
bab 11
.
.
.
Setelah drama.berpelukan melepas kerinduan, Netra Nada terpusat pada wanita muda yang setia dibelakang Narendra.
" dia siapa ??" tanya Nada pada Narendra yang masih setia merangkul sang mama.
" oh.. iya sebentar." Narendra melepas sang mama dan mendekati Herra lalu menggenggam erat jemari Herra yang begitu dingin, mengajak Herra agar lebih dekat dengan Sang mama.
" ma, kenalkan dia Herra. adiknya Joy."Narendra mencoba memgenalkan.
Herra buru-buru menjabat tangan Nada dan tak lupa menciumnya. Seakan terhipnotis, Nada terus menatap Herra penuh pujian.
" kau cantik sekali..kenapa selama ini saya tidak tau joy memiliki adik secantik kau.." puji Nada dengan penuh kelembutan.
" nyonya terlalu berlebihan. saya hanya orang biasa saja."balas Herra mencoba merendah.
" Ma, ayo mulai tiup lilinnya.." ajak Zakia mengingatkan Nada yang hampir saja terlupa.
" iya.." balas Nada.
Entah mengapa, Nada malah meraih tangan Herra dan mengajak Herra mendekati kue diikuti semuanya.
tepukan riuh dengan lantunan lagi selamat ulangtahun terdengar dinyanyikan bersama-sama.
lalu Nada memejamkan mata seraya memanjatkan doa sebelum ia meniup lilin dihadapannya.
Kembali riuh tepuk tangan terdengar saat lilin sudah padam.
__ADS_1
Zakia dengan sigap menyerahkan pisau guna memotong kue serta piring kecil.
Nada dengan perlahan memotong kue pertama lalu kemudian memgambil sendok.
suapan kue pertama tentu saja untuk Revandra, sang suami tercinta.
" Selamat ulangtahun sayang..semoga kau panjang umur dan selalu bahagia.. aku mencintaimu.." ucap Revandra dengan penuh ketulusan, tak lupa Revandra mencium kening Nada dengan penuh ketulusan.
Riuh kembali suasana saat Satu sendok Kue mendarat sempurna dimulut Revandra.
Nada beralih pada Herra, " selamat datang dikeluarga Revandra Ambara Herra.. semoga kau betah ada dikeluarga ini.." ujar Nada yang kemudian menyendokkan kue lalu menyuapkan pada Herra.
Herra merasa tak enak, ia menatap Narendra seolah meminta penjelasan. Namun Narendra hanya menjawab dengan anggukan pelan saja.
" nyonya ini terlalu.berlebih.." ujar Herra merendah.
" jangan memanggilku nyonya sayang.. panggil mama saja ya ??" pinta Nada.
Herra tertunduk merasa malu menjadi pusat perhatian.
Joy perlahan mendekati Narendra guna menanyakan apa maksud dari nyonya besar itu.
" tuan.. kenapa Nyonya mengatakan hal seperti itu ??" tanya Joy sedikit.berbisik.
" biarkan saja. mama terlalu bahagia malam ini, aku tidak mau dia kecewa. tenanglah. adikmu aman."balas Narendra dengan santai.
" dia kekasih barunya kak Naren ,??" bisik Dirya pada kembarannya.
" aku tidak tau. tapi sepertinya iya." balas Draka masih dengan saling berbisik.
" wah.. sepertinya mama menyukai dia.." puji Dirya kembali.
" syukurlah, setidaknya kak Naren tidak membuat mama kecewa lagi." ujar Draka yang dibalas anggukan oleh Dirya.
__ADS_1
Sementara Zakia hanya melipat kedua tangan dan bernafas lega. setidaknya adiknya itu kembali tanpa keributan.
" sayang.. itu kekasih barunya Naren ??" bisik Rans pada Zakia.
" entahlah. semoga saja iya. mama terlihat menyukainya." balas Zakia.
" tapi kakak itu terlalu muda untuk paman ma.." protes Alvi.
" diamlah anak kecil,!!" gertak Zakia.
Alvi hanya memanyunkan bibirnya. Rans yang melihat langsung merengkuh pundak Alvi " tenang saja. nanti papa ajarkan menaklukan hati wanita. apa kau sudah punya incaran ??" tanya Rans dengan memainkan alisnya naik turun.
Alvi hanya memutar bola matanya dengan malas, Papanya memang suka sekali menggoda dirinya.
" jangan malu begitu.. papa juga pernah muda.." goda Rans.
" papa.hentikan !! bahkan aku belum memikirkannya !!" timpal Alvi yang langsung menyingkir. tak sucinya pasti akan terkontaminasi oleh kata-kata ambigu sang papa.
Rans hanya terkekeh melihat respon putranya. Hingga tak sadar Zakia tengah memelototinya.
sampai saat Rans mengalihkan pandangannya ada Zakia, tawanya berhenti seketika.
" dasar bapak.gila !! apa yang kau katakan pada Anakku !!" omel Zakia berkacak pinggang.
" sayang.. aku kan hanya bercanda.." Rans berusaha membela diri.
" cih..alasan saja. hentikan ocehanmu yang tidak penting itu. jangan nodai otak anakku yang masih suci !!" ujar Zakia.
" dia juga anakku Sayang.." protes Rans.
Zakia hendak menjawab namun sudah dipanggil sang mama, hingga segera ia menghamiri guna menerima suapan kue dari sang mama.
.
__ADS_1
.
.