You Are Only Mine

You Are Only Mine
kepanikan


__ADS_3

bab 106


.


.


Tengah malam Pesawat Yang ditumpangi Revandra mendarat sempurna dibandara.


Dengan penuh kesabaran, pria paruh baya itu menuntun istrinya guna menuruni satu persatu anak tangga.


" kau lelah ??" tanya Revandra penuh kelembutan.


"tidak.."balas Mama Nada dengan senyumnya.


Revandra merengkuh pundak Mama Nada daan membawanya dalam dekapan yang selalu membuat nyaman mama Nada.


Langkah Mama Nada terhenti saat melihat dari tangga kedua putra kembarnya keluar dari mobil.bersamaan.


papa Revandra langsung mengikuti tatapan sang istri ." mereka menjemputmu.." bisik Revandra.


" tapi..tapi..mereka..-"


" sudahlah.. ayo.." ajak Papa Revandra agar sang istri melanjutkan langkahnya.


Senyum Draka dan Dirya menyambur kedatangan kedua orangtua mereka.


" mama.. papa.." panggil mereka bersamaan.


" sayang.." Mama Nada berlari menghambur memeluk kedua putranya.

__ADS_1


" mama apa kabar ?? sehat kan ??" tanya Dirya saat pelukan mereka terbuka.


Nada menatap dua putranya yang nampak tersenyum manis menatap dirinya. "mama baik sayang.. maaf ya, mama pergi tidak pamit kalian.." balas Mama Nada


" kami mengerti ma, lagian kak Naren sudah mengabari kami kok.."timpal Draka.


"ya sudah. ayo kita pulang. kasihan mama.kalian.." ujar Papa Revandra.


Semua mengangguk setuju dan memutar langkah menuju mobil. Mama Nada yang amat bahagia menggandeng kedua lengan putranya, namun Langkah mama.Nada terhenti saat memegangi pergelangan tangan Dirya yang terasa sesuatu.


Nada melihat tangan Dirya. sontak Dirya gelagapan.


"kenapa aku lupa membuang perban bekas infus tadi.."batin Dirya.


" ada apa ma ??" tanya Draka saat menyadari sang mama menghentikan langkahnya. Sontak draka ikut terkejut, saat sang mama memperhatikan pergelagann tangan Dirya.


" sayang.. ini kenapa ??" tanya mama Nada dengan wajah cemas kala mendapati benar yang ia pegang adalah sebuah perban.


" kau yakin ini baik-baik saja ??!! kau sudah kedokter kan ??!" Mama Nada masih dalam kekawatiran.


" mama.tenang saja. buktinya aku yang menyetir tadi. berarti aku sudah baik.."balas Dirya sembari menerbitkan senyumnya.


Revandra yang melihat sang putra diintimidasi segera mendekati istrinya merengkuh pundak mama Nada. "sudahlah. putra kita sudah dewasa, hanya tergores sedikit tidak apa-apa..mereka kan anak-anakku pasti kuat sepertiku.."papa Revandra berusaha menenangkan istrinya.


Mama Nada mengembangkan senyum. bagi mama Nada, semua anak-anaknya masihlah anak-anak yang selalu ia sayangi. hingga mama nada selalu kawatir jika terjadi sesuatu pada mereka. tak terkecuali, semua anak, bahkan pada Zakia yang sudah menikah dan sudah memiliki putra yang sudah remaja, Mama Nada masih tetap menghawatirkannya.


Papa Revandra menuntun sang istri memasuki Mobil. lalu ia mengedipkan mata dan meminta kedua putranya segera memasuki mobil. lalu kemudian mereka melesat meninggalkan bandara.


.

__ADS_1


.


Ponsel Narendra berbunyi saat matahari belum menampakkan dirinya. bunyi yang terus terdengar menganggu telinga Narendra membuatnya segera meraih ponsep yang berada dimeja nakas disisi ia terbaring.


matanya seolah masih enggan untuk terbuka, namun saat ingin mengabaikannya entah mengapa ponsel miliknya terus berdering.


Dan saat netra narendra terbuka, alisnya bertaut. mendapati kakak iparnyalah yang menghubunginya.


"ada apa joy menghubungiku malam-malam begini ??!" gumam Narendra.


Herra yang juga terganggu dengan bunyi ponsel Narendra ikut membuka mata dan membenarkan posisinya seraya menutupi tubuhnya yang polos menggunakan selimut.


" siapa yang menghubungimu kak ?? sepertinya ini belum pagi ??!" tanya Herra.


" kakakmu. aku tidak tau kenapa. aku angkat dulu.." balas Narendra yang segera menempelkan benda pipih ditelinganya.


" Tuan, gawat. pabrik kita terbakar. hampir 80% habis semua !!" suara Joy terdengar dengan jelas ditelinga Narendra.


"apa !!?"


Mata Narendra membulat sempurna saat mendapati laporan yang mengejutkan itu.


" segeralah kemari. saya tunggu !!" ucap Joy lagi.


Narendra mematikan ponselnya dengan mimik wajah yang berubah serius dengan tatapan tajam.layaknya elang.


" kak. ada apa ??" tanya Herra yang menyadari suaminya tengah kawatir.


Narendra segera turun dari ranjangnya. "kau tetap dirumah. aku harus kepabrik. ada yang membakar pabrikku.."ucap Narendra yang segera memakai pakaiannya kemudian meraih kunci mobil dimeja nakas lalu berlari keluar begitu saja.

__ADS_1


Herra yang terkejut sampai tak bisa berkata apa-apa. ia hanya mampu berdoa semoga saja tidak tejadi apapun dari musibah ini..


__ADS_2