You Are Only Mine

You Are Only Mine
Menghargai hidup


__ADS_3

bab 79


.


.


.


Dirya setia menunggu tangisan wanita itu. ia tidak mau melihat kembali wanita itu terjun dari jembatan. tanpa berkomentar, tanpa berkata apapun,dirya menunggu wanita yang bagi Dirya memang sedang dalam keterpurukan.


Hingga beberapa menit telah berlalu, Tangis wanita itu mulai reda. dengan perlahan ia mengusap sisa air mata yang bertebaran dikedua pipinya.


"ayo aku antar kau pulang." ajak Dirya yang entah sejak kapan sudah dibelakang Wanita berhijab itu.


" anda siapa ??" tanya Wanita itu dengan suara parau bahkan matanya nampak sembab dengan linangan kesedihan.


" anggap saja aku ini malaikat. sudah larut malam sekali, ayo aku antar kau pulang " terang Dirya dengan santai.


Wanita itu tertunduk dan menekan rasa dihatinya. "terima kasih sudah mengingatkan saya. silahkan pergi jika anda ingin pulang, maaf sudah begitu merepotkan."


" lalu kau akan terjun dari jembatan lagi ??!! mengakhiri hidup yang diberikan Allah ??!!" terka Dirya.

__ADS_1


" saya sudah tidak pantas didunia tuan..saya sudah kotor dan hina..silahkan tinggalkan saya.." balas Wanita itu suaranya bergetar dengan amat hebat, entah apa yang terjadi pada wanita itu, Dirya sangat yakin masalahnya bukan hanya tentang putus cinta.


Dirya mendekati wanita itu seraya mengulurkan tangan. "ayo ikutlah denganku jika kau berfikir melanjutkan hidup itu lebih baik dari pada membuat dosa lagi."


wanita itu mengangkat wajah seraya menatap Dirya dengan mata yang masih penuh dengan air mata.


" Allah memberimu waktu untuk memperbaiki diri dari segala dosa. apa kau tidak akan menebusnya dulu sebelum kau mengakhiri hidupmu ?? hargai kehidupan yang diberikan Allah padamu, banyak orang yang menginginkan hidup lebih lama bukan seperti kau !!" tambah Dirya.


Dengan segala pertimbangan, Wanita itu meraih jemari Dirya dan segera bangkit. dan saat sudah bangkit ia buru-buru melepas genggaman tangan Dirya.


.


.


" hari ini kakak tidak kekantor dan tidak kerja lembur lagi ??" tanya Herra.


" iya. aku libur." jawab Narendra dengan singkat. masih dengan posisi memeluk Herra dan terus menciumi rambut Herra.


" kenapa dari kemarin tidak libur saja ??!!" timpal Herra.


" jika kemarin-kemarin aku libur, aku mau melakukan apa ?? bahkan kau saja belum mau bermanja seperti ini kemarin !!?" balas Narendra apa adanya. seraya menyambar bibir Herra.

__ADS_1


" dasar mesum !!" Herra mendorong dada Narendra agar sedikit menjauh.


" biarkan saja. sama istri sendiri ini !!" Bela Narendra sendiri.


Herra tertawa geli saat Narendra nampak manja dengan mendusal dileher Herra dengan terus menciuminya.


Herra memejamkan mata menahan sensasi yang diberikan Narendra.


" hayo.. keenakan ya ??" goda Narendra dengan berbisik. saat bisa merasakan jika Herra tengah menahan suara dengan menggigit bibir bawahnya.


" kakak !!" Herra hendak mendorong Narendra namun dengan cepat Narendra melahap kembali bibir ranum Herra.


tak ada kata bosan untuk pasangan beda usia ini. mereka saling mencurahkan cinta yang begitu dalam satu sama lain sampai lupa waktu bahkan Narendra seharian tak membuka ponselnya. padahal puluhan pesan kiriman joy sudah masuk bahkan dari beberapa klien yang harus ia temui sejak pagi tadi diabaikan olehnya.


Joy yang harus kena imbasnya. hingga pukul 9 malam Joy masih betah didepan laptop dengan jemarinya yang menari indah dipapan keyboard. Kaca mata yang bertengger disudut mata menjadi saksi kerja lembur Joy yang harus menyelesaikan pekerjaan bosnya yang entah kemana tidak ada kabar.


" sepertinya aku akan menginap dikantor." gumam Joy setelah melirik jam ditangannya.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2