You Are Only Mine

You Are Only Mine
Memangnya ada masalah apa


__ADS_3

bab 93


.


.


.


Puas berkeliling mama Nada dan Herra kini duduk disebuah stand food dimana disitu banyak menyediakan makanan ringan.


canda tawa nampak terus terjalin antara menantu dan mertua itu seakan tak berhenti.


" Ma.. mama tidak lelah jalan seharian ??" tanya Herra disela-sela candaan mereka.


" tentu saja tidak sayang.. setelah pernikaha kalian mama sudah menjalani kemo kok..sekarang sudah lebih baik, ya..meski mama.tidak bisa sembuh, setidaknya mama bisa mengulur waktu kematian mama.." terang Nada tanpa beban.


Revandra membuang nafasnya dengan kasar. mendengar penuturan sang istri, ya..jika mengingat penyakit istrinya ia seolah ingin mengutuk seluruh dunia yang telah memberi istrinya sebuah penyakit yang mematikan.


" apa yang mama katakan ??!! apa mama tidak mau menggendong cucu pertama dikeluarga kita ??!" ujar Narendra.


" makanya mama melakukan kemo Naren.. mama sangat berharap Herra segera memilikinya.." Balas mama Nada seraya menggenggam jemari Herra.


Herra amat terharu, Sebuah keinginan yang sangat sederhana bagi Herra. "kasihan mama..semoga Allah segera memberi kan kehidupan baru dalam rahimku.." batin Herra tanpa ragu. meski awalnya ia ingin menunda kehamilan karna kuliahnya, namun saat melihat betapa mertuanya sangat berharap, Herra sungguh tak tega.


" oh ya pa, nanti malam kita jadi pulang ??" tanya Mama Nada.


uhukk !!


uhukk!!

__ADS_1


Revandra tersedak saat sang istri bertanya padanya.


Mama Nada buru-buru menyerahkan minuman untuk papa Revandra.


" pelan-pelan pa.. aku tidak memintanya juga !!?"goda Narendra dengan senyum ejekannya.


Revandra melayangkan tatapan tajam dengan masih seraya terbatuk-batuk.


" papa.. ada apa ?? pelan-pelan.." ucap Nada seraya mengusap punggung suaminya penuh kawatir.


" huh.. aku hanya tersedak sayang.. maaf ya ??" balas Revandra berusaha membuat mama Nada tenang.


" anak-anak dirumah pasti cemas dengan kepergian mendadak kita..kau sampai begini.." kata mama Nada.


"memang mama dan papa kesini tidak bicara pada mereka ??"tanya Herra keheranan.


" masalah ?? draka dan dirya ?? masalah apa ma, pa ??" Narendra mulai penasaran.


Revandra dan Nada saling pandang. saat Nada mengangguk barulah Revandra menceritakan permasalahan yang bisa dibilang sangat konyol tapi serius pada Narendra dan Herra.


.


.


.


Hasna masuk keruangan rawat Dirya dengan membawa keranjang berisi buah. setelah mendengar kabat jika kembaran kekasihnya sedang sakit, saat waktu pulang kerja, Hasna langsung mendatangi rumah sakit dimana kembaran kekasihnya itu dirawat.


Dirya juga baru saja membuka mata, saat tubuhnya mulai membaik.

__ADS_1


" hay Diry. apa kau sudah lebih baik ??" sapa Hasna..Dirya hanya mengangguk mengiyakan.


Draka menatap Hasna dan dibalas senyuaman.


setelah puas menjenguk, Hasna berpamitan. dirya hanya mengangguk dan berterima kasih.


Saat hasna keluar, Draka pun ikut berpamitan keluar.


Dirya hanya bisa.menatap keduanya dengan rasa bersalah. mereka terus saja menyembunyikan hubungan.hanya demi menjaga perasaan dirya.


tak berapa lama Pinti ruang rrawat Dirya terbuka lagi. Dirya fikir adalah Draka hingga ia langsung saja membuang tatapnnya kearah lain.


"selamat malam tuan..permisi sebentar. saya mau memeriksa tuan.." sapa Qiara dengan sopan.


mendengar suara asing tapi terdengar familiar ditelinganya membuat Dirya langsung menatap kearah sumber suara.


" kau ??" gumam Dirya.


Qiara yang berusaha biasa saja mendekat dan hendak memeriksa Dirya.


" tolong rileks tuan. saya cek tensinya dulu.." pinta Qiara


Dirya tak melepas pandangannya. seolah masih tak percaya bisa bertemu dengan pemilik suara itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2