You Are Only Mine

You Are Only Mine
Kebersamaan kakak dan adik


__ADS_3

bab 34


.


.


.


"apa ?? menikah ?? dengan gadis kecil itu ??" granda terkejut dengan laporan pesuruhnya yang diminta mencari tau hubungan Narendra dengan gadis yang granda lihat waktu itu.


Granda mematikan panggilannya. seolah tak percaya, bagaimana bisa Narendra begitu mudah melupakan dia ?? mereka bahkan menjalani hubungan cukup lama sebelumnya.


" apa ini hanya rekayasa ?? aahhh !!! aku harus bergerak cepat !!" Granda segera meraih tas yang ada dimeja, dan berlari keluar.


.


.


Narendra membantu kedua adiknya lembur Dikantor sebagai balasan Karna kedua adiknya sudah membantu persiapan pernikahannya.


dengan kaca mata yang bertenger matanya, Narendra begitu serius, bahkan tangannya dengan lihai menari dipapan keyboard laptop dihadapannya.


Dirya dan Draka begitu kagum dengan sang kakak yang begitu mudah membuat konsep desain. padahal Usaha Narendra jauh dan berbeda dengan bisnis sang papa.


" kalian ini diam saja ??!! apa hanya akan melihat ??!!" gerutu Narendra.


" aku lelah kak !!" Dirya meregangkan otot-otot lengan dan tubuhnya.


" kak. kenapa kau jenius sekali sih ??!! bisnismu bahkan bukan dijalan ini ??" tanya draka.


narendra melepas kaca matanya lalu menatap kedua adiknya.


" semua bisnis sama. otak kalian saja.yang cetek." balas Narendra.

__ADS_1


Dirya mencebikkan bibirnya.


" kak, kenapa tidak pindah kesini saja ?? kan kami bisa membantu pekerjaan kakak." ujat Draka.


" tidak bisa..semua aku awali dari sana dan kantor pusat juga ada disana. tapi nanti jika aku mau mengembangkan lagi mungkin bisa dijakarta." terang Narendra. seraya menikmati Kopi buatan Dirya.


" mama pasti akan bertambah senang jika kakak.bisa tinggal dijakarta juga"timpal Dirya.


" sudah aku simpan. besok kalian print saja. aku mau pulang." ucap Narendra tanpa menjawab perkataan Dirya dan kemudian melangkah keluar dari ruangan.


" bilang saja mau menemui Herra " ejek Dirya.


Narendra tak peduli dengan ejekan sang adik, ia terus melangkah keluar menggunakan lift khusus.


" aku tidak membayangkan akan seperti apa pernikahan kak Naren nanti, lihatlah, kakak irit sekali berbicara, senyum.juga susah, apa yang bisa membuat adiknya asisten Joy menyukai kakak ya ??" Oceh Dirya sendiri.


" kenapa kau jadi kepo begitu ??" tanya Draka.


" bukan kepo, tapi lihat saja. sifat dan watak kakak itu susah sekali ditebak, mama dan papa saja kuwalahan mengaturnya.."jelas Dirya.


Dirya mengangguk dengan memanyunkan.bibirnya. kata Draka memang benar, Narendra memang sudah sukses sejak usia muda.kecerdasan otak yang dimiliki Narendra diatas rata-rata, membuat siapa saja merasa kagum dan senang.


.


.


joy meneliti meja makan yang penuh dengan menu masakan sang adik. Joy melihat sang adik masih membawa Sepiring menu lagi dari dapur mereka.


" kakak sudah bangun ya ?? aku baru mau membangunkan kakak.." ujar Herra sambil meletakkan piring diatas meja.


" Herra, kau kan tidak ulangtahun ?? kenapa masak banyak.begini ??!" tanya Joy yang masih keheranan.


Herra menerbitkan senyum lalu membukakan. kursi untuk joy duduk.

__ADS_1


" duduklah kak.." Herra menarik Joy agar segera duduk. Joy mengikuti dan masih menunggu jawaban Herra.


Herra langsung duduk disisi Joy masih dengan senyum sumringahnya.


" aku sengaja memasaknya. aku ingin sebelum aku menikah, aku sudah mengurus kakak dengan baik.aku akan gunakan waktu singkat ini bersama kakak saja. selama ini kakak yang sudah menjagaku dan mencukupi kebutuhanku, meski aku menyiapkan puluhan menu makanan tidak akan bisa membalas semua yang telah kakak lakukan.." terang Herra dengan wajah sungguh-sungguh.


Joy membuang nafas perlahan lalu membalas senyum sang adik. ia memegang kedua pipi Herra.


" kau tidak perlu melakukan ini Herra, kau memang tanggung jawab kakak saat ini.. kita sudah tidak punya orangtua, otomatis kewajiban kakak menjaga dan mencukupi semua kebutuhanmu.. jika kau begini, kakak malah merasa sedih, selama ini kakak hanya memberimu uang tanpa menjaga dan menemanimu..maafkan kakak ya.." balas Joy dengan setulus hatinya.


" kenapa jadi kakak yang minta maaf.. aku kan jadi sedih !??" Herra menepis pelan tangan sang kakak saat hatinya yang lembut terasa terenyuh dengan perkataan Joy.


Joy terkekeh dengan respon adiknya. ia kemudian mengacak rambut Herra.


" ya sudah. ayo kita habiskan berdua semua ini.." ajak.Joy dengan sumringah.


Herra tersenyum lebar dan begitu bahagia lalu mengangguk dengan cepat. ia meraih piring dihadapan kakaknya dan mengambilkan semua menu hingga memenuhi Piring bulat itu.


.


..


.


Jadi ikut baper othornya 😭😭😭


soalnya othor nggak punya kakak laki, ngehalu aja jadinya 😊😊😊


ritual like jangan lupa ya.. ramaikan juga kolom komentarnya.. siapa tau ada yang komentar gokil, bikin othor jungkir balik kesenanganπŸ™πŸ™πŸ™


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2