You Are Only Mine

You Are Only Mine
kejutan kecil


__ADS_3

bab 184


.


.


.


Atas ijin dokter setelah beberapa hari dirawat Herra sudah diperbolehkan untuk pulang.


dengan dituntun Narendra Herra keluar dari rumah sakit menuju mobil.


"Aku sudah menghubungi Joy, besok kita kembali keBali. tapi untuk sementara kita tinggal dulu diapartemen ya ??" terang narendra.


"dimanapun itu asal dengan kakak dan kak joy aku akan selalu bahagia." balas Herra yang segera masuk kedalam mobil.


Narendra pun segera memutari mobil menuju kursi kemudi lalu kemudian menjalankan mesin mobil dan meninggalkan rumah sakit.


.


.


Dirumah pesta sambutan untuk Herra tengah disiapkan keluarga besar Papa Revandra.


bahkan atas ijin papa Revandra, Qiara juga turut membantu. meski sambutan sederhana, namun semua sangat ingin sambutan ini nampak berkesan untuk Herra dan narendra.


" mereka sudah hampir sampai."ucap Draka


" benarkah ?? kenapa Dokter sialan itu tidak memghubungiku !!!?" omel Zakia.


" mungkin dia lupa kak " balaS Hasna.


" awas saja besok, aku akan menghajarnya" gerutu Zakia.


dari arah tangga mama Nada berdiri bersama papa Revandra.


" kau suka ??" Tanya Papa Revandra.


" mereka kreatif sekali.."jawab mama Nada.

__ADS_1


" tentu saja. setidaknya Hal ini bisa menunjukkan kita semua menyayangi Herra dan narendra."tutur Papa Revandra.


" tapi mereka akan pindah lagi keBali pa ??!" mama Nada sudah mendengar kabar itu.


" biarkan mereka tinggal dimana mereka merasa nyaman. anak buahku akan selalu melindungi mereka."terang papa Revandra.


"aku pasti akan merindukan mereka.."ujar mama Nada yang bersandar didada papa Revandra.


.


.


" mobil kak Naren sudah dihalaman !!" dirya Berteriak dari pintu depan.


" oh.. baiklah...baiklah.." Qiara pun sudah selesai dengan tugasnya begitupun dengan Hasna dan draka.


"anak itu cepat sekali sih !!!" gerutu zakia


" sayang berhenti mengomel.."Rans merangkul pundak Zakia.


mama Nada dituntun papa Revandra mendekati pintu rumah. Dirya pun siap membukakan pintu rumah saat ia melihat Narendra menuntun Herra untuk masuk kedalam rumah.


" tumben pintu rumah ditutup ??" Ujar Narendra.


" aku tidak tau.." balas Narendra yang terus menuntun.Herra menapaki anak tangga menuju pintu masuk.


dan..


ceklek..


" surprise !!!!"


dorr..


pruuttt..


pruutt...


Suara petasan kecil dan terompet kecil yang dibunyikan draka dan Dirya membuat Narendra dan Herra cukup terkejut.

__ADS_1


" selamat datang kembali kakak ipar.." sapa Dirya.


" selamat berkumpul kembali.." tambah Draka.


mama Nada dituntun Papa Revandra membawa rangkaian bunga yang sudah disiapkan lalu mendekat pada Herra kemudian mengalungkannya pada Herra.


" mama..ini..-"


"Selamat datang kembali sayang.."ucap mama Nada menyela ucapan Herra.


Herra memeluk.mama Nada dengan erat.


suasana kembali haru saat Herra dan mama Nada menangis penuh bahagia.


" mama sangat menyayangimu nak..kami semua menyayangimu.." ujar mama Nada.


" aku juga menyayangi mama dan kalian semua.." balas Herra seraya melepas pelukannya.


Narendra tak.menyangka jika semua saudaranya memberi kejutan seperti ini. bahkan Dirya tidak mengatakan apapun. dekorasi dengan bunga dan tulisan 'welcome In the Home SyaHerra' begitu nampak indah, apalagi ada nuansa lampu kerlap kerlip yang menambah keceriaan. seolah ingin memberi kebahagiaan pada Herra dan juga Narendra.


" Selamat datang adikku.." Zakia memeluk Herra dan memberikan buket bunga.


" kakak..ini terlalu berlebihan.." balas.Herra.


" siapa bilang.. ini sederhana sekali.."timpal Zakia.


Hasna juga mendekat dan memeluk Herra tak lupa memberi ucapan pada Herra.


dan kemudian berganti Qiara yang menatap lekat Herra. jujur saja, Qiara juga masih diselimuti rasa bersalah. sebab inti masalah yang menimpa kakak dirya adalah dirinya.


namun seulas senyum langsung diberikan Herra. dan dengan bahagia Herra memeluk Qiara terlebih dulu. seakan tak percaya Qiara membalas pelukan Herra.


" non..a..ma..-"


" shutt !! jangan bahas hal itu lagi..aku mau membahas hubunganmu dengan adik suamiku.." tutur Herra memotong ucapan Qiara.


Qiara terkekeh dengan air mata yang segera dihapus saat air mata itu meluncur dengan sendirinya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2