You Are Only Mine

You Are Only Mine
kau butuh istirahat total


__ADS_3

bab 133


.


.


.


Candrika sudah selesai memeriksa Herra. Mayra pun buru-buru mendekati kedua keponakannya itu.


" bagaimana Cand ?? apa Herra bisa melakukan perjalanan jauh ??" tanya Mayra penuh harap.


Herra menatap bibi suaminya itu, maksudnya apa ??


" Bisa saja bik, tapi Infus jangan sampai dilepas. Kandungan Herra benar-benar lemah." terang Candrika.


" memang kita akan kemana Bik ??" tanya Herra.


" kejakarta menantuku.." balas Darren sejak tadi juga berada disana.


Herra mematung, ia menggeleng pelan. tidak mungkin ia meninggalkan suaminya yang tengah. "tapi paman, aku tidak bisa meninggalkan kak Naren disini.."


" tapi kau butuh istirahat total sayang..jika dijakarta ada Cand, ada bibi dan kakak iparmu zakia yang bisa merawatmu..kami semua dokter yang bisa menjagamu.." terang Mayra.


" tapi aku tidak mau jauh dari Kak Naren bik.." balas Herra dengan wajah memelas.


" Naren harus mengurus semua pabrik dari nol lagi Sayang, bibi takut Nanti Narendra tidak sempat mengurusmu..bibi rasa mama mertuamu pasti akan setuju.." ucap Mayra lagi.


Herra tertunduk. ia cukup merutuki dirinya yang harus lemah saat mengandung. Mayra mengusap punggung Herra dan membelai lembut surai rambut Herra. "tenanglah..hanya sampai kandunganmu benar-benar tidak lemah. jika kau sudah lebih baik, kami akan mengantarmu lagi kesini.."bujuk Mayra.

__ADS_1


Herra masih diam dan menunduk. sangat sulit menolak, karna semua yang dilakukan bibi dan pamannya adalah untuk kebaikan calon anaknya. namun sangat tidak bisa jika Herra harus meninggalkan Suaminya ketika suaminya harus merintis kembali semua usahanya.


.


.


Satu persatu Papa Revandra menyuapkan makanan pada mulut Narendra. atas paksaan sang papa Narendra kembali bersandar dibrankar gun menghabiskan infus yang masih menancap sempurna dipergelangan tangannya.


kondisi Narendra yang masih lemah, itulah alasan Papa Revandra.


" pa..aku sudak kenyang.." ujar Narendra.


" baiklah. minum dulu.." papa Revandra menyodorkan gelas air putih guna mengakhiri acara makan Narendra.


" aku sudah tidak apa-apa pa..aku harus keruangan Herra, dia pasti kawatir aku tidak kesana.." ucap Narendra lagi.


" kalau begitu sekarang saja..aku kawatir pada kandungannya pa, Herra tengah mengandung..dan kandungannya lemah.." terang Narendra.


" papa sudah tau.. Candrika sudah memberitau papa.." timpal Revandra.


"makanya papa mau bicara denganmu dulu..Kalian sebaiknya pindah kejakarta. dekat dengan semua keluarga yang mengerti dunia kedokteran, Herra akan terjaga disana. usia kehamilan Herra rawan sekali Naren..apalagi Cand bilang Herra harus istirahat total, nanti kalau dia disini siapa yang akan menjaganya ??! bahkan pelayanmu saja masih bisa berhianat.." terang papa Revandra.


Narendra terteguh dengan ucapan sang papa. ada benarnya saran papanya itu, namun apa Herra mau jika kejakarta sementara dirinya diBali.


" coba nanti aku bicarakan pada Herra pa.."


papa Revandra mengangguk mengerti. ia pun meraih ponselnya dan seketika mendekatkan ditelinganya.


" Rom. atur tempat dirumah sakit ini untuk kedua anakku. biarkan mereka dirawat dalam satu ruangan." perintah Revandra.

__ADS_1


saat sudah mendapat jawaban Papa Revandra pun segera mematikan panggilannya.


" sabarlah. Romi sedang mengatur tempat untuk kalian berdua."ucap papa Revandra.


" terima kasih pa.." balas Narendra.


Papa Revandra segera berdiri dari duduknya. "papa tinggal sebentar.."


" papa mau kemana ?? papa juga harus istirahat ??!!" tanya Narendra.


" papa hanya mau menemui Joy asistenmu.. jangan kawatir. papa sudah baik-baik saja." Jawab sang papa yang langsung menutup pintu ruang rawat Narendra.


Ternyata diluar ruangan rawat Narendra sudah menunggu Yohan asisten papa Revandra.


" tuan lama sekali.." protes Yohan. yang memang sudah menunggu cukup lama.


" berisik !! sudah kau siapkan semua ??!! mereka ada dalam satu tempat kan ??!" tanya Papa Revandra seraya melangkahkan kakinya.


" tentu saja. markas baru kita sangat keren tuan. Romi memilih tempat yang tepat." balas Yohan.


" kita berpesta malam ini yo.." gumam Revandra dengan menyeringai penuh ketajaman dalam tatapannya. entah apa yang akan dilakukan pria paruh baya itu pada tawanan mereka. yang jelas hukuman yang setimpal karna sudah mengganggu anak-anaknya


.


.


.


.-

__ADS_1


__ADS_2