
bab 221
.
.
Andika mematikan mesin mobilnya saat tiba didepan rumah Dayra. entah setan apa yang merasuki dirinya hingga ia malah jauh-jauh datang ditengah malam kerumah Dayra.
"kenapa aku kesini ??" gumam Andika sendiri.
cukup lama Andika melamun didalam mobil. nampak sekali didalam rumah sudah gelap dan bisa dipastikan seluruh penghuni rumah juga sudah tidur, perlahan Andika melirik jam ditangannya, waktu memang menunjukkan pukul 23.30.
"sepertinya aku memang gila.." ucap Andika yang segera menyalakan kembali mesin mobilnya dan memutar arah untuk kembali pulang.
Dugaan Andika benar-benar salah, didalam rumah besar itu Ternyata dayra masih duduk melamun didepan cermin meja riasnya.
Entah mengapa ia sendiri juga tidak tau, kenapa saat ini cukup tak rela jika harus kembali secepat itu. namun keadaan mengharuskan dia menjalaninya.
Perlahan Dayra bangun dan menuju ranjang. sesaat ia menatap koper besar miliknya yang sudah siap ia bawa besok pagi. kemudian dayra menggunakan penutup mata agar ia bisa segera tidur.
.
.
.
Dengan diantar kedua orangtuanya, Dayra menuju bandara pagi itu. pesawatnya akan berangkat pukul 9 pagi. namun sengaja kedua orangtua Dayra mengantarnya pukul 8.00.
" pamanmu tidak.bisa menjemput. mungkin nanti hanya sopir yang menjemputmu." ucap mama mayra.
" iya ma."balas Dayra.
__ADS_1
Mayra melirik putrinya yang duduk dibelakang, meski tak mengatakan apapun, terlihat sekali wajah tak bersemangatnya.
" ada apa ?? kau sakit ??" tanya mama Mayra.
"tidak ma.. aku hanya kawatir pada paman. paman kalau sakit tidak mau mengeluh apapun, hanya diam saja."jawab Dayra.
"huh..makanya mama merelakan kau tinggal dan kuliah disana. jika bukan karna pamanmu, mama tidak akan rela !!" gerutu mayra.
" sudah..sudah..kita sudah hampir sampai ini.." ucap papa Darren menengahi.
.
.
dikantor, Dirya dan Draka datang sedikit terlambat, sebab mereka baru saja menemui dayra bersama istri-istri mereka dan kemudian memulangkan kembali para istri mereka kerumah.
Andika yang melihat kedua atasannya datang menyambut dengan sopan."pagi tuan..tumben datang sedikit siang.."
" iya. pagi ini dia akan berangkat."tambah Dirya.
" pagi ?? bukannya tuan bilang kemarin akan berangkat sore ??" Andika nampak terkejut.
" dugaanku salah. paman darren memesan tiket penerbangan pagi." balas Dirya.
" saya permisi tuan.." Andika nampak.buru-buru lari meninggalkan kedua pria kembar itu.
bukannya heran mereka malah bertos ria.
"dugaanku benarkan, Andika menyukai Dayra.." ucap Dirya.
" setelah menikah kau peka sekali ya ??" canda Draka.
__ADS_1
" sembarangan !!" Dirya menimpali hingga timbul gelak tawa dari mulut Draka.
.
Andika berkendara seperti orang yang kesetanan. beberapa kali ia bahkan menyalahkan dirinya yang terlalu takut mengatakan sejak semalam.
Tak terhitung ia melirik jam tangan agar jangan sampai tertinggal keberangkatan Dayra. setidaknya ia bisa mengatakan perasaannya pada Dayra.
Tiba dibandara Andika berlari bagai orang yang dikejar penjahat, bahkan netranya tak berhenti berkeliling mencari keberadaan wanita yang membuatnya tak tenang beberapa hari ini.
Hingga saat pandangannya tepat melihat Orangtua Dayra, Andika mempercepat langkahnya.
" dayra !!!" panggil Andika dengan nafas memburu.
yang namanya dipanggil langsung menoleh diikuti kedua orangtua Dayra.
" kak An. " gumam Dayra lirih.
Andika berjalan mendekat,
" An,ada apa ??" tanya Papa darren.
" tuan. bisa saya bicara dengan Dayra ??" pinta Andika.
Papa darren menatap dayra dan mama mayra sesaat. "baiklah. kami tunggu didalam ya.." ucap papa Darren.
Andika menatap lekat Dayra, sementara dayra hanya diam.tak mengerti degup jantungnya berdetak tak menentu apalagi saat pandangan mereka saling beradu.
.
.
__ADS_1