You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kedatangan Narendra


__ADS_3

bab 202


.


.


.


Sepanjang didalam pesawat, wajah Candrika berubah murung, sebab Joy tidak ikut malam itu. melainkan Joy akan hadir besok pagi dengan pesawat biasa.


Candrika yang selalu disisi Herra cukup membuat Herra penasaran.


" kau kenapa ?? sejak tadi melamun terus ?? kau lelah ??" tanya Herra.


" tidak. maaf ya, aku tidak mendengar kau bicara." jawab Candrika yang sadar dirinya sejak tadi tak merespon cerita Herra.


"kau sedang ada masalah apa ?? siapa tau aku bisa membatu mencari solusi ??" tanya Herra lagi.


Candrika membuang nafasnya kasar. ia tidak mungkin mengatakan penyebab kemurungannya, Herra pasti akan menertawakannya.


" maaf ya, aku hanya kefikiran kau saja. aku takut kau kenapa-kenapa dijalan." terang Candrika.


" aku ?? tapi aku baik-baik saja ?! bahkan saat kau pasang infus juga aku tidak merasakan apapun ??" tutur Herra.


"benarkah ?? syukurlah, berarti kondisimu tidak seperti kehamilanmu sebelumnya. paman Kennan hebat sekali bisa mendapatkan dokter untuk menyembuhkanmu." balas Candrika dengan senyum manisnya.


Herra pun membalas dengan senyum bahagia juga. ternyata ia telah sembuh dan kini bisa menikmati rasa kehamilan yang sesungguhnya.


.


.


.

__ADS_1


Setelah hampir dua jam perjalanan, Pesawat tiba dibandara. Segera pula para anak buah papa Revandra memberikan jalan untuk Narendra dan herra menuju mobil.


" kau tidak kerumah sakit Cand ??" tanya Herra saat mendapati Candrika hendak naik mobilnya sendiri.


" tidak kak..aku harus pulang. mamaku akan marah jika aku tidak pulang " terang Candrika.


" terima kasih sudah menjagaku." ujar Herra.


" sama-sama. sampai bertemu besok.." Candrika melambaikan tangan pada Herra yang sudah didalam mobil bersama Narendra.


" biarkan anak buah papa mengantarmu !! wanita jangan jalan sendiri malam-malam." ingat Narendra.


" iya..iya.." balas Candrika yang terus menatap laju mobil Narendra dan Herra yang sudah meninggalkan bandara.


" jika aku jadi menikah dengan Joy, lalu bagaimana memanggil Herra ddan kak Naren ??" tanya Candrika sendiri.


tak mau ambil pusing, Candrika pun segera masuk kedalam mobil untuk segera pulang kerumahnya


.


.


.


Mama Nada hampir saja memanggil Herra, namun saat melihat Narendra membopong Herra, sontak pula mama Nada segera membungkam mulutnya.


hanya dengan kode anggukanmama Nada pun mengerti dan membiarkan Narendra membawa Herra menuju kamar mereka.


" aku kan sudah bilang Herra pasti sudah tidur. kau keras kepala sekali.." gerutu Papa Revandra.


" biarkan saja. memang aku sangat ingin menyambut mereka." balas mama Nada yang ikut melangkah masuk.


"cih.. selalu begitu.." gerutu papa Revandra lagi.

__ADS_1


" tebakanmu itu hanya kebetulan pa, jadi jangan sok tau ya !!" omel mama Nada.


Papa Revandra hanya bisa mencebikkan bibir bawahnya dan terus mengekor dibelakang mama Nada.


.


.


Dirumah Papa Abigal, dua calon pengantin tengah berada dikamar mereka. sengaja, hasna meminta Qiara agar sekamar dengannya. agar mereka bisa mengobrol.


tak sengaja saat Hasna baru membersihkan diri, Qiara membuka hijabnya.


rambut panjang yang sangat indah bisa dilihat Hasna.


" wah.. Qiara.. rambutmu panjang ya ternyata.." puji Hasna.


" iya kak. maaf ya, aku terpaksa membukanya aku baru keramas tadi. "balas Qiara.


" tidak masalah. aku malah merasa malu denganmu.. lihatlah," Hasna membuka walk in closet miliknya.


" aku mana punya baju seperti milikmu yang serba panjang. kau bahkan bisa menjaga apa yang seharusnya kau jaga. aku kagum padamu.." kembali Hasna melayangkan pujian.


" kakak terlalu berlebihan. jika hati kakak sudah terbuka, kakak pasti akan mau memakai semua ini sepertiku. karna pastilah kakak tau, dalam islam ini semua adalah aurat wanita yang harus ditutup. dan hanya dengan muhrim saja kita bisa membukanya." tutur Qiara.


meski tak terlalu mendalami agama, setidaknya Hasna tau semua maksud Qiara. dengan seketika Hasna memeluk qiara dengan erat.


" aku sangat bersyukur bisa memiliki saudara sepertimu.. semoga Allah segera membuka hatiku ya.." ujar Hasna.


" amin.. aku akan selalu mendoakannya.." balas Qiara dengan senyum penuh ketulusan.


Dari pintu kedua orangtua Hasna ikut tersenyum haru, melihat kedekatan dua wanita yang akan menikah itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2