
bab 23
.
.
.
Dirumah Besar Revandra, telah berdiri menyambut kedatangan Nada dan keluarga. Nurra dan Mike serta Darren dan Melly.menunggu didepan pintu masuk rumah besar itu.
Semua nampak.bahagia. dengan beriringan Semua masuk kedalam rumah. Sementara Herra dan Narendra yang datang paling terakhir hanya bisa melihat sewaktu semua masuk dengan canda tawa bahagia.
Herra yang mematung saat menatap betapa hangat keluarga Narendra begitu iri. selama ini Ia hanya mendapat kasih sayang dari sang kakak saja, Ibunya bahkan sudah lama meninggal sedangkan Ayahnya tidak peduli bahkan dengan tega menjual dirinya.
Narendra yang bisa melihat Herra termangu diam menggenggam jemari Herra. sontak karna reflek Herra langsung menepis begitu saja.
" ehh !!"
Sadar apa yang telah dilakukan Herra tersenyum penuh ketakutan. "ma..maaf tuan.. saya.. saya..tidak sengaja." ucap Herra begitu terbata.
" kau kenapa melamun ?? teringat kakakmu ??" tanya Narendra.
" eemm..tidak..hanya saja..keluarga tuan amat hangat dan..dan..terlihat saling menyayangi." balas Herra tertunduk,
Narendra yang juga tau bagaimana keluarga joy bisa mengerti yang dirasakan calon istrinya itu. Narendra memegang pundak Herra dengan lembut, hingga membuat Herra mengangkay wajahnya. kedua mata yang amat asing itu saling bertatapan.
" kau akan menjadi keluarga kami. kau tidak akan sedih lagi."ujar Narendra dengan pelan dan pasti.
" entah mengapa kau bisa setuju dengan permintaanku, tapi kau tenang saja. kau tetap bebas seperti sebelum menikah, kau bisa melanjutkan kuliah dan melakukan apapun." Tatapan penuh keseriusan dilayangkan Narendra hingga membuat dada Herra begitu bergemuruh. baru kali ini Herra begitu dekat dan bertatapan cukup lama dengan seorang pria.
__ADS_1
" ehemm !!!paman.. kau mengotori mataku !!" suara Alvi tiba-tiba saja terdengar, membuat Herra reflek mundur beberapa langkah.
Narendra memutar bola matanya dengan malas. "salahkan saja matamu anak kecil !!"
Alvi terkekeh dan segera menghampiri Narendra dan Herra yang tertunduk malu.
" Oma sudah pulang ??" tanya Alvi.
" ada didalam. kenapa kau sudah pulang ?? kau bolos sekolah ??" turuh Narendra.
" sembarangan !! aku sedang ulangan semester paman.. makanya cepat pulang !!" balas Alvi.
" kalian sedang apa diluar ?? tidak masuk ??" Sapa Melly istri dari Darren yang termasuk kakak Nada.
" oma Melly !!" Alvi berlari memeluk Melly dengan erat.
" Oww astaga.. cucuku sudah pulang ya.. ayo sayang masuk.. Naren.. herra masuk yuk, kita makan sama-sama. Bibi sudah masak banyak sekali.." ajak Melly yang sudah masuk dengan Alvi dalam dekapannya.
" ayo masuk.." ajak Narendra.
Herra segera menggangguk dan mengikuti langkah Narendra masuk kedalam rumah.
.
.
Sebuah pesawat mendarat sempurna diBandara Udara Dikota Jakarta. Saat telah berhenti semua Penumpang nampak beriringan turun dari pesawat itu.
Diantara mereka ada Granda yang menggunakan kaca mata Hitam dengan tas yang tergantung dipundaknya. ikut turun diantara penumpang.
__ADS_1
Pakaian seksi khas Granda yang selalu ia gunakan memang begitu mempesona, wajahnya yang memang cantik tubuh proposional dan kulit mulus miliknya membuat Granda bisa dikatakan wanita yang sempurna.
" Welcome Jakarta, emmm...tetap sama seperti 3 tahun lalu.." ucap Granda
Entah kepercayaan diri dari mana, Granda dengan berani menyusul Narendra kejakarta. tanpa memikirkan akibatnya nanti Granda begitu yakin, Narendra pasti akan luluh dengan segala rayuannya.
Granda membuka Kacamata dan meletakkannya diatas kepalanya.
Sebuah taksi sudah siap ia pesan dan segera ia masuk dengan koper kecil miliknya.
" pak. kealamat ini ya ??" Granda menyerahkan kertas bertuliskan alamat.
" siap nona." balas sopir.
Senyum genit nampak diperlihatkan oleh Granda.
" Naren.. aku datang..aku sangat merindukanmu.."gumam Granda seraya menatap keluar jendela.
.
.
.
Ritual Like jangan lupa ya kakak..😍😍
biar kita semangat nulisnya..🙏🙏🙏
.
__ADS_1
.
.