
bab 46
.
.
.
Candrika mengeliat saat tubuhnya merasakan sedikit dingin, ia mengusap lengan dan pundaknya lalu mulai membuka mata, kepalanya masih terasa berat dengan kesadaran yang belum pulih semua. hingga saat matanya sudah terbuka dengan benar, Candrika amat terkejut. dirinya tak memakai pakaian dan hanya menggunakan pakaian dalam saja.
" ada apa denganku ?? ini..ini..dimana ??" Candrika mulai panik dia meneliti kamar dengan seksama, sangatlah asing, ia kembali mengingat apa yang terjadi,
" semalam aku bersama Hasna ?? lalu..ini dimana ??! Apa jangan-jangan.." Candrika menggulung selimut dan langsung turun dari ranjang. memastikan apa yang terjadi pada dirinya.
buru-buru Candrika membuka pintu yang Candrika yakini adalah sebuah apartemen, sebab dari jendela yang terbuka, terlihat sekali jika dirinya tengah berada diketinggian.
Wajah Candrika berubah masam, saat sudah diluar ia mendapati Asisten joy yang tengah menata makanan diatas meja makan.
" sialan pria itu !! dia berani sekali melecehkan aku!! awas saja kau ya ??!!" umpat Candrika dengan geram, ia mempercepat langkahnya mendekati Joy berada.
" dasar pria mesum !! kau menyetujui ajakanku karna kau mau menggunakan kesempatan untuk melecehkanku saat aku tidak sadar kan ??!! kau pria brengsek !!! kau menodaiku !!!" teriak Candrika dengan geram dan amarahnya.
__ADS_1
Joy memutar tubuhnya dengan dua gelas susu dan meletakkannnya dimeja makan.
Joy menatap malas pada Candrika. ia tak mau berdebat dipagi hari begitu, ia memilih duduk dan meneguk susu miliknya.
Amarah Candrika semakin bertambah dengan cueknya Joy. Candrika langsung mendekati joy dengan wajah berapi-api.
brraakk !!!
Candrika memukul meja makan dengan nafas terengah-engah menahan marah.
Joy menghentikan aktivitasnya dan menatap tajam Candrika. keduanya terlibat saling tatap dengan mata elang masing-masing.
.
.
.
"aku mohon jangan menangis.. maafkan aku..aku dan wanita itu tidak memiliki hubungan apapun.. sungguh Herra, kau.bisa tanyakan pada kakakmu.. ya., dia memang mantan kekasihku, tapi itu jauh sebelum kita menikah bahkan sebelum aku mengenalmu, semalam dia mengancam akan membocorkan rahasia pernikahan kita, jika aku tidak menemuinya, ternyata semua hanya rencana agar kau salah faham. aku mohon percayalah padaku Herra," terang Narendra dengan mengangkat dagu Herra agar menatap dirinya.
" Kenapa kakak mengatakannya padaku ?? bukannya memang kita menikah hanya karna aku ingin menolong kakak atas permintaan kakakku ?? dari awal aku yang menyetujuinya, jadi kakak jangan merasa sungkan hanya karna aku menolong kakak.." balas Herra dengan mata berkaca ia menatap Narendra.
__ADS_1
" karna kau istriku Herra. kita menikah secara hukum dan agama. Aku ingin menjadi suami yang bisa membahagiakanmu, kita memang menikah karna kau ingin menolongku, semua yang aku katakan tidak ada kaitannya dengan itu..aku ingin menjaga pernikahan ini.. ." timpal Narendra.
Herra menelan ludahnya dengan begitu kasar, sebenarnya itu juga yang begitu diharapan Herra.
Narendra memegang kedua pipi Herra. " bisakah kita memulai semuanya dari awal. mulai mengenal agar kita terbiasa dan memahami sifat masing-masing ?? aku tau kau belum mencintaiku. tapi jujur Herra, aku sudah merasa nyaman denganmu meski kita belum lama bertemu, terserah jika kau mengira aku menggombal atau apapun, tapi yang pasti aku akan berusaha membuka hatimu." tambah Narendra. wajahnya yang begitu serius terus ditatap lekat oleh Herra. Herra bisa melihat kesungguhan disorot mata itu.
Entahlah, Herra akan bisa memulai atau tidak. Herra juga belum mengerti dengan perasaannya.
.
.
.
.
Sabar..sabar..sabar.. ya.. masih gangguan terus jaringannya.. update susah banget..😭😭😭
ritual like jangan lupa ya.. coret-coret dikolom komentar juga boleh banget loo..😊😊😊
.
__ADS_1
.
.