
bab 179
.
.
.
Dengan cekatan Narendra.mengendarai mobil menerobos gerbang rumah milik Torik.
Dibelakang juga telah siap Darren dengan Kennan.
Dorr..
dorr..
dorr..
sambutan dari para penjaga menghujani mobil Papa Revandra dan Darren.
Mobil berhenti dan diam saat peluru terus saja bertebaran menyerang.
" Vandra biar aku saja." ujar Darren dalam.sambungan Hasfree
" jangan hacurkan rumahnya Darren.!!!" ingat Revandra.
" tenang saja pak Tua !!" Darren melempar bola hitam kearah para penjaga yang mengepung mobil mereka.
dan..
domm !!!
Semua tergeletak dengan luka.
__ADS_1
mendengar suara dentuman keras itu, anak buah Torik yang masih dimarkas segera berlari keluar. termasuk Baron, ia pun hendak keluar, namun penjaga yang ditugaskan menjaga dia mencegahnya.
" tuan sebaiknya segera ikut saya.." ajak penjaga itu.
" tapi rumah ini akan diratakan Revandra !!" balas Baron.
"saya hanya diperintah tuan muda tuan..mari silahkan." ajak penjaga itu dengan wajah serius.
Baron bisa mendengar.baku hantam diluar.Cidera pada kakinya yang dipotong Revandra dulu membuat Baron tak bisa bertarung kembali.
Tangan Baron terkepal dengan kuat saat teringat bagaimana Revandra dulu dengan kejinya memotong kakinya tanpa ampun.
" hubungi Torik. katakan dia harus cepat sebelum Revandra dan keluarganya menyadari kita mengelabuhinya." perintah Baron.
" tapi Tuan besar.. saya hanya..-"
" cepatlah !!!" bentak Baron.
brrakkk !!!
" papa !! dia disini !!" teriak Narendra melaporkan pada sang papa.
Papa Revandra pun segera masuk dan menatap Baron yang sudah mengarahkan senjatanya pada Papa Revandra.
Papa Revandra bisa melihat jika salah satu kaki Baron sudah tidak ada. Seakan tak percaya jika musuh lamanya masih hidup papa Revandra masih terus menatap lekat Baron dari atas hingga bawah.
" Kau mau apa Vandra ?!!! apa kau belum puas mengambil kakiku !!??" bentak Baron.
Narendra dan Dirya membulatkan matanya saat mendengar teriakan baron. kaki ?? keduanya saling pandang dengan pertanyaan dikepala masing-masing
" ikutlah denganku Baron. aku tidak mau melukaimu lagi." ucap Papa Revandra dengan tenang.
" cih !! menjijikkan. munafik !!! kau mau terlihat baik dimata anak-anakmu ?!!! padahal kau tidak lebih buruk dariku Vandra !!!" Celoteh Baron dalam kata-katanya. ia terus memfokuskan senjata laras panjangnya pada Papa Revandra.
__ADS_1
" aku memang tidak baik. dan anak-anakku tau itu. jadi berhenti bicara omong kosong. dan. ikutlah dengan kami."balas papa Revandra.
Narendra dan Dirya melangkah mendekati Baron dari sisi lain.
" jika kalian terus mendekat, aku akan menembak pria yang kalian sebut papa ini !!!?" ancam Baron.
Darren yang sudah selesai menghajar anak buah Torik ikut masuk kedalam bersama Kennan.
" ya ampun.. dia benar masih hidup.." ucap Darren.
" Mafia tobat !! kau bahkan mau membunuhku ??!! kalian mau membunuh aku yang sudah seperti ini ?? dan kalian katakan kalian ini baik ??" hina Baron. seolah memancing emosi semuanya.
" jika saja kalian tau, aku..-"
dorr !!!
" papa !!" Hardik Narendra saat sang papa melayangkan timah panas dibahu baron.
" papa bilang tidak boleh membunuhnya ??!" Protes Narendra lagi.
" dia hanya pingsan. itu obat bius." balas Papa Revandra.
Dirya pun segera membantu Darren membawa Baron.
Sementara Narendra mendekati sang papa seolah meminta penjelasan. ia tidak tau jika papanya dulu sangatlah keji dalam melakukan penyerangan.
" jangan mengajakku berdebat naren..kita tidak punya waktu." ucap papa Revandra yang langsung membalikkan badan meninggalkan rumah Torik yang sudah dipenuhi anak buah Torik yang sudah tak berdaya bahkan ada yang sudah meninggal.
Narendra hanya bisa membuang nafasnya. ia terus berfikir positif tentang sang papa. "aku yakin papa melakukannya karna terpaksa.." batin Narendra yang juga mengekor dibelakang papa Revandra.
.
.
__ADS_1
.