You Are Only Mine

You Are Only Mine
kejutan malam


__ADS_3

bab 195


.


.


.


Malam hari setelah makan malam,Narendra kembali berkutat dihadapan Laptop, Pekerjaannya memang menumpuk, jika saja belum memiliki istri, sudah pasti Narendra akan bermalam di kantor.


Dengan kaca mata yang bertengger disudut matanya, Narendra cukup serius dengan membuka lembar demi lembar yang ada ditangannya.


sesekali Narendra menyeruput kopi buatan Herra yang ia bawa sejak baru masuk keruangan kerjanya.


Sementara Herra dikamar sangat serius membaca artikel yang sejak tadi membuatnya uring-uringan.


beberapa penelitian menyatakan dalam.tulisan gogle tentang perselingkuhan.


Dada Herra pun kembali bergemuruh saat membaca semuanya hingga akhir.


" benar kata wanita ditoko tadi. aku harus bergerak lebih dulu, jika tidak kak Naren bisa tergoda wanita diluar.." gumam Herra yang segera turun dan berlari menuju lemari memgambil sesuatu yang ia beli.


Segera pula Herra mengambilnya dan melihatnya.


" Kata mereka semua pria mayoritas menyukai pakaian seperti ini. aku akan coba menyenangkan kak Naren.." ucap Herra sendiri yang langsung masuk kedalam kamar mandi guna bertukar baju.


Mata Herra berkedip beberapa kala melihat pantulan dirinya dicermin besar disudut kamarnya.


geli sekali melihatnya, namun demi keutuhan rumah tangganya, Herra akan melakukan apapun.


" Herra.. kau harus siap hamil lagi, apapun yang terjadi dan apapun yang akan kau rasakan nanti itu adalah bentuk perjuanganmu, kau sedang perang sekarang." Herra berbicara pada dirinya sendiri memberi semangat


lalu kemudian ia berlari ketempat tidur dan membenahi tempat tidur, lalu meyalakan lilin-lilin kecil disekitar tempat tidur dan memberikan aroma terapy lavender yang begitu menenangkan.

__ADS_1


," ah.. iya, lampu."Herra berlari menuju saklar lampu dan mematikannya.


hingga cahaya kamar menjadi temaran.


" sekarang tunggu kak Naren masuk kamar.." Herra menempatkan diri diranjang dan mengatur posisi.


Namun hingga beberapa puluh menit Narendra tak kunjung datang,


" kak Naren apa belum selesai sih ??!!" Herra melirik jam didinding waktu sudah memasuki pukul 23.00.


" ah.. aku tau caranya ." Herra begitu sumringah saat mendapatkan ide.


ia pun segera meraih ponselnya dan menghubungi Narendra.


tut..


tut..


tut..


" perutku tiba-tiba sakit sekali kak..ahh.." Rintih Herra.


Narendra pun amat terkejut. "apa ??!! baiklah..aku kekamar sekarang ya .." tanpa menunggu jawaban Herra, Narendra langsung mengakhiri panggilannya dan nampak sekali kekawatirannya.


" Bibi !!! siapkan air hangat !!!" teriak Narendra membuat semuanya sigap mengerjakan.


Dengan terburu-buru Narendra menapaki satu persatu anak tangga,


dan segera pula Narendra masuk kedalam kamar.


Cukup terkejut, saat mendapati kamar bercahaya temaram.


Dan betapa terkejutnya Narendra, saat melihat Herra terbaring dengan menopang kepalanya dengan tangan. menghadapa kearah Narendra yang mematung didepan pintu dengan perlahan membuka kaca matanya.

__ADS_1


Narendra mengusap matanya beberapa kali, ia sangat tidak menyangka benar atau tidaknya jika yang terbaring itu istrinya atau bukan.


" sayang.. kau.. kau.. kenapa ?? katanya sakit ??" tanya Narendra seraya melangkah pelan menuju tempat tidur setelah menutup pintu.


Herra pun bangkit dan bergaya manja dan genit bagi Narendra.


" aku sengaja melakukannya agar kakak segera kekamar"


Dan Narendra kembali terkejut bahkan matanya nyaris akan meloncat dari tempatnya, saat melihat Herra memakai pakaian yang bagi Narendra sangatlah aneh.


Berjalan tanpa menggunakan alas kaki, dan pakaian keramat yang memperlihatkan lekuk tubuh herra, meski cahaya temaram namun Narendra bisa melihat semuanya dengan jelas.


Saat sudah dekat, Herra mengedipkan salah satu matanya menggoda Narendra. Kembali Narendra dibuat terkejut dengan apa yang dilihat.


" kakak..aku sudah siap malam ini.." bisik Herra pada telinga Narendra.


Seketika pula Narendra sadar saat mendapat bisikan dari istrinya lalu dengan gerak cepat Narendra malah menggendong tubuh Herra tanpa permisi.


" ehh !! kak aku mau dibawa kemana ??!!" Protes Herra.


Narendra pun segera meletakkan tubuh Herra diRanjang dan menarik selimut guna menutupi Tubuh Herra.


" kakak.. apa yang kakak lakukan ??!!" protes Herra dengan kesal.


semua tak sesuai keinginannya.


" seharusnya aku yang tanya, kau pakai pakaian apa ini ??!! jika ada pelayan masuk bagaimana ?? aku tidak terima jika ada yang melihat tubuhmu !!" omel Narendra.


Herra pun melongo dengan omelan suaminya, bahkan dari sorot matanya saja, Narendra nampak tidak suka.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2