You Are Only Mine

You Are Only Mine
Sengaja


__ADS_3

bab 161


.


.


.


Draka dan hasna tiba dirumah sakit, bersamaan dengan Dirya yang kebetulan juga baru sampai.


Bawaan Hasna dan Draka yang banyak membuat Dirya buru-buru membantu.


" wah.. makan besar kita malam ini.." ucap Dirya yang menerima beberapa paper bag berisi makanan.


" wah kau cepat sekali sampainya.." balas Hasna.


" Draka telfon tadi aku sudah dijalan."timpal Dirya.


" bawa ini.." Dirya dibuat kesusahan saat Draka memberikan beberapa kantong lagi dan langsung meninggalkan dirya guna menyusul Hasna yang melangkah lebih dulu.


" Hey !! draka !! sialan ?!" umpat Dirya yang dengan terpaksa membawa semuanya meski nampak sekali kesulitan.


Ternyata Draka sengaja melakukan itu, saat netranya tak sengaja melihat suster Qiara yang kebetulan melintas dan melihat mereka, Draka ingin membuktikan jika suster itu memang menyukai kembarannya. Seraya mempercepat langkahnya Draka berusaha menyembuyikan senyumnya.


Qiara yang melihat dirya kesulitan berjalam akibat banyaknya paper bag yang ia bawa, Seketika langsung menghampiri guna menawarkan bantuan. mengesampingkan segala hal, Qiara sadar jika selama ini Dirya selalu menolongnya, kini ia juga harus membantu pria yang telah menyatakan cinta padanya itu.


" sini saya bantu.." tawar Qiara yang mencegah langkah Dirya dari sisi.


" kau ?? ah..syukurlah.." Dirya cukup lega. setidaknya ada dewa penolong untuknya. Dirya pun segera menyerahkan beberapa paper bag pada qiara


" terima kasih ya, kau tau saja aku sedang kesulitan. jodoh kali ya kita ini.." Ucap Dirya seraya meringis memperlihatkan deretan giginya yang putih.

__ADS_1


" hanya kebetulan tuan. ini mau dibawa kemana ??" tanya Qiara mengalihkan topik.


" kekamar kakak iparku. kami akan makan malam disini." jawab Dirya.


Qiara pun mengangguk, ia pun langsung melangkah terlebih dulu menuju kamar VVIP dimana Pasiennya dirawat.


Didalam Lift Draka tertawa lepas hingga membuat Hasna kebingungan


" kau kemasukan setan atau bagaimana ?? kenapa tertawa ?? kau meledekku ??!!" tuduh Hasna.


" bukan sayang..aku hanya merasa lucu saja melihat dirya tadi. kau tadi melihat suster Qiara tidak ??" tanya Draka balik.


Hasna pun segera menggeleng. "tidak."


" aku sengaja menyuruh Dirya membawa banyak makanan kita, dan aku sangat yakin, Hasna akan ikut kekamar kakak ipar, bagaimana, ideku cemerlang kan ??" Draka membanggakan diri dengan menepuk dadanya.


" aku tidak yakin. kita lihat saja nanti." ucap Hasna yang langsung keluar saat pintu lift sudah terbuka.


Sambutan dari mama Nada dan Papa Revandra serta Kennan begitu hangat.


Hasna juga dapat melihat Herra sudah bersandar cukup lebih baik.


" Hasna, kau bawa apa nak ??" tanya Mama Nada yang sedang menyambut calon menantunya.


" aku dengar dari Draka katanya kalian akan menginap, jadi aku membeli makanan supaya kita bisa makan bersama disini bersama kak Herra juga.." tutur Hasna dengan senyum manisnya.


" kau baik sekali sayang.." puji Mama Nada.


" maaf Hasna sudah membuatmu kerepotan."ucap Herra.


" jangan bicara begitu, aku sama sekali tidak kerepotan kok.." balas Hasna.

__ADS_1


tak lama pintu kembali terbuka dengan memperlihatkan wajah Dirya yang disusul Suster Qiara.


Seakan suatu kebetulan mama Nada pun segera menyambut Putra manjanya.


" mama aku juga membawa calon menantu untukmu.." ucap Dirya.


wajah qiara memerah seketika dengan semua ucapan Dirya.


" benarkah itu ?? syukurlah sayang.." balas mama Nada penuh antusias.


Hasna pun segera membantu Qiara dan mereka berdua mempersipkan bersama, sama-sama ramah membuat kennan membisikkan sesuatu pada Papa Revandra.


" wah.. kau akan mendapat menantu baru adikku.." bisik Kennan.


" masih belum. bahkan mereka berdua belum berbicara padaku"balas papa Revandra dengan santai.


" tapi ini sudah sangat jelas Vandra..ya ampun.. kalau bisa dipercepat ya, mumpung aku disini." tambah Kennan.


papa Revandra menatap tajam kakak iparnya yang merenges memainkan alisnya.


" kapan kita berduel ?? aku tidak sabar membuat mulutmu itu bengkak !!" ujar papa Revandra dengan jelas.


Seketika senyum kennan luntur dan langsung beranjak meninggalkan adik iparnya yang tengah menatapnya dengan tajam.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2