begitu malu melihat dirinya.


" kakak apa tidak bisa ganti dikamar mandi ??!!" protes Herra.


" memangnya kenapa ??!" tanya Narendra yang sudah dihadapan Herra, herra yang reflek langsung mundur hingga tubuhnya terbentur pintu.


" ka..kak..kenapa malah kesini ??!" protes Herra kembali dengan mata tetap tertutup.


" Herra, kau tau. kau sangat lucu jika seperti ini.." Narendra meraih tangan Herra dan menggenggamnya.


tubuh Herra meremang dan jantungnya berdetak tak karuan. apalagi Narendra kini malah mengarahkan tangan Herra didadanya.


" tubuh ini milikmu.. kau boleh melihatnya.." bisik Narendra.


Merinding, dingin tapi begitu panas didalam. itulah yang dirasakan Herra.


ia mengatur nafas dan menelan ludahnya beberapa kali.


lalu perlahan mendorong tubuh Narendra yang begitu dekat. "kak..bisa..ti..--"


grrepp !!


Narendra meraih pinggang Herra hingga Herra terbentur dada Narendra.


nafas Herra begitu memburu karna terkejut, otaknya sudah traveling entah kemana. hembusan nafas Narendra bisa dirasakan Herra, aroma maskulin khas pria yang baru mandi itu seakan menembus hati Herra yang enggan memberontak.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2