You Are Only Mine

You Are Only Mine
Hamil lagi


__ADS_3

bab 200


.


.


.


Hari bergulir dengan cepat. tak terasa Hari pernikahan Draka dan dirya sudah didepan mata.


Besok adalah hari sakral mereka berdua bersama pasangan masing-masing. dan atas keinginan sang mama pesta serta acara ijab kabul aka dilaksanakan diHotel berbintang milik papa Revandra.


malam itu semua keluarga juga sudah menginap dihotel itu.


Namun untuk mempelai wanita masih dirumah Hasna. Qiara yang memang tak memiliki siapapun sengaja dibawa Hasna untuk tinggal dirumahnya. bahkan papa Abigal dengan senang hati menerima Qiara dan siap menjadi wali hakim Qiara saat ijab kabul nanti.


Zakia yang mengurus semua pesta dan acara cukup kesal. karna seperti biasa, Narendra yang diminta datang lebih awal, nyatanya belum datang hingga malam tiba.


" dasar anak itu !! lihat saja,besok aku akan menarik telinganya !!!" gerutu zakia saat masuk kedalam.kamarnya.


" sayang.. jangan marah-marah terus. mungkin Pekerjaan Naren masih banyak."hibur Rans.


" tapi rencana ini kan sudah lama aku katakan !! kakak gila !! adiknya mau menikah malah tidak disini !!" omel Zakia.


"kemarilah aku pijiti. kau pasti lelah kan ??" tawar Rans.


" itu lebih baik." Zakia menunjuk pundaknya. "sini pa..ini sakit sekali.."


Rans pun dengan telaten memijit pundak Zakia.


.


.


Dan ternyata diBali, Narendra tengah disulut kekawatiran. sebab Herra sejak pagi terus saja memuntahkan isi didalam perutnya.

__ADS_1


" sayang.. kau masuk angin atau bagaimana ?? ayo kedokter ya ??" bujuk Narendra.


uweekk !!


uwekk !!


uwekkk !!


" hah.. kak, ambilkan air hangat." pinta Herra.


" baiklah." narendra menatap pelayan yang berada disana.


" segera ambilkan air hangat. dan kabari dokter !!" perintah Narendra.


" baik tuan." balas pelayan.


Joy nampak datang dan segera berlari kekamar dimana Herra dan Narendra berada.


" masih muntah ya ??" tanya Joy.


" iya joy. Tolong kau hubungi dokter Margaretha, aku sejak tadi sudah menghubunginya tapi dia belum.juga datang." balas Narendra dengan wajah kawatirnya.


" sorry joy, Naren.. aku harus melayani pasien dulu." suara dokter yang ditunggu-tunggu terdengar.


Narendra yang membopong Herra tak menyahut. ia meletakkan tubuh Herra diranjang terlebih dulu.


" Kau bagaimana sih !! istriku muntah terus sejak tadi !!" omel Narendra.


" sorry Naren.." balas Dokter margaretha.


" sudah.. sudah, Dok tolong periksa adikku." pinta Joy melerai perdebatan mereka.


" ok.." Margaretha segera duduk disisi Herra dan membuka alat medis miliknya, ia pun langsung memulai pemeriksaan.


Setelah beberapa menit, Dokter margaretha tersenyum sumringah. dan membereskan alat-alatnya.

__ADS_1


" kok sudah ?? segera obati istriku Marga !!" protes Narendra.


" naren.. istrimu tidak sakit. dia sedang hamil. usia kandungannya sudah masuk 3 minggu. tapi untuk lebih jelasnya, besok kerumah sakit ya, kita lakukan USg." terang dokter.


yang beralih menatap Herra. "selamat nona, anda hamil."


Herra tersenyum penuh haru, ia akan kembali merasakan kehamilan lagi.


" kau serius Marga ??"tanya Narendra.


" tentu saja. untuk mual dan muntahnya itu wajar terjadi ditrimester pertama seperti ini, aku akan berikan beberapa obat agar mual dan muntahnya sedikit berkurang." tutur dokter margaretha.


Narendra pun juga bahagia ia menepuk pundak Joy beberapa kali.


" selamat. kau akan menjadi ayah." ucap Joy.


" Joy.. kau juga akan menjadi paman." balas Narendra


Namun saat teringat dikehamilan pertama dulu Herra mengalami kandungan yang lemah, senyum Narendra luntur seketika.


" Margaretha. bisa tidak kita bawa Herra kerumah sakit sekarang ?? aku mau kau memeriksanya lebih dalam," pinta Narendra.


" bisa saja. mari" balas Margaretha.


" kak, kenapa harus kerumah sakit ??" tanya Herra.


" untuk memastikan sayang. jika kandungamu lemah lagi, aku akan lebih ekstra menjaganya." balas Narendra.


" aku takut kak.." ujar Herra.


" nona jangan kawatir. setiap kehamilan bisa berbeda-beda kondisinya." Margaretha mencoba menenangkan.


Akhirnya Herra pun mengangguk setuju. mereka semua akhirnya menuju rumah sakit guna memeriksa keadaan Herra lebih dalam.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2