You Are Only Mine

You Are Only Mine
Percakapan Joy dan Narendra


__ADS_3

bab 12


.


.


.


Acara masih berlanjut. Nada dengan senangnya menggandeng Herra dan membawa duduk diikuti Revandra, Narendra dan sikembar.


Senyum bahagia Nada membuat wanita yang disebut mama itu mengira Herra adalah kekasih putranya.


Setelah menyalami rekan dan keluarga yang lain, Nada ingin bberbincang dengan Narendra serta Herra.


Revandra menjajari Narendra. "hey, kenapa kau bawa gadis itu bertemu mamamu ??"bisik Revandra pada putranya.


" memangnya kenapa ??"tanya Narendra yang sama sekali.belum sadar


" mamamu pasti mengira dia kekasih barumu..!!" balas Revandra.


" mama kan belum bertanya, kenapa Papa mengira seperti itu ??!" timpal Narendra.


" kau ini selalu menjawab !!" Gerutu Revandra yang kemudian duduk diseberang Nada yang memilih duduk bersama Herra.


Herra begitu canggung, Semua terjadi tanpa ia fikirkan sebelumnya.


Narendra duduk juga diikuti Dirya dan Draka.


" kakak. dia siapa ?? kenapa tidak dikenalkan ??" tanya Dirya.

__ADS_1


" bukannya tadi aku sudah memperkenalkan dia ?? kau ini bagaimana..!!" balas Narendra.


" maksudnya, apa status kalian ??berpacaran kah ??" terang Draka memperjelas.


Herra membulatkan matanya. Joy yang baru saja tiba dan ikut duduk juga begitu terkejut.


" tentu saja. Naren kan sudah bilang pada mama, dia akan datang dengan calon istrinya.." ujar Nada.


" kapan Naren bicara begitu ??" tanya Narendra.


pukk !!


Revandra memukul kepala Narendra. "kau ini masih muda tapi sudah pikun !! berapa tahun kau tidak pulang hah ??!!"


Narendra memegangi kepalanya yang dipukul sang papa.


" iya..iya..terserah mama dan papa."balas Narendra.


" tuan ada yang perlu kita bicarakan." Joy bangkit dari duduknya. tatapannya yang serius membuat Narendra segera mengangguk.


" ada apa joy ?? kerjaan ??" tanya Nada.


" tidak.nyonya besar. hanya beberapa kejelasan saja." jawab Joy yang langsung menarik Narendra.


Narendra pun terkejut dengan tingkah Joy, " hey lepaskan !! aku bisa jalan sendiri !!"


" maaf tuan. tapi saya harus bicara dengan anda."ujar Joy.


Narendra membuang nafasnya dengan kasar. "ayo ikut aku naik" ajak Narendra yang lebih dulu melangkahkan kakinya menapaki anak tangga.

__ADS_1


.


.


" apa yang akan kau bicarakan ??" tanya Narendra. bahkan Narendra sebenarnya sudah tau, maksud dari asistennya itu.


" Tuan. maaf sebelumnya. tadi sewaktu dibutik tuan hanya meminta kami menemani tuan datang kesini, tapi kenapa saat nyonya besar berkata Adik saya adalah kekasih anda, tuan tidak menepisnya ?? kasihan nyonya besar jika harus dibohongi lagi.. lagi pula, adik saya masih terlalu kecil untuk hal seperti ini.. " ujar Joy dengan keberaniaannya.


" aku tau kau kawatir. tapi aku tidak ada pilihan lain. melihat aku membawa adikmu saja mamaku begitu bahagia, mana mungkin aku memudarkan kebahagiaan dia. tenanglah, kita disini hanya 3 hari, selepas itu kita tidak perlu berdrama lagi.." balas Narendra.


Joy meremas kedua tangannya. ia sangat tidak bisa menerima jika adiknya hanya dijadikan bahan drama oleh bosnya.


" kau tenang saja. aku akan memberi uang dengan semua ini. aku anggap kau dan adikmu bekerja dalam drama ini." lanjut Narendra.


" Tuan harus bicara dengan herra juga. jika dia menolak saya harap.tuan segera menghentikan drama ini." ujar Joy.


" iya. aku akan bicara padanya. tenang saja." Narendra segera bangkit.


"ayo, mereka akan curiga jika kita tidak segera bergabung." ajak Narendra.


Joy mengangguk dan segera menyusul langkah Narendra.


Disudut balkon ternyata ada yang menguping sejak tadi, Zakia menyunggingkan senyumnya kini ia tau benar dugaannya, adik nakalnya tengah melakukan drama.


"dasar anak nakal !! lihat saja, aku akan membuat kau cepat mengakhirinya.." gumam Zakia yang segera pergi juga.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2