You Are Only Mine

You Are Only Mine
pembukaan pertama


__ADS_3

bab 75


.


.


.


Narendra menarik Senjatanya dengan cepat saat terkejut dengan teriakan Herra.


" apa sesakit itu ??!!" tanya Narendra seraya menatap herra dengan serius.


Herra mengatur nafasnya kembali, seraya mendesis saat Tadi merasakan sakit kala Senjata Narendra berusaha menerobos gawang pertahanannya.


" Herra.. apa sakit sekali ??" tanya Narendra kembali, ia begitu kawatir.


" tentu saja kak.. milik kakak terlalu besar.. milikku bisa robek nanti.." balas Herra dengan polos mengatakan apa yang ia rasakan.


Narendra begitu gemas dengan sang istri. ia mencium kening, pipi, hidung dagu dan bibir Herra. "sayang..memang seperti rasanya..nanti jika kita sering melakukannya tidak sakit lagi, malah keenakan nanti."


Wajah Herra bersemu merah dengan penjelasan suaminya. bukan Herra tak tau jika melakukan hubungan seperti itu pertama kali pasti akan sakit, namun Herra tak menyangka jika baru saja masuk rasanya sudah begitu sakit.


" bagaimana ?? kita lanjut besok ??" goda Narendra seraya menggerayangi wajah leher Herra serta tangan terus bermain dibuah-buahan kesukaannya.


Herra bagai ditersengat aliran listrik yang langsung mengikuti nalurinya untuk menggeleng.


Narendra tersenyum puas, Godaannya sukses membuat Herra terbuai. dan kembali Narendra mengarahkan senjatanya pada kenikmatan milik Herra.


Herra menunggu dengan menggigit bibir. tak ingin membuat Herra takut atau tegang, Narendra segera meraup bibir Herra seraya menekan dengan pelan senjatanya agar masuk secara sempurna.


Sumpah demi apapun, sakit itu luar biasa. hingga Herra memejamkan mata, namun Narendra yang terus menghujani Herra dengan cinta dalam ciumannya membuat Herra berangsur bisa menetralkan rasa itu.


Sesaat Narendra mendiamkan senjatanya yang sudah terbenam sempurna disarangnya, dengan terus bertukar slavina dengan Herra.

__ADS_1


saat Herra mulai kembali membalas ciumannya. Narendra memulai aksinya. hingga rasa sakit yang luar biasa tadi berubah menjadi rasa nikmat yang tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata.


suara seksi yang bersahutan memenuhi kamar yang bercahaya lampu tidur itu Saat keduanya mencapai nirwana bersama-sama. adegan itu pun terulang beberapa kali dengan Narendra yang terus menyemburkan bibit kehidupan dirahim Herra berharap Akan tumbuh benih cinta mereka.


.


.


Pagi itu matahari sedang tidak mau menampakkan dirinya, sebab hujan turun sejak dini hari hingga pagi tak berhenti.


Gemericik air hujan bisa terlihat dijendela kaca kamar kedua anak manusia yang tertidur dengan posisi saling berpelukan dengan Herra yang menjadikan lengan Narendra bantal untuknya, dan mengalungakan tangan diperut Narendra. bahkan mata Herra masih terpejam begitupun dengan Narendra.


pergumulan panas yang mereka lakukan semalam hingga diulang beberapa kali cukup menguras tenaga mereka berdua. cuaca seolah mendukung kedua insan itu agar tetap dalam posisi tidur tenang.


.


.


Hingga pukul 10 pagi hujan tidak juga berhenti, masih tetap bergeritik membasahi jalanan.


"aku tidak menyangka bisa menyukai dan menikah dengan pria setampan kau kak Naren.." gumam Herra


Herra tertawa kecil geli saat teringat semalam. bahkan ia yang menginginkan mengulang adegan panas itu. Herra menutup wajahnya dengan kedua tangan seolah ingin menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.


" ya ampun.. aku benar-benar sudah gila.." kembali Herra bergumam sendiri


Rasa syukur diucapkan Herra saat mengingat Narendra yang bisa mencintainya dan begitupun sebaliknya. inikah Cinta yang selama ini dikatakan orang-orang ??


terasa bahagia jika didekat orang yang kita cintai.


Herra terus tersenyum dengan menatap wajah Narendra yang begitu tenang saat tertidur.


dada kekar yang menjadi sandaran Herra kala tidur begitu nampak saat Narendra tak memakai apapun.

__ADS_1


perlahan Herra memegangi dada itu. tempat yang begitu nyaman bagi Herra saat akan tidur.


Saat Herra hendak menurukan tangannya dengan cepat Narendra menarik tangan itu agar tetap berada didadanya.


" kakak sudah bangun ??!!" Ujar Herra yang teekejut.


Narendra membuka mata perlahan dan langsung menatap wajah polos Herra dengan senyuman.


" kau mau menggodaku ya ?? kenapa berhenti ??"


" siapa ??!! aku.. aku.." Herra segera mengelak dengan membuang tatapannya. wajahnya yang bersemu merah selalu membuat Narendra begitu gemas.


Narendra yang tidak tahan melihatnya kembali menarik tengkuk leher Herra dan pertukaran slavina kembali terjadi dan pada akhirnya Narendra kembali memasuki lembah kenikmatan yang begitu sempit dan mengandung candu itu, karna selalu membuat Narendra ingin lagi dan lagi.


meski masih terasa perih, Herra tak bisa menolaknya, sebab ia juga begitu menikmati semuanya.


.


.


.


.


masih dalam posisi haredang ya 🙈🙈


pas nih cuaca tempat othor juga lagi hujan 🤭🤭


ramaikan kolom koment dan like ya biar bisa creazy up 👍👍👍


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2