
bab 67
.
.
Narendra tak mengantar Herra pulang. melainkan membawa Herra kesebuah restoran. restoran yang terlihat cukup mewah.
" kita kenapa kesini kak ?? kakak kan harus kerja ??!" tanya Herra saat Mobil berhenti didepan restoran itu.
" kita makan siang dulu. aku lapar."balas Narendra yang segera turun
patuh, Herra pun ikut turun sebelum.Narendra membukakan pintu mobil untuknya.
Mereka berdua kemudian berjalan beriringan memasuki Rrstoran itu.
Narendra menarik tangan Herra untuk menuju meja yang memang sudah ia pesan.
Herra pun menurut dan mengikuti saja.
baru saja Narendra mendudukkan bokongnya, begitupun dengan Herra, nampak suara sapaan untuk Narendra.terdengar.
" tuan Naren..sedang apa disini ??"
Narendra menoleh kesumber suara yang tepat dibelakangnya.
" tuan Jack."
Pria bernama jack itu mendekatkan dirinya pada Narendra. keduanya.berjabat tangan karna memang kolega bisnis masing-masing.
" saya fikir.anda masih menikmati honeymoon tuan Naren.." ujar Jack.
" pekerjaan saya terlalu banyak tuan."balas Narendra dengan singkat.
" tuan Naren.. kenapa tidak bilang jika datang dengan adiknya ??" kata Jack seraya menatap Herra dengan begitu liar. Jack nampak.buru-buru melepas jabatan tangan dari Narendra guna memberi salam pada Herra.
Narendra mengikuti tatapan Jack pada Herra. sontak Narendra begitu geram. hampir saja Naren lupa jika Jack adalah pria pemain wanita.
" bolehkah berkenalan nona ??" sapa Jack seraya mengulurkan tangan pada Herra dengan senyum genitnya.
Herra ragu hendak menerima atau tidak. Narendra pun segera menarik kembali tangan Jack yang terulur mengarah pada Herra.
__ADS_1
" maaf dia tidak terbiasa dengan orang asing."ucap Narendra.
" oh.. begitu ya, tuan Naren. bukannya belum lama anda menikah, kenapa sekarang malah kencan dengan daun muda ?? istrinya ditinggal ya dijakarta ??" tuduh Jack bernada ejekan.
Narendra membulatkan matanya. "kurang ajar sekali orang jelek ini.!!" batin Narendra.
" tuan Naren. bagi-bagi dong dengan jomblo seperti saya ini..anda kan sudah menikah. yang seperti ini berikan saya saja " tambah Jack lagi.
Narendra bertambah geram, ia memgeratkan giginya dengan kuat. "kenapa anda bicara begitu ??"
" tentu saja..dia kan..-"
" dia istri saya. istri sah saya yang saya nikahi dijakarta. makanya kalau dikirim Undangan dilihat dong fotonya !!!" cerocos Narendra dengan bernada tinggi serta memperjelas kata Istri.
Jack nampak begitu terkejut. " jadi..dia..-"
" iya. dan yang akan anda minta adalah istri saya.!!" tambah Narendra dengan begitu kesal.
Narendra segera meraih tangan Herra lalu meninggalkan Jack yang mematung dengan amat terkejut. bahkan mereka berdua nampak cocok menjadi kakak dan adik, bagaimana bisa ?? fikiran Jack memutar layaknya roller coaster saja.
Narendra terus menarik Herra hingga tiba kembali diparkiran mobil.
" kak kita tidak jadi makan ??" tanya.Herra saat Narendra buru-buru membukakan pintu.
Herra nampak bingung dan mematung diam saja.
" masuklah !!" perintah Narendra. hingga.Herra terperajak dan segera masuk kedalam mobil.
Segera pula Narendra juga masuk kekursi kemudi. menjalankan mobil dengan diam dan wajah cemberutnya. Herra nampak kebingungan kenapa dan ada apa dengan suaminya itu.
.
.
.
Draka dan Dirya sudah tiba dirumah sakit. sambutan hangat dari kedua orangtua hasna diterima mereka berdua.
Hasna nampak berbaring ditempat tidur dengan wajah pucatnya. andai tidak ada siapapun disana, Draka pasti akan memeluk tubuh kekasih rahasianya itu. namun karna keadaan, keduanya hanya mengisyaratkan dengan kedipan mata saja serta denyum tipis yang nyaris tak nampak.
" terima kasih sudah menjenguk Hasna Draka dirya." ucap Samantha. ibu dari Hasna.
__ADS_1
" tante jangan seperti itu. kita kan memang bersaudara sejak dulu.." balas Dirya.
Samantha mengangguk mengiyakan.
" bagimana keadaanmu Hasna ??" tanya Draka seraya mendekat kearah Hasna.
" sudah lebih baik." jawab Hasna dengan singkat.
"mereka pandai sekali bersandiwara" batin Dirya.
" memang Hasna sakit apa Tante ??" tanya Dirya.
" kata dokter typus. dia hanya perlu istirahat saja."balas Samantha seraya mengusap kepala Hasna penuh kelembutan.
Draka meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Hasna.
' cepatlah sembuh, aku mencintaimu'
" tante. kami berdua pamit dulu ya. maaf tidak bisa lama, kami hanya keluar saat makan siang saja."pamit Draka..
" sayang sekali.. maaf ya dianggurin. dan terima kasih atas kunjungannya.."balas Samantha.
Semua mengangguk dan segera keluar.
" cepatlah sembuh Hasna." ucap Draka sembari menatap.Hasna.
" iya. kau tenang saja." balas Hansa.
dirya dan Draka sama-sama keluar dari ruang rawat Hasna.
Setelah pria kembar itu keluar. Hasna buru-buru melihat ponselnya. senyum nampak diwajah hasna saat membaca pesan dari draka.
Samantha, sang mama yang melihat putrinya nampak bahagia mendekat.
" kau punya pacar ??" tanya samantha.
" mama.." balas Hasna yang langsung memeluk sang mama dengan sangat manja.
.
.
__ADS_1
.
.