
bab 222
.
.
.
"a..ada apa kak ??" Dayra memberanikan diri bertanya saat Andika hanya terus diam dan menatap dirinya.
Andika tersadar dan mengedipkan matanya beberapa kali. ia pun mengatur nafasnya beberapa kali agar bisa mengatakan perasaannnya.
"kau akan berangkat pagi ini ??" tanya Andika.balik.
Dayra menjawab dengan anggukan.
"kenapa ??" tanya Andika lagi.
Alis dayra bertaut menjadi satu. "kenapa ?? maksudnya ??"
"em..maksudku kau kenapa.buru-buru kembali ??" balas Andika.
" tentu saja karna rumahku disana. aku kan memang sedang kuliah disana."tutur Dayra.
kembali hening, tak ada suara lagi dari Andika ataupun Dayra. Dayra melirik jam ditangannya waktu penerbangannya sebentar lagi,
"kak. aku pamit dulu ya, maaf kalau selama kita bekerja bersama aku sering merepotkan." pamit Dayra.
" aku senang direpotkan olehmu."balas Andika dengan cepat. ia pun kemudian mendekati Dayra dengan terus menatap mata Dayra. sementara dayra jangan ditanya, jantungnya terus bergemuruh seakan hendak meledak saat Deru nafas Andika bisa ia rasakan karna jarak yang begitu dekat.
__ADS_1
perlahan Andika memegangi kedua tangan Dayra. " Aku tidak tau cara mengatakan perasaan. maaf aku baru menyadarinya. dayra, aku menyukaimu,"
bagai mendapat sebuah tiupan angin ditelinga, Dayra seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.
" apa ??"
" aku menyukaimu. rasanya sangat aneh, karna aku bisa marah jika kau dekat atau diganggu pria lain."terang andika.
Seketika Dayra melepas kan tangannya yang dipegang Andika.
" maaf kak. aku harus berangkat." Dayra langsung berlari masuk kedalam.
" Dayra !! tunggu !! apa jawabanmu !!!" panggil Andika.
Dayra nampak tak.bergeming,bahkan tak menoleh sekalipun. Andika mulai menduga jika Dayra tidak membalas perasaannya.
namun ponsel Andika berbunyi tanda pesan masuk. meski nampak malas Andika.segera membukanya.
Andika menutup.kembali ponselnya dan memasukkan kedalam jasnya. ia melangkah menuju mobil dan langsung meninggalkan bandara tanpa menoleh lagi.
Sementara Dayra yang sudah didepan orangtuanya malah mendapat pertanyaan cukup aneh.
" kenapa kau tidak menjawab ??"
Dayra menatap mama dan papanya dengan keheranan. "apa ?? kalian menguping ya ??"
" he..he..memangnya tidak boleh."balas sang mama.
" ya ampun mama.. memalukan sekali.."Ucap Dayra dengan malas.
__ADS_1
" lalu kenapa kau diam.dan tidak menjawab ??Andika pria bertanggunh jawab loh ??! bahkan dia lebih dewasa darimu, bisa membimbingmu menjadi lebih baik."kata papa darren.
"betul itu. Aku akan berbesan dengan sonia." tambah Mama Mayra dengan girang.
Dayra tak habis fikir ada apa dengan kedua orangtuanya.
" sudahlah. aku berangkat dulu.." Dayra mencium tangan mama dan papanya. tak lupa memeluk keduanya melepas kerinduan.
"jadi apa mau mama sampaikan jawabannya ??" ucap mama Mayra penuh semangat.
" mama berhenti menggodaku !! aku masih mau kuliah !!" balas Dayra dengan malas.
" sudahlah. aku masuk dulu..bye ma,pa.." Dayra melangkah masuk dengan menarik kopernya.
" kenapa anak kita tidak semangat sekali untuk pacaran ??" tanya Mayra pada Darren.
"biarkan saja. dia mau fokus kuliah itu malah bagus."balas Darren.
" tapi kenapa.berbeda sekali denganmu ??!! kau kan dulu play boy ??!" ucap Mayra.
" berhenti membahasku. ayo pulang." Darren merangkul Mayra dan membawa istrinya untuk pulang.
.
.
Dipesawat Dayra nampak merenung dan muram. bahkan sapaan dari para pramugari tidak diindahkan olehnya. untung saja sang papa memesankan tiket dibisnisclass, Setidaknya Istirahat dayra tidak terganggu. apa lagi fikirannya yang masih memutar layaknya komedi putar dengan pernyataan Andika barusan yang bagi Dayra sangatlah mendadak.
.
__ADS_1
.
.