
bab 140
.
.
.
Sepanjang malam, Herra nampak gelisah dan tak.bisa tidur. kondisi sang kakak memang terlihat sudah baik-baik saja. tapi entah mengapa rasanya kasihan sekali jika harus meninggalkannya disana sendiri.
Waktu sudah menunjukkan pukul dini hari, semua mata pasti juga sudah terpejam mengistirahatkan tubuh masing-masing, tapi entah dengan Herra.
sesekali ia melirik suaminya yang sudah terlelap dalam tidur, perlahan Herra bangkit dari tempat tidur dan duduk bersandar.
sembari mengusap pelan perutnya. "sayang..mommy tidak menyalahkanmu, mommy hanya berfikir jika tubuh mommy terlalu lemah saat menjagamu..sampai mommy terlalu kawatir dengan paman Joy.." gumam Herra sendiri.
Dekapan hangat dirasakan Herra saat Narendra terjaga dari tidurnya.
"Jika kau tidak mau kejakarta, aku akan katakan pada papa besok. aku tau apa yang kau rasakan..tapi jangan terlalu difikirkan ya ?? aku tidak mau kau sampai stres.." tutur Narendra
" jangan..aku tidak mau mengecewakan papa..lagian yang papa lakukan juga demi kebaikanku, papa sangat menyayangiku, aku hanya sedikit sedih saja, bukan juga karna kondisiku.." terang Herra.
" tapi kau sampai tidak tidur ?? fikirkan juga dia sayang.." Narendra meraba perut Herra.
" baiklah... tapi jangan lepas pelukannya ya ?? aku tidak.bisa tidur jika jauh darimu.." ujar Herra seraya menelusupkan wajahnya didada Narendra dan mulai memejamkan mata. Narendra hanya tersenyum bahagia, ia sangat ingat kata-kata Joy yang mengirimi dirinya pesan.
"aku pasti akan selalu menjaganya Joy..dia separuh nyawaku..membahagiakan dia adalah prioritasku.." batin Narendra
.
.
.
Sinar mentari sudah mulai menampakkan dirinya, Mayra dan Darren pun membantu Narendra dan Herra bersiap, untuk kembali kejakarta bersama papa Revandra.
papa Revandra sengaja mengambil penerbangan pagi, agar tidak terlalu sore tiba diJakarta.
Joy tak mau ketinggalan. ia sudah rapi dengan pakaian biasa namun tetap rapi, dan bergegas hendak menuju ruangan adiknya.
__ADS_1
bersamaan dengan Candrika yang baru akan masuk keruangan rawat Joy.
" kau ?? mau kemana ??!" tanya Candrika sedikit terkejut.
" aku mau kekamar Herra. dia akan berangkat pagi ini.." balas Joy.
" tapi bagaimana dengan..-"
" aku sudah baik. lihatlah aku sudah kuat berdiri.." sambar Joy.
" kau keras kepala..!!" umpat Candrika. seraya menatap kearah lain.
" baiklah. ayo.." Candrika membuka lebar pintu dan mempersilahkan Joy untuk keluar.
" kau tidak ikut pulang kan ??" tanya Joy saat mereka berdua berjalan beriringan.
" Tentu saja..!!" balas Candeika dengan cepat
Langkah joy langsung terhenti dan menatap Tajam Candrika. "maksudnya ??"
Candrika langsung salah tingkah ditatap Joy dengan sangat intens.
" lalu ??" balas Joy.
Candrika dibuat tidak mengerti. "lalu ?? apa ??"
" lupakan saja !!" Joy melanjutkan kembali langkahnya tanpa.menoleh ataupun menunggu Candrika.
" kenapa dia ??" gumam Candrika yang langsung menyusul langkah Joy..
.
.
Baru tiba dilorong menuju kamar rawat Herra, Mereka sudah berpapasan dijalan.
" kak Joy.." panggil Herra yang masih setia duduk dikursi roda. Narendra terlalu overprotektif, Herra seolah tak diperbolahkan menginjak tanah.
" kau sudah sehat joy ??!" tanya Papa Revandra.
__ADS_1
" sudah tuan. saya sudah baik-baik saja." balas Joy. dengan hormat.
Papa Revandra mengangguk mengerti. "kau sudah tau kan kami akan pergi ??"
" sudah tuan." jawab Joy lagi.
" saya harap kau bisa mengerti. Herra butuh kami juga untuk menjaganya. kandungannya sangat lemah, kami sangat kawatir sekali jika.jauh seperti ini.." terang papa Revandra.
" saya sangat mengerti tuan besar. saya malah berterima kasih sekali.. tuan sudah menganggap adik saya sebagai anak tuan sendiri..hati saya cukup tenang sekarang karna Herra juga sudah memiliki suami yang bisa melindunginya.."terang Joy dengan jelas.
" kami juga akan menjaganya Asisten Joy.." tambah Mayra.
" terima kasih sekali lagi Tuan dan Nyonya." Joy membungkuk penuh hormat
Mayra beralih pada Candrika yang mematung diam. "Cand ?? kau tidak ikut sekalian ??"
" iya. paman beri gratis tumpangan kali ini.." tambah Revandra.
Candrika gelagapan dibuatnya. "em..itu..paman..bibi..sepertinya aku belum bisa kembali.."
" kenapa ?? seminarmu belum selesai ??" tanya Mayra.
" iya. ada beberapa hal yang harus kami selesaikan. mungkin dua tiga hari.." jawab Candrika beralasan.
" baiklah..hati-hati disini.." pesan papa Revandra. "Joy tolong jaga Candrika ya.. disini terlalu berbahaya untuk wanita seperti dia.." papa Revandra berkata pada Joy.
" baik.tuan" balas Joy singkat.
" kau mau mengantar kami kebandara tidak ??" tawar Narendra.
" tidak tuan saya disini saja."balas Joy lagi lalu mendekati Herra. "sudah jangan sedih. setiap akhir bulan kakak akan mengunjungimu.."
Herra hanya mengangguk pertanda mengerti.
.
.
.
__ADS_1