You Are Only Mine

You Are Only Mine
biar saya sendiri saja


__ADS_3

bab 168


.


.


.


Selesai berganti baju dan mengenakan hijabnya, Qiara bingung mau turun atau tidak. jujur saja, dihati ia masih takut, namun Qiara harus turun agar mendapat jawabannya. setidaknya ia tau kenapa tuan Revandra membawanya kesitu.


Qiara membuang nafasnya perlahan lalu melangkah keluar. saat menutup pintu Qiara kembali dikejutkan dengan Amara yang sudah berdiri dibelakangnya. kembali Qiara tersentak. "kau !!?"


" he..he..kakak jangan tegang begitu ??!! kan jadi gampang terkejut."ucap Amara seraya menggandeng lengan Qiara.


" ayo turun. papa dan mama sudah menunggu.." tambah Amara yang segera menarik Qiara. keduanya menuruni tangga bersamaan, netra Qiara terus berkeliling meneliti seluruh sudut rumah, hingga mereka tiba dimeja makan dimana Ada pria paruh baya dan wanita yang tadi disana.


" duduklah. dan nikmati sarapanmu.." ucap Yohan.


Qiara pun segera duduk. diikuti Amara disisinya.


Mama Zenna. pun segera mengambilkan makanan untuk Amara dan juga Qiara.


" eh..nyonya.. biar saya sendiri saja." cegah Qiara saat Mama Zenna hendak mengambilkan makanan.


" baiklah.." balas Mama Zenna.


" kak,jangan panggil nyonya..panggil saja mama.. iya kan ma ??" Komentar Amara.


" iya nak Qiara. panggil mama saja. saya bukan nyonya besar kok.."tambah mama Zenna.


"nah begitu.. ahh..akhirnya aku bisa merasakan memiliki kakak.." Amara nampak sangat bahagia.


Meski nampak kebingungan, nampak sekali kehangatan dimeja makan itu, Sekelebat kenanngan bersama keluarganya terlintas dibenak Qiara.

__ADS_1


" Qiara.. ayo makanlah.." ucap papa Yohan


" iya tuan.." balas Qiara.


" kakak..masak tuan sih..papa..panggil papa saja.." imbuh Amara.


yohan hanya tersenyum tipis. itulah putrinya yang sangat mirip dengannya dulu, cerewet dan banyak omong serta senang sekali bercanda.


" Qiara..makan saja dulu..jangan dengarkan ocehan anak nakal itu.."ujar mama Zenna.


" mama !!" protes Amara.


" diamlah, kakakmu tidak akan bisa makan jika kau ngoceh terus.." balas mam zenna.


Amara memanyunkan bibirnya, ia pun patuh dan segera menikmati sarapan. Qiara pun demikian, jujur saja perutnya memang merasakan lapar sejak tadi. apa lagi saat candaan penuh kehangatan yang diterimanya disana, seolah membuat Qiara tenang.


.


.


Tak ada kebahagiaan yang lebih dari hari itu. seakan tak percaya dengan apa yang didengar, Herra sampai menitikkan air mata.


" kau yakin menantuku sudah bisa pulang ??" tanya Kennan.


" aku yakin. tapi dia harus terus menjaga pola makannya, susu juga jangan lupa diminum ya, karna ada dua janin yang harus dijaga."terang dokter Micle.


Semua mengangguk.


Mama Nada bertambah bahagia, akhirnya menantunya bisa pulang juga. Dengan bahagia mama Nada memeluk Herra. "selamat sayang.. kau bisa kembali pulang.."


" iya ma..aku bahagia sekali.." balas Herra.


" dokter.. terima kasih banyak..dokter benar-benar pahlawan kami.." ucap Herra pada dokter Micle.

__ADS_1


" nona bicara apa. saya hanya perantara pertolongan dari Tuhan." balas Dokter Micle merendah.


" baiklah. aku urus administrasi dulu ya.. kau bersama mama dan paman disini dulu.." kata Narendra pada Herra.


Herra mengangguk setuju.


Bersamaan dengan Narendra yang keluar, masuk papa Revandra dan Draka yang membawa sarapan untuk mereka semua.


" Naren mau kemana ??" tanya papa Revandra pada Semua yang ada diruangan rawat Herra.


" dia mengurus administrasi untuk kepulangan Herra pa, atas ijin dokter Micle dan Zakia, Herra sudah bisa pulang." terang mama Nada.


" benarkah ?? Herra, kau yakin sudah lebih baik ??" tanya papa Revandra.


Herra pun segera mengangguk." aku sudah lebih baik pa.."


" papa tenang saja. aku yang akan memantau perkembangan Herra setelahnya."timpal Zakia.


Papa Revandra pun segera mengangguk mengerti.


" baiklah."


" kita sarapan dulu bagaimana ?? aku lapar dan aku ada mitting pagi ini..??" ajak Draka.


" baiklah..Ayo kita makan sama-sama.." balas Mama.Nada.


semua kembali duduk dilantai layaknya orang berkemah, mam Nsda dibantu zakia mmembuka satu persatu makanan guna mereka santap pagi itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2