
bab 71
.
.
.
Dengan diantar Sopir Herra tiba dikampus dimana ia berkuliah. sapaan dari Key bahkan tak diindahkan oleh Herra karna otaknya benar-benar sedang dipenuhi pertanyaan-pertanyaan untuk suaminya yang mengacuhkan dirinya.
" kau kenapa Her ??" tanya Key saat sudah sejajar dengan Herra.
" kau.. tidak.. aku tidak apa-apa..key,"balas Herra.
" kau nampak lesu sekali. kau sakit her ??" tanya Key lagi.
" tidak key.. " jawab Herra lagi.
Key memilih diam. nampak sekali Herra amat malas menanggapi pertanyaannya. Key sangat yakin Herra sedang ada masalah.
.
.
Hingga jam kuliah selesai suasana hati Herra masih saja tidak bersemangat. bahkan ia tidak terlalu memperhatikan pelajaran.
Key terus saja memperhatikan Herra yang menatap dengan tatapan kosong. Key sangatlah yakin jiks temannya itu sedang tidak baik-baik saja.
namun apalah daya zkey, jika Herra sudah tidak mau yang tetap tidak mau bercerita.
__ADS_1
Jam pelajaran sudah usai. Herra segera keluar kelas dan hendak pulang, ia berniat kekantor suaminya mengantarkan makanan. seingat dia tadi Narendra tidak sarapan dirumah.
" aku kekantornya saja. aku harus tanya kenapa kak Naren sejak semalam sedikit berubah." gumam Herra sendiri.
buru-buru Herra mempercepat langkahnya menuju mobil jemputannya.
Key hendak menyusul, namun Herra nampak segera menutup pintu mobil dan dengan cepat pula Mobil itu melesat meninggalkan kampus.
" Aku yakin Herra tidak bahagia dalam pernikahannya.." gumam Key seorang diri.
.
.
Herra sudah tiba dikantor suaminya. Ia pun turun tak lupa membawa makanan untuk Narendra.
sambutan hangat dari para karyawan didapat Oleh Herra saat memasuki lobby kantor.
Herra senantiasa menunggu dengan sabar pintu lift terbuka. sesekali ia bahkan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Tingg !!
pintu lift nampak terbuka dan seketika pula mata Herra membulat amat sempurna dengan cairan bening disana. Narendra tengah berpelukan dengan seorang wanita seksi didalam lift itu.
" kak Naren !!" panggil Herra seketika.
Narendra nampak membuka pelukannya dari wanita itu. dan menoleh kebelakang. senyum sinis sangat nampak diwajah Narendra saat melihat Herra disana.
Mengetahui ternyata Benar suaminya, seketika pula Paper bag yang dibawa Herra jatuh begitu saja.
__ADS_1
" a..apa...kenapa ??" Herra seolah tak sanggup mengatakan apapun, dadanya begitu sesak dan mulutnya tak mampu berkata apapun.
" dia siapa ??" tanya Wanita yang masih direngkuh Narendra.
" Dia adiknya Joy. istriku, tapi aku tidak tau dia menganggapku atau tidak."jawab Narendra dengan amat jelas.
" apa yang kakak katakan ??!!" protes Herra saat Mendengar penuturan Narendra.
" kenapa ?? toh kau tidak menyukaiku kan ??" timpal Narendra. "ayo kita pergi.." Narendra mengajak Wanita itu keluar dan melewati Herra.
Benar-benar sakit, sangat sakit sekali hati Herra. melihat semuanya didepan mata. kakinya bahkan tidak mampu menopang tubuhnya hingga ia ambruk seketika.
Narendra menghentikan langkahnya diikuti wanita itu. lalu melanjutkan langkah mereka meninggalkan Herra seorang diri didepan lift.
"Naren. kasihan istrimu.." bisik wanita itu. saat sudah cukup jauh dari Herra
" aku pun tidak tega Yu, tapi bagaimana. joy yang menyuruhku begini !!" balas Narendra masih dengan berbisik juga.
"aku tidak pernah membayangkan berdrama gila begini !!" gerutu Yuna.
Yuna adalah teman sekaligus kolega kerja Narendra.
" semoga Herra tidak membenciku. awas saja joy jika sampai Herra membenciku !!" gumam Narendra yang melanjutkan langkahnya menuju mobil. entah ide gila apa yang disarankan joy hingga Narendra begitu ingin melakukannnya. hanya demi melihat Bagaimana perasaan Herra sebenarnya.
.
.
.
__ADS_1
.