You Are Only Mine

You Are Only Mine
Terima kasih sudah membantu


__ADS_3

bab 158


.


.


.


Dengan cekatan Dokter Micle memulai memeriksa Herra yang sudah tersadar. Meski bagi Herra semua tidaklah mungkin, tapi nyatanya dokter itu bisa merubah semuanya menjadi mungkin.


" Rileks saja ya. saya akan memberi cairan agar kandunganmu berangsur pulih."ucap dokter Micle.


" apa bisa dok ??" tanya Herra dengan suara lemahnya.


Dokter itu tersenyum ramah. "kita sebagai manusia hanya berusaha. selebihnya kita serahkan pada Tuhan saja ya.." terang sang dokter itu. seraya memasukkan sebuah obat pada jarum suntik.


" Tenanglah Herra. dia dokter ahli yang sudah diakui dunia." ucap zakia yang setia berada disana. karna hanya tenaga medis saja yang diperbolehkan berada diruangan itu.


" terima kasih.. sudah mau membantu saya.." Ujar Herra dengan mata berbinar.


Dokter laki-laki itu tersenyum seraya mengangguk.


" dokter Zakia..bantu saya memasang alat ini pada infusnya ya.." pinta Dokter Micle.


" baik.dok." Zakia pun.segera memasang sebuah alat canggih yang bahkan zakia sendiri tak pernah melihat alat itu, hanya saat seminar saja ia bisa mendengar beritanya. sungguh benar-benar dokter ini sangatlah hebat.


Saat selesai, Dokter Micle perlahan menyuntikkan Cairan pada pinggul Herra sebanyak dua kali.


" untuk hari ini dua dulu ya..besok kita lihat bagaimana perkembangan kandungan nona.." tutur sang dokter.


" terima kasih.." balas Herra yang begitu sangat bahagia.


" ini udah dok ??" tanya Zakia yang keheranan.

__ADS_1


"sudah dokter Zakia..besok lagi kita beri nona suntikkan, tapi kalau besok kandungannya sudah mulai.ada perkembangan, tidak perlu dilanjutkan."terang dokter Micle.


Zakia mengangguk pertanda mengerti.


" kalau begitu saya permisi. nona Herra silahkan istirahat saja."pamit dokter Micle.


" iya dok..terima kasih sekali lagi.." balas Herra.


"tidurlah. kakak.antar dokter Micle.dulu ya.."ucap Zakia.


Herra pun memgangguk mengerti.


Dokter Micle dan zakia keluar guna menemui keluarga yang sedang menunggu.


" dokter, Bagaimana ?? istri saya bagaimana ?? dia sudah bisa kuat berjalan ?? dia bisa makan kan dok ??" baru saja Dokter Micle keluar dari ruangan Zakia, Sudah diberondong banyak.pertanyaan oleh Narendra.


" kita lihat perkembangan obatnya ya Tuan. nona akan memgalami efek samping tertidur selama 8 jam, setelah bangun nanti kita bisa melakukan.USG pada kandungannya." terang dokter Micle.


" 8 jam ?? selama itu ??" tanya mama Nada.


" apa kau langsung menyuntikkan semua ??" tanya Kennan yang tau cairan apa yang dibawa Dokter temannya itu.


" tidak. aku baru suntikkan dua kali. kita lihat dulu perkembangannya. jika sudah mulai ada perubahan kita hentikan saja."balas Dokter Micle.


"terima kasih dokter.."ucap Papa Revandra.


" saya masih berusaha tuan" balas Dokter Micle.


Papa Revandra mengangguk mengerti. "silahkan anda istirahat diapartemen yang saya siapkan."Papa Revandra mempersilahkan, saat melihat kedatangan Romi, asistennya. "jika anda ingin jalan-jalan berkeliling kota diIndonesia ini asisten saya yang akan mengantar anda."terang papa Revandra.


" tuan sangat berlebihan..saya tidak enak seperti ini.." balas Dokter Miclr.


" sudah kau nikmati saja. inilah hasil dari kejeniusanmu..lagian adikku ini hartanya tidak akan habis walau kau berkeliling Indonesia."canda Kennan.

__ADS_1


papa Revandra memutar bola matanya dengan malas, semua tertawa dengan.candaan kennan barusan.


Dokter Micle.segera undur diri dari hadapan semuanya.


" kita sarapan saja dulu.. kau belum.sarapan kan ??" tanya Papa Revandra seraya merangkul pundak mama Nada.


" aku sampai terlupa.." balas mama.Nada.


" ya sudah ayo kita makan dulu.." papa Revandra beralih pada kedua putra putrinya. "kalian sekalian saja."


" tentu saja aku lapar ?!" balas Zakia.


"maaf pa, aku harus menunggu Herra, kasihan dia sendiri.."ujar Narendra.


"nanti mama belikan untukmu ya.. jangan bersedih lagi, sebentar lagi Herra akan normal.kembali.."hibur sang mama.


Narendra mengangguk penuh bahagia.


" Hey !! kau tidak mengajakku adik ipar ??!!" protes kennan.


" cih.. jangan memanggilku seperti itu ken !!! menjijikkan !!" balas papa Revandra.


" mana ada adik ipar tidak mengakui kakaknya !!" timpal Kennan.


" apa harus dengan panggilan seperti itu ?!!" ralat Papa Revandra.


" sudah..sudah.. ayo kita makan sama-sama.." mama Nada melerai perdebatan konyol kedua pria kesayangannya itu.


Zakia dan Narendra hanya terkekeh saat melihat papanya yang selalu seperti itu pada kedua kakak mama Nada, Usia yang terbilang sama, selalu menjadi alasan papa.Revandra menolak dipanggil adik.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2