You Are Only Mine

You Are Only Mine
Makan.bersama dikantor


__ADS_3

bab 68


.


.


Narendra memilih membawa Herra kekantornya saja. setelah meminta Joy membeli beberapa menu makanan untuk mereka bersama.


Dengan menggandeng tangan Herra, Narendra memasuki kantornya. Herra begitu terpukau dengan kantor suaminya itu. seolah tak menyangka jika tempat kerja kakak dan suaminya begitu besar dan amat mewah.


Saat Narendra melewati resepsionis dan beberapa karyawan, semua nampak menunduk dengan penuh hormat.


meski sudah mendengar jika bos mereka telah menikah saat kejakarta, para karyawan tetap menerka dan bergosip ria saat setelah Narendra dan Herra sudah memasuki Lift.


" pilihan tuan ternyata daun muda ya ??" bisik salah satu karyawan wanita.


" iya. aku dengar gadis tadi itu adiknya asisten joy." balas wanita satu lagi.


" ehem !!!"


deheman dari belakang kedua karyawan wanita itu membuyarkan gosip mereka. segera mereka menoleh kan begitu terkejut bercampur takut. sebab asisten joy sudah berdiri dibelakang mereka.


tatapan dingin asisten joy begitu ditakuti para karyawan.


" tu..an joy.. em..kami permisi dulu.." Kedua karyawan itu langsung berlari ketempat mereka masing-masing.


Joy hanya mendegus dengan kesal dan melanjutkan langkahnya, ia sedikit terlambat karna harus memesan makanan untuk bosnya.


saat dilift kesialan didapat joy kembali, sebab ia harus bertemu dengan Giana yang begitu terobsesi padanya.


" Tuan joy.. kita bareng lagi.." ujar Giana dengan senyum genitnya.


Meski merasa jengah, joy hanya diam tak menjawab dan menunggu lift segera tiba.


Giana meneliti kedua tangan asisten bos besarnya itu yang sangat terlihat jika tengah membawa makanan.

__ADS_1


" tuan beli makanan banyak sekali ?? apa habis ??" tanya Giana dengan berani.


" ini untuk tuan Narendra."balas Joy dengan singkat.


"oww tuan Naren ya.. aku fikir buat tuan sendiri..aku bersedia membantu menghabiskannya jika milik tuan sendiri.." timpal giana dengan percaya diri..


tingg!!


Lift sudah sampai joy buru-buru keluar saat pintu lift terbuka. Giana hendak mengekor, namun teringat bos besar sudah ada,Giana mengurungkan niatnya.


"nanti malam saja aku keapartemennya.."ujar Giana lirih.


.


.


Ketukan pintu membuat Herra berlari membukakannya.


Joy terkejut saat mendapati adiknya ternyata sudah disitu. pantas saja tuannya meminta membeli makanan banyak.


Narendra bangkit dari tempat duduknya lalu duduk bersama Herra dan joy di sofa panjang.


" sudah selesai joy ?? bagaimana hasilnya ??" tanya Narendra.


" sudah tuan, clear. besok mereka kesini untuk tanda tangan kontrak."balas Joy.


Herra membuka satu demi satu menu makanan yang dibeli sang kakak.


" kakak, ini banyak sekali.."


" iya. aku sangat lapar.." timpal Narendra.


" berarti harus dihabiskan ya.." balas Herra menggoda Narendra.


"joy yang akan menghabiskan sisanya nanti."kata Narendra kembali melayangkan candaannya.

__ADS_1


joy hanya tersenyum tipis dengan obrolan pasangan suami istri itu.


Herra tersenyum melihat Narendra.begitu bersemangat. lalu dengan cepat Herra memberikan makanan kepada Narendra kemudian kepada Joy, dan terakhir untuk dirinya. mereka menikmati makanan bersama penuh kehangatan.


.


Dirya bermain ponsel didalam.mobil saat Draka tiba-tiba ingin ketoilet saat hendak pulang dari menjenguk Hasna.


Draka menyusuri lorong rumah sakit kembali. ia seolah menjadi setrikaan karna bolak balik menyusuri lorong itu.


ya, Draka terpaksa membohongi dirya untuk.menemui.Hasna kembali. karna Hansa mengabari.jika tengah sendiri.


Ceklek..


Hasna nampak tersenyum diwajah pucatnya saat melihat draka.benar-benar datang kembali.


" sayang.."panggil Draka seraya menutup pintu dan langsung mendekati Hasna. entah mengapa Draka sangat ingin memeluk Hansa.


Dan benar adanya, Hasna pun begitu. Saat Draka sudah dekat, Hasna langsung memeluk perut Draka.


Draka dengan perhatian membalas pelukan itu. tak lupa mencium pucuk kepala Hasna dengan begitu lembut.


" aku mencintaimu..cepatlah sembuh.." bisik Draka.


Hasna menengadah dengan tangan masih melingkar diperut Draka.


" kau meninggalkan Dirya ?? lalu kau beralasan apa ??" tanya Hasna.


" jangan bahas itu. aku hanya ingin memelukmu dulu.."balas Draka yang kembali membawa hasna kedalam pelukannya. kelegaan.terasa meski hanya memeluk.tubuh Hasna yang masih terasa hangat karna memang sedang sakit itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2