
bab 186
.
.
.
Hari keberangkatan Narendra dan Herra sudah tiba. pagi itu semua nampak antusias untuk mengantar. hanya Qiara dan Hasna yang tidak ikut.
Sementara Kennan yang ingin ikut berlibur kekota Bali Membuat Revandra kesal. sebab Kennan seperti anak muda yang membawa koper cukup besar.
" Vandra. bawakan koperku !!" perintah Kennan saat tiba dibandara.
Papa Revandra hanya bisa.mendegus kesal. dirya dan Draka sudah membawa koper Herra dan Narendra.
" biar aku saja.." tawar mama Nada.
"tidak sayang.. aku saja. lagian.setelah ini aku bisa lepas dari pria lajang itu." ujar Papa Revandra seraya melayangkan tatapan tak sukanya pada kennan. seolah tak mau ambil pusing,Kennan melenggang bersama Herra didepan.
"ma, pa, terima kasih atas bantuan kalian. terima kasih sudah menyayangi Herra sampai seperti ini..kalian adalah orang berharga untukku..maafkan keputusan Herra ini ma, pa." Tutur Herra seraya menatap mama Nada dan papa Revandra.
tak kuasa menahan kesedihannya. mama Nada memeluk Herra. "mama juga minta maaf ya, mama lalai menjagamu.."
" tidak ma.. semuanya takdir, dan hanya takdir.." balas Herra seraya membuka pelukannya.
Herra beralih pada papa Revandra, Herra mencium tangan Papa Revandra dan ternyata papa Revandra mengusap kepala Herra dengan lembut.
" mulailah semua dengan bahagia. papa doakan kalian bahagia disana."
" terima kasih pa.." Herra nampak tersenyum bahagia.
" kalian berdua..aku tunggu undangannya ya.." ucap Herra pada Dirya dan Draka.
" tenang saja kakak ipar, kalau masa idah Qiara sudah selesai aku akan segera menghubungimu.." balas Dirya.
__ADS_1
" cih.. menjijikkan.." umpat Narendra.
" ma..pa..kami.berangkat dulu.."pamit Narendra.
" hati-hati sayang..sering-sering hubungi kami.." balas mama Nada.
Narendra mengangguk pelan dengan senyum tipisnya.
" paman ken, jangan lupa oleh-olehnya ya nanti !!?" ucap Draka pada Kennan.
" kirim apa keinginanmu, aku akan sewa pesawat papamu untuk membawanya."balas kennan dengan enteng.
"oh ya.. kau kan punya pesawat pribadi, kenapa anak kita kau biarkan naik pesawat umum ??!!" tegur mama Nada.
Papa Revandra memelototi kennan yang terkekeh penuh kemenangan.
" sayang..mereka yang mau naik pesawat umumm."papa Revandra mencoba menjelaskan.
" ma..kami tidak masalah kok..lagian Herra lebih senang naik pesawat dengan banyak penumpang," timpal Herra mencoba menengahi.
"tidak masalah ma.." tambah Herra.
Setelah semua berpamitan, Narendra menuntun Herra untuk masuk karna waktu keberangkatan sudah tiba.
Kennan yang memang akan ikut juga ikut masuk kedalam pesawat guna mencari tempat duduk untuknya.
Narendra tak melepas genggaman tangan pada jemari Herra. setelah dudukpun Narendra kembali menggenggam jemari Herra.
" apa kakak sudah menghubungi kak Joy ??" tanya Herra.
" tentu saja sudah. awas saja jika dia terlambat menjemput kita."jawab Narendra.
" bagaimana keadaan kak Joy sekarang ya ??" Herra menjadikan lengan Narendra sebagai tempatnya bersandar.
sementara Kennan sudah siap dengan kaca mata hitam agar menutupi matanya dan memulai tidurnya.
__ADS_1
.
.
Joy nampak sumringah disepanjang jalan. kabar kepulangan Narendra dan Herra begitu membuatnya sangat dan sangat bahagia. ia mempercepat laju mobilnya, ia tidak mau sampai datang terlambat.
Hingga tepat saat Joy tiba diBandara nampak Narendra yang menarik koper dua dan berjalan bersama Herra.
Dengan sedikit berlari Joy menghampiri adik kesayangannya. jujur saja ia cukup prihatin dengan apa yang menimpa sang adik.
" kakak !!" Herra berlari menghambur kepelukan joy.
" adik kecilku.." Joy mendekap erat tubuh Herra.
" kakak..aku merindukanmu.." ujar Herra.
" Jangan bicara begitu.. suamimu akan cemburu nanti.." canda Joy.
Herra tersenyum seraya mengusap air mata yang hendak jatuh.
" aku membiarkan kau memeluk Herraku Joy hanya hari ini.. besok-besok sudah tidak.boleh."ujar Narendra.
" ya ampun Naren..kau mirip sekali dengan papamu, cemburuan."Tegur Kennan.
" tuan Ken.. selamat datang.." sapa Joy dengan penuh hormat.
" hey..jangan formal aku bukan tuanmu." balas Kennan.
" asisten Joy. bawa kami ketempat makanan terenak disini. ayo.." Kennan menarik joy menuju Mobil.
narendra dan Herra pun segera mengekor dan ikut masuk kedalam mobil.
.
.
__ADS_1
.