You Are Only Mine

You Are Only Mine
dalam kesedihan


__ADS_3

bab 182


Mama Nada menangis dalam dekapan Zakia saat dokter mengatakan keadaan Herra, semua mencoba mengibur mama Nada yang tersedu menangisi sesal yang mendalam.


bahkan amara yang juga masih disitu ikut menangis apa lagi saat mendengar perjuangan menantu bos papanya itu dalam mempertahankan janinnya.


" apa yang akan aku katakan pada Narendra nanti." kata mama Nada dalam tangisannya.


" tenanglah ma.. jangan seperti ini, mereka masih punya banyak waktu untuk memiliki anak lagi.." balas Zakia.


" iya nyonya..kita harus memberinya dukungan moril agar Nona Herra bisa kuat menghadapi ujian ini.." tutur mama Zenna.


Dari jarak cukup dekat Narendra berdiri dengan tubuh serasa tak bertulang. semua nampak menangis dan bersedih, Narendra berusaha berfikir positif. tak mau membuat sang mama.bertambah histeris, Narendra memilih menemui dokter yang menangani Herra.


Didalam mobil Qiara terlelap dengan jas Dirya sebagai selimut. setelah menghabisi Torik dan Qiara pingsan, Dirya mengambil cap jempol Torik guna mempermudah Dirya mengurus perceraian Torik dan Qiara.


sedikit senyum terbit disudut bibir Dirya, rencana Tuhan Tidak ada yang tau, Perjuangan mendapatkan seorang wanita harus mengorbankan banyak nyawa, Sesal pasti adq dihati dirya, namun semua sudah terjadi, dan dia cukup bahagia karna berhasil dalam misinya.


Tiba diapartemen, Dirya menggendong tubuh Qiara setelah membenahi hijab Qiara yang berantakan. "aku tidak akan melihatnya sebelum kau sah menjadi milikku Qiara ." gumam Dirya yang kemudian segera membawa Qiara masuk kedalam apartemennya.


perlahan dan perlahan sekali, Dirya menempatkan Qiara diatas ranjang. membenahi selimut dan bantal agar Qiara nyaman untuk tidur.


"aku harap kau tidak membenciku, setidaknya setelah aku membunuh suamimu.." gumam Dirya yang segera bangkit dari duduknya ditepi ranjang. namun terhenti saat qiara memegangi lengannya.


Dirya cukup terkejut, apa lagi Qiara nampak sudah membuka matanya.

__ADS_1


" terima kasih.." ucap Qiara lirih.


Dirya kembali duduk disisi Qiara. "kau tidak marah padaku ??"


" justru aku sangat terharu dan berterima kasih, kau sampai seperti ini hanya demi menolongku berpisah dari suamiku.." balas Qiara dengan mata berkaca.


" karna aku mencintaimu Qiara..aku sudah berjanji akan membantumu lepas dari pria itu.."ujar Dirya.


air mata Qiara meleleh seketika, "aku tidak pantas untukmu.."


" shutt...jangan bicara apapun. sekarang istirahatlah. aku akan keluar, aku tidur dikamar sebelah, jika ada sesuatu panggil aku saja ya ??" Kata Dirya dengan lembut dan melepas tangan Qiara yang memegangi lengannya.


Sembari melempar senyuman Dirya menutup pintu perlahan. "selamat malam..kau aman sekarang.."


Qiara menangis tersedu dengan pengorbanan Dirya hanya demi mencintainya. dikamar temaram itu qiara menumpahkan kesedihan yang mendalam karna harus mengabaikan dirya selama ini.


Mobil papa Revandra bersama Romi yang membawa Baron berhenti didepan panti jompo,


baron cukup heran kenapa musuhnya malah membawanya kesitu.


Romi segera turun dan membantu Baron untuk turun.


" silahkan tuan.."


" Vandra. kenapa kau membawaku kemari ??!" tanya Baron yang enggan untuk turun.

__ADS_1


" apa kau mau kupenjara dimarkasku ??" balas Papa Revandra tanpa menoleh kebelakang.


Baron mulai faham. ia pun segera turun, dan petugas panti segera membantu Baron.


" tuan akan tinggal disini mulai sekarang. keamanan tuan telah ditanggung tuan Revandra," terang Romi.


" apa ?? tapi Torik..-"


" maafkan aku, anakmu sudah meninggal." ujar Papa Revandra lirih dan masih didalam mobil.


" apa ?? kau..kau..membunuhnya Vandra ??!! jadi kau membawaku kemari hanya untuk menebus kesalahanmu itu ??? kau benar-benar iblis Vandra !!" amarah Baron meluap.


" terserah kau akan katakan apa. tapi bukan aku yang membunuh putramu, putramu telah membuat janin yang tak berdosa harus gugur, dan itulah yang membuatnya terbunuh." terang papa Revandra.


Baron tak menjawab, ia memutar tubuhnya dan segera masuk kedalam panti itu.


" saya tidak mau dengar dia kenapa-kenapa ??!! perintahkan yang lain untuk berjaga disini." perintah papa Revandra pada Romi.


" baik Tuan.."


Romi segera masuk kedalam mobil dan melajukan mobilnya.


" bawa aku kerumah sakit Rom.." pinta papa Revandra.


" baik tuan.." balas Romi yang dengan kecepatan sedang melajukan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2