
bab 35
.
.
Hari terus bergulir dengan cepat, Tak terasa waktu pernikahan Narendra dan Herra sudah tiba. Atas keinginan Nada sang bunda, Pernikahan akan dilangsungkan diHotel berbintang milik Revandra, papanya Narendra.
semua anggota keluarga juga sudah berada dihotel itu.
Hotel milik Revandra yang terus berkembang dan berkelas internasional itu kini disulap menjadi sebuah istana megah guna merayakan pernikahan Narendra.
Disepanjang pintu masuk hingga lorong banyak sekali potret gambar Narendra dan Herra yang dipasang.
kiriman ucapan rangkaian bunga dari kolega bisnis Revandra dan Narendra sendiri berjajar rapi disepanjang luar hingga sampai diparkiran..
Didepan pantulan cermin Narendra bisa melihat dirinya yang menggunakan setelan tuxedo Putih yang begitu menyatu dengan dirinya. entah mengapa, jantungnya berdetak tak karuan saat menyadari dirinya akan menikah. sungguh benar-benar tak pernah terbayangkan sebelumnya.
" wah.. kakak kau tampan sekali.." puji Dirya yang baru masuk beriringan dengan Draka.
"aku memang tampan sejak kecil" balas Narendra ia masih setia menghadap cermin.
" Selamat ya kak.. akhirnya kau menikah juga.." Ujar Draka.
Narendra berbalik menatap kedua adiknya. meski tak pernah menunjukkan sisi rasa peduli dan kasih sayang, Tetaplah Narendra begitu menyayangi Adik kembarnya.
" kalian juga sudah berumur. cepatlah menyusul."balas Narendra dengan senyum manis yang jarang sekali ia keluarkan.
Dirya dan Draka langsung memeluk Narendra bersamaan, hingga Narendra mundur kebelakang sedikit. namun Karna tubuh kekar Narendra bisa menahan semuanya. dan untuk kali pertama sepanjang mereka dewasa, Narendra juga memeluk Kedua adiknya dengan erat.
" kami sangat menyayangimu kak..maafkan kami yang sering membuatmu kesal.."ucap Dirya.
" jangan minta maaf, aku malah senang jika kalian membuatku kesal.setidaknya aku punya hiburan mengejek kalian.."canda Narendra.
__ADS_1
Tawa haru terdengar dari ketiga bersaudara itu. didepan pintu Nada direngkuh Revandra saat menitikkan air mata melihat ketiga putranya bisa seperti saat masih kecil dulu.
" ini hari bahagia.. jangan menangis.." bisik Revandra.
" ini air mata bahagia pa..ternyata Narendra tetap sam seperti dulu" balas Nada.
.
.
Sementara Herra juga sudah selesai dirias oleh MUA. dengan Joy yang setia menemani. Herra begitu kagum dengan dirinya sendiri. selama ini bahkan Herra tidak pernah berdandan berlebihan.
" finish Ladies.." ucap MUA yang menangani Herra.
anggap aja Herra ya reader🤭🤭
Joy bangkit dari duduknya dan menghampiri Herra yang berdiri mematung didepan cermin.
Joy menyunggingkan senyum lalu memutar tubuh adiknya perlahan agar menghadap dirinya
" tentu saja kau Syaherra adikku..kau cantik sekali Herra.."puji Joy.
Herra tersenyum dengan sendu. lalu memeluk sang kakak.
" jangan sedih ini hari bahagiamu..apa kau mulai ragu ??"
Herra segera menggeleng. meski memang tak dipungkiri, Herra memang begitu takut dan gundah namun ia tidak mau membuat sang kakak merasa bersalah.
" aku hanya tidak menyangka, ternyata aku juga bisa cantik jika dirias.." ucap Herra dengan cengengesan.
" tentu saja. kau sangat cantik."balas Joy. jujur saja didalam hati joy begitu teriris, hanya demi menolong bosnya keluar dari masalah keluarga, Herra rela menyerahkan masa depannya begitu saja.
" kakak kenapa murung ??" tanya Herra saat menyadari kakaknya melamun.
__ADS_1
" tidak.. hanya memikirkan kata untuk nanti menikahkan mu.."balas Joy.
" kakak tidak sedih kan ??" tanya Herra kembali.
" tentu saja tidak. meski kalian menikah belum karna cinta, setidaknya kau menikah dengan pria yang kakak kenal, dan kakak rasa Tuan Narendra tidak akan menyakitimu." terang Joy.
Herra mengangguk dengan pasti.
" ayo. sudah waktunya." ajak Joy
Herra kembali mengangguk dan mengalungkan tangannya dilengan sang kakak. mereka beriringan keluar dari kamar pengantin menuju dimana ijab kabul akan dilaksanakan.
.
.
.
.
.
yuk ah.. pada dateng nggak kepernikahan fenomenal ini 🤭🤭🤭
udah aku bagi undangan ya..
😍😍😍
.
.
.
.
__ADS_1