
bab 123
.
.
.
Anak buah joy dan Narendra sudah berjajar rapi dihadapan Narendra dan joy.
" dengar semuanya !!!" Narendra membuka suara.
" malam ini saya akan menyerang kelompok anggota mafia Flood yang dipimpin betrand. gang terbesar dikota kita ini !! saya rasa kalian sudah faham siapa mereka !! selama ini kalian sudah bekerja dengan saya cukup lama, untuk saat ini, saya membebaskan kalian untuk memilih ikut atau tetap disini. sebab, saya tidak bisa menjanjikan kemenangan pada kalian !! saya hanya mau mengetahui dalang dari penyerangan mereka !! dengan atau tanpa kalian saya akan tetap menyerang anggota Flood itu !!! " papar Narendra dengan tegas.
Joy pun langsung berdiri disisi narendra. " Jika ingin ikut berjuang bersama bos besar, majulah kedepan !!" perintah Joy.
hening beberapa saat. namun dari barisan depan nampak maju satu persatu hingga semua nampak kompak untuk setuju ikut.
" kami siap membantu dan melindungi tuan besar dan tuan joy !!!" ucap semuanya bersamaan.
Narendra sedikit bernafas lega.
"kami akan pertaruhkan apapun demi melindungi anda tuan !!" skembali mereka menyuarakan dukungan.
" jangan katakan hal seperti itu !! jangan pula ada yang melindungi saya !! ingatlah, kalian juga punya keluarga yang sedang menunggu kepulangan kalian dirumah !!! lindungi diri masing-masing !!!" balas Narendra dengan lantang.
__ADS_1
semua nampak saling pandang dan akhirnya mengangguk dengan patuh.
" joy. persiapkan persenjataan kita" perintah Narendra.
"baik tuan." Joy pun langsung menuju gudang senjata diikuti para anak buahnya.
Narendra membuang nafasnya perlahan. sesuatu yang tak pernah terbayangkan olehnya akan bertarung dengan sebuah anggota mafia. "jika papa tau. pasti dia akan membunuh mereka..semoga saja dia tidak tau.." batin Narendra. yang juga segers bersiap.
.
.
Dijakarta, Papa Revandra nampak termenung dibalkon kamar malam itu hingga membuat perhatian mama Nada teralihkan. mama Nada pun menghampiri suaminya yang nampak lain dari biasanya.
" apa yang papa fikirkan ?? kenapa disini malam-malam ??" tanya mama.Nada saat sudah duduk disisi suaminya.
" ingat usia pa..bahkan ubanmu sudah banyak.." balas mama Nada. namun ia tetap patuh dan langsung duduk dipangkuan suaminya. papa Revandra pun memeluk perut istri ya dengan erat.
" apa yang mengganggu fikiranmu sampai kau begini ??" tanya Mama Nada seraya mengusap kepala suaminya.
" aku tidak menyangka aku sudah tua sekarang.." balas papa Revandra.
" memang sudah waktunya..kau kan yang memberitauku jika aku tengah memikirkan hal itu.."timpal mama Nada.
Papa Revandra tertawa kecil. "iya kau benar. tapi aku masih perkasa loh." canda papa Revandra.
__ADS_1
Mama Nada menatap papa Revandra dengan senyum tertahannya.
" lalu ??"
" kau mau bukti ??!!" goda Papa Revandra.
mama Nada membulatkan mata dengan senyumnya. suaminya selalu bisa menghibur diriinya.
papa Revandra memainkan alisnya naik turun seolah menggoda sang istri.
mama Nada pun tak kuasa menahan tawanya. yang disembunyikan sebab merasa geli dengan tingkah papa Revandra.
" bagaimana ????" tanya papa Revandra lagi.
mama Nada pun segera bangkit. "kemarilah baby.." Mama nada berlari masuk terlebih dulu seraya menggoda suaminya. papa Revandra pun segera berdiri dari duduknya menatap mama Nada yang nampak sekali menggoda dirinya dan langsung menyusul langkah mama Nada agar segera bisa membuat sedikit kepuasan untuk istri tercintanya.
Meski sudah dianjurkan tidak sering-sering mereka melakukan hubungan suami istri oleh dokter, namun demi membuat Mama Nada terlihat bahagia setidaknya Papa Revandra tetap memberikan kepuasan meski tak harus seagresif dulu.
Mama Nada nampak lemas saat keduanya sudah mencapai puncak nirwana dan langsung terlelap dalam dekapan papa Revandra. tempat ternyama sepanjang usianya.
usapan lembut dilayangkan Papa Revandra dikepala wanita yang begitu dicintainya itu. "maafkan aku.. tidak mungkin aku katakan masalah putra kita padamu..aku takut kau sakit lagi..aku tidak bisa kehilanganmu"batin papa Revandra dengan penuh kesedihan..
.
.
__ADS_1
.