You Are Only Mine

You Are Only Mine
Tentang Joy


__ADS_3

bab 80


.


.


.


Pagi yang bahagia dilalui Narendra dan Herra. setelah sarapan penuh canda dan kemesraan, Narendra mengantar Herra kekampus untuk berkuliah, entah kemana Joy bahkan Narendra tak berniat menghubungi kakak iparnya itu. ia mengendarai mobil sendiri dengan Herra disisinya yang bergelayut manja dilengannya.


sungguh seperti orang yang sedang kasmaran. senyum diwajah keduanya tak luntur sedetikpun.


" kenapa kak joy tidak menjemput kakak ?? dia kemana ya ?? sejak kemarin juga tidak menghubungiku ??" tanya Herra yang teringat kakak kandungnya.


" aku juga tidak tau. kemarin aku sudah katakan akan cuti. entahlah dia ingat atau tidak."balas Narendra.


" aku kasihan padanya.." ujar Herra.


" kasihan kenapa ??" Narendra mengusap kepala Herra dengan penuh kasih sayang.


" kak Joy mandiri sejak masir remaja kak.. bahkan dia dituntut menjadi dewasa saat meninggalkan ibu..dan sekarang aku sudah menikah, tidak ada lagi yang perhatian padanya,"terang Herra mengungkapkan isi hatinya.


" kakakmu itu memang susah mengenal orang. lihat saja wajahnya selalu kaku dan sulit sekali tersenyum." balas Narendra.


Herra membuang nafas dengan kasar, Herra tak mungkin menyalahkan suaminya, memang benar. Joy adalah pria pendiam dan sulit sekali bergaul.

__ADS_1


" apa selama ikut dengan kakak, kak joy belum pernah sekalipun punya wanita ??" tanya Herra seraya menatap Narendra.


Cupp.


kecupan hangat mendarat sempurna dibibir Herra saat Narendra membalas tatapan Herra saat itu.


" kakak !!" protes Herra dengan suara manjanya.


" sayang.. bibirmu ini candu sekali buatku.." goda Narendra seraya mengusap bibir Herra sambil tertawa geli melihat ekspresi Herra.


" aku kan sedang bertanya !!??" balas Herra dengan menggembungkan kedua pipinya serta melipat kedua tangannya.


"baiklah..baiklah.. jangan marah dong !!?" Narendra mengalah dengan menghentikan tawanya.


"Dulu joy sempat dekat dengan wanita. namun entah mengapa dan bagaimana, mereka sudah tidak dekat lagi, bahkan wajah wanita itu tidak nampak lagi." terang Narendra.


" soal itu aku tidak tau. !! Joy memang asisten pribadiku sejak lama, tapi aku juga menghargai privasinya, aku tidak mau bertanya hal pribadi yang dia sendiri tidak mau mengatakannya.." balas Narendra.


" bahkan kebenaran jika joy punya adik secantik dirimu saja aku baru tau saat pulang untuk kedua kali kejakarta, padahal Joy bersamaku sudah hampir 10 tahun.." tambah Narendra.


wajah Herra bersemu merah saat mendengar Narendra menyebutnya seperti itu. "kakak jangan terlalu memuji, nanti kakak akan bosan.."


" tentu saja tidak sayang !! kemarilah, wajahmu yang seperti tomat ini yang membuat aku gemas tidak karuan !!" Narendra mencubit sedikit pipi Herra.


" kakak !!" Herra segera menepis tangan Narendra yang bermain dipipinya.

__ADS_1


Kembali Narendra tertawa lepas dibuatnya.


" oh ya Sayang.. bisa tidak rubah panggilanmu untukku ?? masa kau memanggilku kakak, aku kan suamimu bukan kakakmu !!" protes Narendra.


" tapi aku rasa panggilan kakak tidak terlalu buruk !?!" balas Herra.


" memang tidak buruk, tapi kan nggak keren dan nggak mesra dong !!? kita kan sudah menjadi suami istri sungguhan !! coba ingat-ingat, saat kita bermain diranjang, masa saat kau keenakan memanggilku kakak, kan tidak terdengar seksi ??!!" celoteh Narendra.


Herra benar-benar malu dibuatnya. suaminya selalu berkata tanpa disaring.


pukk !!


Herra memukul pundak Narendra begitu saja.


" sayang !! kenapa malah memukulku ??!!" protes Narendra.


"biarkan saja, biar kakak sadar, sejak tadi ngomongnya kok nglantur !!?" balas Herra.


" aku kan bicara apa adanya istriku..."


Narendra mencondongkan tubuhnya seraya mencuri ciuman dipipi Herra lagi.


" kakak !! kau ya...!!" Herra gemas bukan main, akhirnya mereka berdua terlibat candaan penuh tawa didalam mobil dengan Herra yang menggelitik Narendra begitupun sebaliknya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2