You Are Only Mine

You Are Only Mine
pernikahan Joy dan Candrika


__ADS_3

bab 223


.


.


.


Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tak terasa, Hari pernikahan Candrika dan Joy pun telah tiba. dengan konsep outdoor sesuai keinginan Candrika, Pesta dan acara sakral mereka akan berlangsung.


dengan mengenakan kebaya modern berwarna cream begitupun dengan Joy yang juga menggunakan setelan senada dengan warna kebaya Candrika.


Ijab kabul berlangsung cukup kidmat dan penuh haru. joy dengan fasih dan lancar menyebutkan kalimat ijab kabul tanpa salah sedikitpun.


Doa terakhir sebagai penanda jika Ijab kabul telah sah sudah diamini para keluarga yang hadir.


Herra juga menangis bahagia dalam sandaran suaminya, Kini sang kakak sudah memiliki pasangan yang bisa menjaga kakaknya jika nanti Herra sibuk dengan calon anaknya.


Pesta berlanjut hingga malam. senyum.kebahagiaan terpancar nyata diwajah-wajah keluarga besar Papa Revandra. karna memang papa Revandralah yang paling tua disana.


Namun berbeda dengan Andika. semenjak penantiannya nampak tak membuahkan hasil membuat Andika bertambah pendiam. bukan karna Candrika dan Joy, seakan sudah tergilas rasa yang lain, Cinta yang disembunyikan Andika untuk Candrika, perlahan diganti oleh sebuah rasa aneh pada wanita yang malah tak memberinya jawaban itu. disaat yang lain sibuk berfoto ria dengan pengantin, Andika betah duduk disudut yang jauh dari jangkauan orang-orang, agar jangan sampai ia dipanggil atau bahkan diajak berfoto.


Jika saja bukan karna Dirya dan Draka, Mungkin Andika tak akan datang. paksaan yang berupa ancaman potongan gaji, membuat Andika tak bisa berkutik lagi.


Andika bermain ponsel dengan sesekali meneguk minuman yang ia bawa. tanpa memperdulikan keramaian tamu yang hadir.hingga tiba-tiba sebuah suara menyapa dirinya.


" kau dipanggil berfoto kak.."


" maaf aku tidak berminat."balas Andika dengan cepat, tanpa menyadari suara siapa yang menegurnya.


Namun seketika pula Andika sadar, "suaranya..-" Andika langsung menoleh kebelakang dan sebuah senyum manis yang amat ia rindukan terlihat jelas disana.


Dayra tersenyum manis dengan riasan wajah sangat cantik dengan gaun hitam yang nampak elegan.

__ADS_1


" Dayra.." Seolah masih tak percaya dengan yang dilihat, Andika memanggil nama Dayra lagi.


" iya. ini aku.." balas Dayra dengan.jelas.


Seketika pula Andika beranjak dari duduknya dan memeluk Dayra sangat erat.


nyata terasa, Kehangatan aroma tubuh Dayra, Dan benar Dayranya memang kembali.


" kau benar kembali ?? kau kembali ??" Andika membuka pelukannya dengan tangan masih melingkar dipinggang Dayra. dan Dayra menjawab dengan anggukan yang diimbangi senyum manisnya.


Kembali lagi, Andika memeluk.tubuh Seksi Dayra.


" aku merindukanmu.. aku benar-benar merindukanmu.."gumam Andika dengan terus menciumi pucuk kepala Dayra


" aku juga kak...maafkan aku membuatmu menunggu.." balas Dayra.


" jadi, kau akan menjawabnya kan ??" Andika kembali membuka pelukannya. dengan posisi tangan masih melingkar ditubuh Dayra.


Dayra mengangguk lagi.


" jadi apa.jawabannya ??" tanya Andika penuh harap.


Bukannya menjawab, Dayra malah tersenyum.misterius.


" kakak menunduklah.." pinta Dayra.


Patuh, Andika segera menunduk hingga wajah mereka sangat dekat sekali. netra keduanya juga saling beradu.


cukup.membuat Andiika terkejut saat Dayra menyambar bibir Andika dan me lu matnya.


namun rasa lega dan bahagia bisa dirasakan aandika. tanpa jawaban kata, Andika bisa menebak, Dayra telah menerimanya.


pangutan terlepas saat keduanya harus menghirup oksigen guna menambah nafas mereka. Deru nafas sangat terdengar dan terasa.

__ADS_1


" aku juga mencintai kakak.. maaf baru mengatakannya sekarang, aku butuh waktu mengenali perasaanku.. " ucap Dayra dengan suara serak.


Andika tersenyum. tak ada kebahagiaan yang sangat ia harapkan kecuali kebahagiaan mendengar jawaban yang sangat ia tunggu-tunggu.


Kembali Kini Andikalah yang meraih bibir ranum Dayra.


keduanya seakan tak sadar jika beberapa tamu undangan.tengah memperhatikan mereka.


termasuk kedua orang tua mereka yang melipat kedua tangan penuh bahagia. Apalagi Ken, dialah yang menyadarkan Dayra jika yang dayra rasakan adalah Cinta. penjelasan Ken lah yang membuat Dayra berani melakukan semua itu.


Tak hanya mereka, Narendra dan Herra juga melihat adegan mesra antara Andika dan Dayra.


Mereka ikut bahagia melihatnya.


"aku sangat bahagia melihat semua ini..." ucap Herra.


" iya. dan aku bahagia kita bisa melewati semuanya."balas Narendra.


"aku lebih bahagia. mengenalmu dan memilikimu.."tambah Herra.


cupp..


" aku sangat mencintaimu.."bisik Narendra.


" aku juga.." balas Herra yang mengeratkan pelukannnya pada suaminya.


.


.


.


.

__ADS_1


Tamat


__ADS_2