
bab 115
.
.
.
Suapan demi suapan dilayangkan oleh Narendra untuk istri tercintanya. benar saja, sejak selesai mandi, Narendra benar menjadi seorang pelayan untuk Herra, memakaikan baju, mengeringkan rambut lalu menyisirnya, sampai kini menyuapi dengan penuh kesabaran dilakukan Narendra.
Herra sangat bersyukur sekali dan sama sekali tak menyangka diusianya yang masih dibilang muda, ia sudah harus menjadi seorang istri. namun Herra sangat berterima kasih pada Allah yang memberinya suami dengan penuh cinta dan kasih sayang yangbegitu besar untuknya.
" kak.."
" hmm.." Narendra terus menyuapkan makanan pada mulut Herra.
" kenapa kakak bisa menyukaiku ??" pertanyaan Herra sontak membuat Narendra menghentikan aktivitasnya.
Narendra menatap lekat mata bulat bening milik Herra. "lalu kenapa kau menyukaiku ??" Narendra membalikkan pertanyaan Herra.
" kan kakak belum menjawab..!!" timpal Herra.
Dalam tatapannya, Narendra pun tak pernah menyangka bisa dengan mudah membuka hati saat kerapuhan hati ketika dihianati oleh Granda.
"Karna aku mencintaimu." jawab Narendra singkat dan tak lupa melayangkan ciuman pada bibir Herra.
" kakak..!! aku serius.." protes Herra
" aku serius sayang.."balas Narendra.
" berapa banyak mantan kakak ??" tanya Herra lagi.
__ADS_1
Alis Narendra langsung bertaut saat pertanyaan sang istri terdengar nyleneh. " kenapa tanyakan itu ??"
" ingin tau saja. kan kakak tau sendiri, kakak pria pertama yang menjadi kekasih sekaligus mantanku, dan berakhir menjadi suami." terang Herra.
" sudahlah jangan dibahas. masa lalu itu.."timpal Narendra ia tak mau istrinya tau dia dulu pria yang sangat senang bergonta ganti pasangan, bahkan sebelum menjalin hubung dengan Granda.
" tetap saja aku mau tau !!!" kekeh Herra.
" buat apa sayang ??!"balas Narendra.
" ya mau tau saja !!! aku tidak membayangkan berapa bibir yang sudah kakak cium !!" Herra melipat kedua tangan seraya menatap kearah lain. mengatakan itu entah mengapa hatinya terasa sakit. kan aneh, padahal dirinya yang sangat ingin tau.
" sayang.. berhenti membahas masa lalu ya ?? kita fikirkan masa depan saja." bujuk Narendra seraya mengusap kepala Herra dengan lembut.
" berarti mantan kakak banyak sekali ya ??!!" tuduh Herra.
Narendra menggaruk kepalanya yang tidak gatal. ada apa dengan istrinya ini, kenapa malah membahas hal tidak penting begitu.
" iya kan !!!? aku tidak mau bicara dengan kakak !!!" Herra beranjak dari duduknya dan berlari keluar.
.
.
Entah keberuntungan apa yang sedang ada pada Giana, Joy dengan suka rela mengantarnya pulang hingga tiba diapartemennya.
Sepanjang jalan, Giana bahkan sangat berani bermanja dilengan Joy, dan sepertinya Joy menikmati sentuhan Giana, buktinya Joy sam sekali tidak menolak. namun namanya sudah sikap, joy tetap diam tanpa ekspresi apapun.
" terima kasih tuan sudah bersedia mengantar saya."ucap Giana dengan suara manja.
" sama-sama. maaf selama ini mengabaikanmu"ucap joy.
__ADS_1
kembali Giana dibuat terperangah saat joy berkata demikian.
" tuan bicara apa.. saya tau tuan memang masih sangat kehilangan..tapi tuan tenang saja, saya akan menghilangkan rasa itu disana.." Giana meraba dada Joy dan menunjuk tepat ditengah dada Joy.
" terima kasih."balas Joy.
Giana girang bukan main hingga ia berani mengecup pipi Joy sebelah kiri. meski begitu terkejut, joy berusaha menutupinya.
" saya turun dulu tuan.terima kasih tumpangannya."ucap Giana.
" sama-sama." balas joy.
Giana langsung turun dan tak lupa melambaikan tangan saat Joy sudah menjalankan mobilnya.
Giana yang amat senang terus menatap kepergian Mobil Joy yang sudah keluar dari gerbang sebuah apartemen disana.
tepukan keras mengejutkan Giana.
Pukk!!
Giana langsung menoleh dan ia pun bisa bernafas lega saat orang yang ia kenal sudah berdiri disana.
" hati-hati dengan dia. dia sangat dekat dengan Narendra." ucap wanita yang menepuk pundak Giana.
"aku tau..aku juga akan memanfaatkan dia..aku tau cara bermain.. kau siapkan saja bayaran untukku.." balas Giana.
" kerjakan tugasmu dulu !!! jika berhasil aku akan langsung mengirim bayaran untukmu.." balas wanita itu.
Giana mengangguk penuh semangat. ia pun meninggalkan wanita yang menemui dirinya guna memasuki apartemen menuju kamarnya guna beristirahat.
..
__ADS_1
.
.