You Are Only Mine

You Are Only Mine
Pesawat kok rusak.??


__ADS_3

bab 95.


.


.


.


" apa ??? pesawatmu rusak ?? bagaimana bisa rusak ??" Tanya mama Nada yang keheranan saat berbincang makan malam suaminya mengatakan jika pesawat pribadi mereka.masih rusak.


"Pesawat bisa rusak juga ya pa ??" tambah Herra.


Narendra menyembunyikan seringainya dengan sendok ditangannya. sementara Revandra kebingungan mau menjawab apa.


" tentu saja menantu..kan sudah lama tida digunakan."Revandra memilih membalas pertanyaan menantunya dulu. lalu beralih pada Mama.Nada yang menatap meminta jawaban juga.


"maaf sayang..aku juga tidak tau. Romi dan Yohan tidak bilang jika ada masalah. tapi tenang saja. 3 hari lagi sudah bisa dipakai kok."


" nanti kembar bagaimana ?? bahkan kita pergi juga tidak pamit dengan mereka ??" sanggah Mama Nada.


" mau bagaimana lagi.." imbuh Revandra.


" jika terlalu kawatir sebaiknya pesan tiket pesawat umum saja ma.." saran Herra.


Revandra terperajak. menantunya memang tidak.bisa diajak kerja sama.


" pa..bagaimana ??-"


" tidak..tidak..tidak !! kita tunggu saja pesawat selesai diperbaiki. aku akan meminta mereka mengerjakan segera" timpal Revandra.

__ADS_1


Mama.Nada sudah tidak berani berkomentar. itu lah mama Nada sejak dulu.


" ma..aku tinggal keruang kerja sebentar ya ?? Joy mengirim beberapa arsip yang harus aku periksa. ngobrol saja dulu dengan Herra.." pamit Narendra yang sudah menyelesaikan makannya.


" iya sayang.. jangan lama-lama ya ?? kasihan Herra.." pesan Mama.Nada.


" tenang saja." Narendra berdiri dari duduknya dan melangkah pergi. Papa Revandra ikut berdiri.


"papa mau kemana ??" tanya Mama Nada.


" mau lihat pekerjaan anakku disini apa ??" jawab Revandra seraya melenggang pergi begitu saja.


Mama.Nada hanya menggeleng pelan.


" mama sangat kawatir ya sama Draka dan dirya ?? memang mereka ada masalah apa ma ??" tanya Herra mencoba, jujur ia sangat ingin tau.


" tentu saja sayang.. semua orangtua pasti sangatlah kawatir. termasuk denganmu dan Naren.. awalnya mama.fikir kalian.belum.bisa saling menerima, tapi ternyata mama salah, bahkan cinta sudah tumbuh dihati kalian.." terang mama Nada.


" tapi ma, apa masalah kembar sangat serius ?? mama dan papa bahkan tidak mau ikut campur..??" Herra kembali.bertanya.


" dibilang serius tidak. tapi dibilang hal sepele juga bukan. intinya mereka terlalu saling memikirkan, sampai harus terbelenggu dari sebuah ikatan." Kata Mama Nada.


Herra mengangguk pertanda mengerti. keduanya terlibat percakapan hangat yang begitu saling menyayangi.


.


ceklek..


" papa, kenapa ikut kesini ?? jangan bilang mau mengganggu kerjaku ??!! aku buru-buru pa, Kasihan Herra kalau dianggurin lama-lama !!!" omel Narendra.

__ADS_1


Revandra mencebik."jangan. bicara nglantur Naren !! aku hanya menghindari mamamu saja. ah !! tanpa papa jelaskan seharusnya kan kau sudah tau !!" Revandra membanting tubuhnya disofa panjang disudut ruangan Kerja dirumah milik Narendra.


" lagian salah papa sendiri. kenapa membuat alasan yang begitu aneh ??!! mana ada pesawat rusak !!? cih !! memalukan !!" ejek Narendra.


" diamlah anak nakal !!! aku sudah memikirkan jawaban yang tepat. tapi entah kenapa semua hilang saat ditatap mamamu !!!" balas Revandra dengan kesal.


" ha..ha..ha..!!" Narendra tertawa lepas.


" papa ini suami takut istri ya ?? takut sekali cuma dilirih mama saja ??!! ketua mafia kok suami takut istri !!! ha..ha..ha.." tawa lepas mengakhiri ejekan Narendra untuk sang papa.


Revandra meraih sebuah buku dimeja nakas sisinya lalu melempar tepat diwajah Narendra.


pukk ?!!


" aww !! papa !! kenapa melemparku begini ??!!" protes Narendra.


" biar saja !!! kau selalu saja mengejek papa. membantu tidak !!! awas saja jika papa melihatmu juga menjadi suami takut istri.. papa.akan membuat barkode dikepalamu itu !!" terang Revandra dengan kesal.


" seriusly ??" ujar Narendra sembari memakan permen.


" huh !! pilihan yang benar-benar salah jika aku ada disini.." gerutu Revandra lalu bangkit dari tempat duduknya.


" besok papa mau melihat kantormu !!!" Ujar Narendra sebelum keluar


Meski masih tertawa kecil, Narendra hanya mengangguk seraya kembali fokus pada laptop dihadapannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2