
bab 208
.
.
.
Dirya menghentikan aksinya, saat Qiara merintih kesakitan. bahkan Dirya juga merasakan sesak saat benda berharga miliknya memasuki Qiara.
" Qiara kau..??" ucap Dirya saat menyadari istrinya masih tersegel.
Sembari memejamkan mata guna menahan sakit yang luar biasa kala Benda keras dan besar milik Dirya berhasil menerobos pertahanan Qiara.
Seakan mendapat berlian ditumpukan jerami, Dirya begitu beruntung. padahal sejak awal Dirya tidak pernah memikirkan jika Qiara belum disentuh suaminya terdahulu.
saking bahagianya, Dirya menghujani wajah Qiara dengan ciuman bahagianya. "terima kasih sayang kejutannya.." bisik Dirya yang tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
" aahhhsstt !!" Desis Qiara saat tak sengaja Dirya mengoyangkan pinggulnya tanpa sadar
" maaf..maaf.. sakit sekali ya ??" tanya Dirya tersadar.
perlahan Qiara membuka matanya. "sakit." balas Qiara.
" tenanglah sayang.. tenang ya.." Dirya membelai wajah Qiara dengan sentuhan hangat, lalu kembali menciumi kedua pipi Qiara, hingga penyatuan bibir kembali mereka lakukan. dan setelah merasa Qiara sudah bisa mengimbangi ciumannya, Dirya memulai aksinya, pelan namun penuh hentakan gairah.
rasa sakit yang semula dirasakan Qiara, berubah menjadi de sa han yang membuat Dirya semakin mempercepat ritme hentakannya.
lenguhan terdengar saat keduanya mencapai nirwana surga dunia, saat bibit-bibit kehidupan tersemai dirahim Qiara beberapa kali.
.
__ADS_1
.
.
Dikamar Draka masih terjadi perdebatan antara Hasna dan draka. dimana Hasna yang tidak mau melakukan malam pertama dengan alasan yang cukup konyol. sebab saat melihat senjata Draka, Hasna menjerit ketakutan.
" cepat tutup itu aku takut sekali !!!" teriak Hasna seraya memejamkan mata dan meringkuk ditempat tidur. tubuhnya yang sudah polos tanpa sehelai benangpun sudah tak difikirkannya.
" sayang kau ini bagaimana, jika kecil nanti tidak akan terasa.. ini sedang on saja, nanti kalau sudah dia akan tidur lagi.." Draka mencoba menjelaskan.
" tapi masak sampai segitu besarnya. kau bayangkan saja, mana muat padaku !!!? aahh.. aku membanyangkannya merinding.. tidak..tidak..punyaku bisa robek nanti !!" protes Hasna masih dengan posisinya
Draka mengusap kasar wajahnya. entah bagaimana membuat istrinya.
Perlahan Draka mengusap punggung istrinya berusaha menenangkan. " kau tidak kasihan padanya. nanti kalau dia menangis bagaimana, bukannya tadi kau yang menyuruhnya bangun.."
" iya, tapi aku fikir tak sebesar itu. jika tau aku tidak akan membangunkannya.." balas Hasna seraya membalikkan tubuhnya. ia juga merasa tidak enak dengan pria yang sekarang berstatus suaminya itu.
Draka tak marah, ia sadar ini adalah kali pertama yang akan mereka lakukan. harus penuh kesabaran.
mendengar ucapan suaminya Hasna cukup merasa bersalah. seharusnya ia tidak sehisteris itu.
Draka hendak bangun namun dengan segera hasna mencegahnya denga. menahan lengan Draka.
" tunggu.. kau marah padaku ??" tanya Hasna dengan wajah penuh kawatir.
draka tersenyum menatap Hasna.
" tentu saja tidak, aku hanya tidak mau membuat mu merasa terpaksa."
" maksudku bukan begitu.. aku..aku..hanya takut saja.." ucap Hasna sembari menundukkan pandangannya.
__ADS_1
Draka mengangkat dagu Hasna dan kedua mata mereka saling beradu
Kecupan lembut dilayangkan Draka.
" kau fikir aku tidak takut ?? aku lebih takut."canda Draka.
" kau takut kenapa ?? kau kan hanya memasukkannya saja.." balas Hasna apa adanya.
" tetap saja. menerobos sesuatu yang sempit juga akan membuat milikku sakit." draka juga mengatakan yang sejujurnya.
Wajah Hasna bersemu merah dengan ucapan frontal suaminya.
" kita coba bagaimana ??" tawar Hasna.
" kau yakin ??" tanya Draka dengan senyum bahagianya sebab ia berhasil meluluhkan hati istrinya
Hasna segera mengangguk. "tapi pelan-pelan ya.."
Draka pun turut mengangguk. lalu mereka memilih memulai pemanasan kembali dengan saling berpa ngu tan, Pertukaran slavina dengan tangan Draka yang bergerilya membuat Hasna menggelincang kegelian.
Hingga Saat sudah dirasa cukup, Draka memulai aksinya memasuki Hasna.
Hasna pun memejamkan mata. dan saat benda besar panjang milik Draka mulai memasukinya Hasna bisa merasakan sakit yang luar biasa itu.
namun draka langsung me lu mat bibir hasna agar tak terjadi lagi teriakan histeris dari hasna.
Dan akhirnya Draka bisa merasakan miliknya sudah masuk sempurna pada Hasna, Perlahan ia mulai memberikan aksinya pada Hasna, dan Beberapa menit kemudian, Rasa sakit sudah berubah menjadi kenikmatan yang tiada duanya.
hampir beberapa kali Draka mengeluarkan benih-benih suci kehidupan pada Hasna pada saat ******* masing-masing.
.
__ADS_1
.
.