You Are Only Mine

You Are Only Mine
Aku mohon


__ADS_3

bab 149


.


.


.


Sepanjang perjalanan Qiara diam dan memilih menatap keluar jendela. Dirya yang sadar Qiara merasa tidak nyaman memulai percakapan.


" maaf ya, pernyataan perasaanku membuatmu tidak nyaman. tapi perasaanku benar serius denganmu, bukan sebagai bayaran karna kau tinggal diapartemenku, aku akan menunggu sampai kau bisa membuka hatimu," tutur Dirya.


Qiara memberanikan diri menatap Dirya. "kau kan tau aku sudah bersuami."


" tapi kau kan tidak mau bersama dia ?? apa kau akan hidup dengan pria kejam seperti itu ??" balas Dirya.


Qiara membuang nafasnya dengan kasar. "aku tidak tau bagaimana caranya supaya aku bisa lepas darinya.."


" tenang saja. aku akan membantumu." ujar Dirya.


Kembali Qiara menatap Dirya yang dengan cepat menanggapi ucapannya. "maksudmu ??"


" aku akan membantu kau lepas dari pria jelek itu. tapi kau harus bersabar, aku perlu mengumpulkan beberapa bukti kejahatan dia.." terang dirya.


" tapi dia sangat berbahaya Tuan.."balas Qiara.


" dia tetap manusia suster Qiara. pasti ada kelemahan juga. kau tenang saja. sekarang kau fokus bekerja, untuk pernyataan perasaanku, jangan kau jadikan alasan untuk menjauhiku,jujur aku tidak bisa membiarkanmu sendiri disaat keselamatanmu masih terancam." terang Dirya


Mendengar penuturan Dirya Qiara begitu tersentuh, bahkan Dirya bisa bersikap biasa saja meski perasaannya belum dibalas.


" terima kasih.." ujar Qiara lirih.


" sama-sama. tapi kau harus mengurus kakak iparku dengan baik ya.." dirya melayangkan candaannya.

__ADS_1


" tentu saja. dia pasienku.." balas Qiara yang mulai bisa tersenyum.


" memang kakak iparku sakit apa ?? bukannya dia hamil ??" tanya Dirya yang memang tidak faham.maksud sang mama yang tadi pagi sudah menjelaskan.


" Nona Herra memang hamil, tapi kandungannya lemah sekali, bahkan kondisi nona semakin hari semakin lemah, jika dilanjutkan akan berbahaya untuk ibu dan bayinya, dokter Zakia menyarankan agar janinnya diangkat, tapi sepertinya tuan Narendra dan nona Herra tidak akan memperbolehlannya, apa lagi kemungkinan bayi mereka kembar.." terang qiara menjelaskan.


" seserius itu ??" Dirya amat teekejut saat mendengar penjelasan Qiara.


Qiara mengangguk mengiyakan.


" kasihan sekali mereka. seharusnya kebahagiaan yang besar karna mereka akan mendapatkan dua sekaligus.." ujar Dirya.


" Mungkin usia nona Herra juga yang masih muda menjadi faktor kelemahan kandungan itu."tutur Qiara lagi.


" iya.. kak qiara memang masih muda." Dirya membenarkan. "emm..kandungan lemah itu seperti apa sih ??" Dirya menanyakan pada Qiara.


" masa anda tidak tau tuan ??!!" Qiara amat terkejut saat mendapat pertanyaan dari Dirya.


" kalau aku tau aku tidak mungkin bertanya !!? memang kandungan bisa lemah ya ??"


" tentu saja ada. Setiap orang memiliki.kondisi yang berbeda-beda.."


" aku baru tau.. kak zakia tidak pernah mengatakan itu padaku.."


" untuk apa dikatakan ??!!" Qiara semakin dibuat keheranan.


" ya supaya aku tau.." balas Dirya dengan cepat.


" kau sama sekali tidak tau beneran ??!!" Qiara bertanya dengan wajah begitu penasaran.


" kalau itu aku tidak tau. tapi aku tau satu hal." ujar Dirya dengan menyeringai.


sontak alis Qiara bertaut." apa ??"

__ADS_1


" aku tau cara mengisi kandungan dengan membuahi sel telur supaya menjadi sebuah janin." ucap Dirya sembari mengedipkan salah satu matanya.


Wajah qiara langsung memerah dengan ucapan frontal Dirya. ia pun langsung menatap kearah lain. Dirya sendiri malah tertawa lepas karna Berhasil menghibur Qiara.


.


.


.


Narendra dengan penuh hati-hati mengusap tubuh Herra dengan kain yang telah dibasahi dengan air hangat. sesekali ciuman dilayangkan oleh Narendra yang menandakan betapa ia sangat mencintai istrinya itu.


" apa aku benar-benar tidak boleh jauh dari ranjang ini ??" tanya Herra dengan suara lemah.


" nanti jika kau sudah kuat kau bisa turun dari ranjang ini sayang.." balas Narendra yang tak melunturkan senyumannya.


" sebegitu kah berbahaya ??" Herra menatap suaminya dengan nanar.


Narendra meletakkan kain didalam air dan kemudian mengelap tubuh Herra dengan kain kering. "apa kau lelah ??"


" aku tidak lelah. aku hanya ingin tau !!!" protes Herra matanya sudah berkaca-kaca.


narendra membenahi Piyama yang digunakan istrinya. lalu memegangi kedua pundak Herra dan menatap manik mata yang sudah digenangi air.


" aku mohon jangan pisahkan aku dengan anakku ??" Pinta Herra dengan terisak. air mata sudah lolos meluncur dipipi.


Rasa seperti disayat begitu mengena dihati Narendra. ia lalu membawa herra dalam pelukannya. "aku hanya tidak mau sampai kehilanganmu sayang.."


" hiks..hiks..hiks.. aku menyayangi dia kak.. hiks..hiks..hiks.. aku mohon biarkan aku berjuang menjaganya.." tangis Herra pecah hingga menambah pilu dihati Narendra.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2