
bab 126
.
.
.
Joy tersungkur dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya saat perutnya diberi tinjuan yang cukup keras oleh pria kekar kaki tangan Betrand.
Narendra yang bisa melihat namun tak bisa menolong hanya berusaha terus bertahan. sebab ia sendiri sudah diserang dari berbagai arah
Beberapa anak buah Narendra pun turut membantu atasan mereka yang tengah kesulitan.
Narendra melayangkan pukulan terhebatnya yang termasuk ajaran sang papa pada beberapa pria berbadan kekar yang terus menghajarnya tiada henti.
daggg !!!
Nafas Narendra berderu cepat apalagi saat melihat pria kekar itu tetap berdiri kokoh semua.
" apa mereka terbuat dari robot ?? kulit mereka keras sekali seperti badak !!?" gumam Narendra sendiri.
bukk !!
bukk !!!
bukk !!
kreet !!
" aakkhhh !!!" pekik Joy saat tangannya hendak dipatahkan oleh pria kekar lawannya. dengan tanpa belas kasih pria itu menindih Joy dan memutar tangan joy kebelakang.
melihat hal itu Narendra pun tak tinggal diam. ia berusaha mencari celah agar bisa membantu Joy.
dengan gerak cepat ia meraih belati yang sudah ia selipkan disaku blazernya dan segera melempar belati itu kearah pria kekar yang mengunci tubuh joy.
jleeebb !!!
tepat sasaran, Belati itu tepat mengenai lengan pria kekar yang mengunci tangan Joy.
__ADS_1
seketika pegangan tangan pria kekar itu terlepas. Narendra pun berusaha melumpuhkan penghalang dihadapanya dengan menendang memutar namun ia menyerang dari bawah. hingga beberapa pria kekar yang menyerangnya terjatuh begitu saja.
Melihat kesempatan itu, Narendra pun berlari kearah joy guna membantu kakak iparnya yang sudah tak berdaya.
" Joy !!!" Narendra membantu Joy berdiri.
" aakkkhhh !!" teriak Joy dengan keras saat Narendra memegangi tangannya.
" bertahanlah joy, aku akan menyuruh anak buah kita membawamu keluar.." ucap Narendra. Sembari membantu Joy berdiri.
" jangan tuan. lebih baik anda saja yang keluar," balas Joy dengan terus meringis menahan sakit yang amat luar biasa.
" ha..ha..ha..ha..." tawa betrand terdengar memekik telinga, saat bisa melihat narendra dan Joy yang tak berdaya hingga banyaknya tubuh yang sudah tergeletak tak bernyawa diarea ruangannya.
Narendra menatap tajam Betrand yang sudah berdiri dari duduknya.
" aku sudah katakan, kau akan kalah pengusaha !! lihatlah, anak buahmu sudah mati semua !!!" teriak betrand penuh kemenangan.
" tuan sebaiknya anda segera melarikan diri.lihatlah kita kalah !! biar saya yang menghadang mereka.." bisik Joy.
" tidak bisa Joy !! Bagaimana nanti dengan Herra !!" balas Narendra dengan berbisik pula.
" percaya diri sekali kalian mendatangi nerakaku..sudah aku pastikan kalian tidak akan bisa keluar dengan hidup.." ejek Betrand dengan melangkah mendekati Narendra dan juga Joy.
Para pria kekar tangan kanan Betrand pun segera membuat formasi mengelilingi Narendra dan joy.
tangan joy yang meraih pistol dari saku blezernya pun tak kuasa menahan tendangan dari para pria kekar itu.
dagg !!
pistol pun terjatuh begitu saja. Joy kembali meringis kesakitan. sakit karna patah tulangnya belum sembuh sudah ditambah lagi dengan sebuah tendangan.
"kau benar- benar berani ya pengusaha ?!! aku hanya dibayar menghancurkan pabrik dan rumahmu, untuk apa kau cari mati mendatangiku ?!!! sungguh pemikiran yang dangkal..ha..ha..ha..ha.." Betrand tertawa lepas kembali saat mengejek Narendra.
" kau fikir aku takut mafia pecundang ?!!! bahkan meski aku sendiri aku tidak pernah takut menghadapimu !! kau yang hanya bisa bersembunyi dibelakang robot manusiamu itu tidak lebih dari sebuah parasit yang mengganggu !!" balas Narendra dengan lantang.
" hah.. kau masih berani rupanya. benar kata orang-orang, kau ini terlalu sombong dan percaya diri ?! buktikan perkataanmu Pengusaha !!!" Betrand menatap tajam Narendra begitupun dengan Narendra.
" habisi mereka !!!!" perintah Betrand dengan keras.
__ADS_1
Narendra dan Joy saling beradu punggung dengan waspada.
" Joy. ada yang ingin aku katakan." bisik Narendra.
" apa tuan ??" balas Joy.
" kau akan menjadi seorang paman. Herra tengah mengandung. berusahalah untuk tetap hidup" terang narendra. yang langsung menangkir serangan dari para pria kekar yang kembali menyerang mereka.
bukk...
bukk..
dagg...
dagg..
srett...
sreett..
" aakkhhh !!!"
" tuan !!!" teriak joy saat bisa melihat lengan Narendra telah tergores belati dari betrand.
" ha..ha..ha.. mati kau hari ini !!!" Bentrand kembali menyerang Narendra tanpa ampun. kata-kata Narendra barusan memang telah membuat hatinya mendidih panas. hingga ia dengan amarahnya terjun melawan Narendra.
dorr..
dorr..
dorr..
dorr..
.
.
.
__ADS_1