
bab 187
.
.
.
Kennan merasa kekenyangan saat mereka semua sudah menyelesaikan makannya.
" paman, kalau memang tidak kuat jangan dipaksa dong, nanti bagaimana kalau paman sampai tidak bisa jalan." komentar Narendra
"ha..ha..ha.. biarkan saja. aku kan memang sudah tua."balas Kennan tak marah.
" jadi kita akan kemana lagi ??" tanya Kennan seraya menatap Narendra, Herra dan Joy.
" Paman bagaimana kalau kita...-" belum selesai Herra berkata, sudah dicegah oleh Narendra.
" Kita pulang dan istirahat. besok kita bisa jalan-jalan lagi."Ucap Narendra.
senyum Herra redup seketika.
" kakak..." protes Herra dengan memohon.
" kau masih harus banyak istirahat. ingat jangan kecapekan."balas Narendra.
Kennan hanya tersenyum bersama Joy.
"tenanglah besok kau bisa jalan-jalan bersama paman. ya.." Kennan mencondongkan tubuhnya kesisi Herra seraya berbisik.
" benarkah ??? aku senang sekali.."Herra nampak sumringah saat mendapat bisikan dari Kennan.
alis Narendra nampak bertaut dengan apa yang ia lihat. Sementara Joy hanya berseringai penuh bahagia. apalagi saat melihat adiknya begitu bahagia.
.
__ADS_1
.
.
beberapa minggu ini, suasana nampak bahagia apa lagi bagi Dirya yang sudah mendapat lampu hijau.
Siang itu, Dirya bersiul dengan santai menyusuri lorong rumah sakit. Setelah pengesahan Akta cerai milik Qiara, kini Dirya benar-benar bebas menemui Qiara. bahkan Qiara sendiri juga telah menerima Dirya. mereka berdua hanya tinggal menunggu masa idah Qiara selesai dan mereka akan masuk kejenjang yang lebih serius.
mata Dirya meneliti ketempat yang biasa Qiara tempati, namun nampak kosong, "kemana dia ??"batin Dirya.
Nampak dari sudut sebelah Dirya keluar Candrika yang nampak lemah dan.lesu dengan setelah kedokterannya.
" Cand !! hay.." Dirya melambaikan tangannya dan memghampiri Candrika.
Candrika nampak malas sekali bertemu saudaranya itu. beberapa hari belakangan ini Dirya sangat rajin sekali menemui Qiara hanya untuk mengajak Qiara makan siang
Candrika hendak berbalik namun sudah ditahan Dirya.
" Hey !! kau mengabaikanku ya ??!" tegur Dirya.
" wah.. kau kena angin apa Candrika, bisa juga kau memanggilku Kakak.." puji Dirya.
Candrika menepuk keningnya beberapa kali. "sudahlah. aku lelah." Candrika hendak melangkah namun kembali dicegah.
" eh.. tunggu !! qiara mana ?? kau sudah selesai memeriksa pasien kan ??" Tanya Dirya.
Candrika menatap Dirya dengan kesal.
" iya. tapi Qiara sudah dipindah tugaskan sekarang. dia tidak bersamaku lagi.."
" apa ?? kenapa aku tidak tau ??!!" Dirya nampak terkejut.
" mungkin Qiara lupa memberitaumu. Sudah ya, aku lelah." Candrika akhirnya menunjukkan wajah memelasnya
" Cand, Qiaraku dipindahkan kemana ??" tanya Dirya penuh kawatir.
__ADS_1
" Bagian Bedah saraf, bersama Dokter Aldy Sofyan." balas Candrika seraya menutup pintu ruangannya.
Mata Dirya membulat kala sadar, Qiara berkerja bersama pria.
" ya ampun.. qiara.." Dirya pun berlari mencari ruangan dimana Qiara sekarang bekerja.
Hingga tanpa sengaja ia melihat Qiara baru keluar dari ruangan operasi dan tersenyum ramah dengan dokter muda yang baru keluar juga bersama Qiara.
" terima kasih bantuannya suster.." ucap dokter Aldy.
" sama-sama Dok. selamat bergabung. semoga kita bisa bekerja sama dengan baik."balas Qiara penuh sopan.
" eehhemm !!!"
Qiara dan dokter Aldy menoleh bersamaan guna melihat sumber suara.
Qiara langsung tersenyum lebar saat melihat Dirya yang sangat kelihatan sekali jika tidak suka pada Dokter Aldy.
" Dirya.." sapa Qiara yang langsung menghampiri Dirya.
tanpa basa basi Qiara menarik Dirya mendekati dokter Aldy yang masih diam dan memperhatikan.
" dokter perkenalkan dia Dirya. Dir, ini dokter Aldy, atasan kerjaku. Qiara memperkenalkan.
Dokter Aldy segera mengulurkan tangannya dengan penuh keramahaan. namun malah disambut Dengan tangan panas pada Dirya.
" halo. saya Aldy. saya baru bergabung dirumah sakit ini."
" Saya Dirya. Direktur pemasaran diRR GENERAL GROUP. dan saya adalah calon !! suami !! Suster!! Qiara !!!" Seakan ingin mengatakan jika Qiara adalah miliknya, Dirya memperjelas kata calon suami pada perkenalannya.
Hal itu malah membuat dokter Aldy terkekeh mendengarnya. begitupun dengan Qiara.
.
.
__ADS_1
.