You Are Only Mine

You Are Only Mine
kekantor Narendra


__ADS_3

bab 99


.


.


.


Narendra bersama sang papa turun dari mobil mewah mereka saat sudah tiba dikantor Megah Narendra.


entah apa yang bisa diungkapkan oleh pria paruh baya yang dulunya seorang ketua mafia itu. putranya benar-benar sukses dengan usahanya sendiri. tak ada yang bualan, semuanya nyata Revandra sendiri melihatnya.


Gedung menjulang tinggi dan begitu besar itu berada ditengah kota Bali. bahkan melebihi milik Revandra diibukota serta desain yang begitu masa kini membuat Revandra terkagum-kagum.


memang baru kali ini Revandra bisa melihat kantor sang putra dimana selama ini Narendra memulai usahanya.


beberapa karyawan yang datang menunduk hormat saat berpapasan dengan bos besar dan Revandra serta Joy yang mengekor dibelakang dua pria beda usia itu.


belum ada yang mengenal Revandra sebagai orangtua Narendra, sebab selama ini pula Revandra selalu menolak saat diundang datang setiap acara peluncuran produk perusahaan itu.


" biasa saja pa melihatnya, nanti mata papa bisa loncat loh !!" goda Narendra yang bisa merasakan kekaguman sang papa.


Revandra mendegus. "cih..aku juga punya anak nakal.. aku hanya tidak menyangka kau bisa memimpin mereka."


Narendra tersenyum bahagia. setidaknya sekarang sang papa sudah mengakui kinerja kerjanya selama ini.


" silahkan tuan.." Joy mempersilahkan Narendra dan Revandra masuk kedalam lift khusus. patuh, mereka pun segera masuk kedalam.

__ADS_1


Lift khusus yang berdinding kaca sehingga saat kita naik kesana akan terlihat keramaian jalanan kota Bali..


Tingg !!


pintu lift nampak terbuka dan didepan lift nampak Giana yang berdiri menunggu.


Cukup terkejut saat Melihat Bos besar dan Asistennya tidak datang sendiri.


Giana segera menunduk hormat. "selamat pagi tuan.."


Revandra meneliti Giana dari atas hingga bawah, pakaian Giana memang nampak seksi dengan baju yang sedikit ketat.


" kau punya sekretaris ??" tanya Revandra pada Narendra.


"dia sekretarisnya Joy. kalau aku tidak.punya.." balas Narendra yang segera melangkah keluar dari lift menuju ruangannya.


Joy nampak menuju ruangannya sendiri sementara bos besar dengan rekannya itu masuk keruangan CEO.


melihat hal itu Giana mengurungkan niatnya untuk turun dan memilih mengejar joy yang berada diruangannya.


"asisten joy tunggu jangan ditutup dulu.." cegah Giana yang berlari keruangan Joy.


Asisten joy memutar bola matanya dengan malas. sangat menyebalkan jika berada didekat Giana. jika bukan cara kerja Giana yang cepat, Joy pasti sudah memecat wanita genit itu.


" ada apa ??" tanya Joy


" apa saya tidak boleh masuk ??" Giana bertanya dengan senyum genitnya seraya menatap menggoda Joy.

__ADS_1


" saya banyak pekerjaan giana. dan saya rasa kau juga !! siang nanti kau harus melaporkan keuangan bulan ini pada saya. dan saya tidak menerima kata belum siap !!" terang joy dengan tegas.


Giana mendegus kesal. tetap saja, joy tetap ketus terhadapnya. "saya tau. tuan tenang saja,"


Joy hendak menutup pintu ruangannya, namun ditahan oleh giana lagi.


" nanti dulu !! saya mau tanya.."


" giana.. huh.. apa yang akan kau tanyakan ??!" Joy berusaha tidak marah.


" yang bersama tuan Narendra itu siapa ??" tanya Giana.


" kenapa kau ingin tau sekali ??!" tanya Joy balik.


"memang apa salahnya menjawab ! aku hanya ingin tau saja !!!?" protes Giana.


Joy membuang nafasnya dengan kasar. "dia orangtua Tuan Naren. sekarang pergi."


tanpa menunggu jawaban Giana Joy langsung membanting pintu begitu saja.


Giana mematung saat mendengar jawaban joy. ya, Giana selama ini tidak tau jika bos besarnya masih memiliki keluarga.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2